HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Ada jenis kelelahan tertentu yang tidak berasal dari stres itu sendiri, melainkan dari memikulnya dalam diam — tidak yakin apakah hal itu cukup serius untuk dibicarakan, atau apakah ada orang yang benar-benar akan memahaminya.
Sebuah studi baru yang diselesaikan di Hong Kong menunjukkan bahwa mungkin akhirnya ada cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kelompok Riset Psikologi AIM Greater China telah menyelesaikan penelitian berbasis di Hong Kong yang dilakukan pada tahun akademik 2025–2026, membandingkan efektivitas hipnoterapis manusia dengan AI dalam memberikan pengalaman relaksasi berbasis hipnosis untuk meredakan stres. Hasilnya cukup mencolok: sebagian besar peserta merasa bahwa kedua pendekatan tersebut menghasilkan tingkat relaksasi yang hampir setara — dan lebih dari 60% melaporkan bahwa mereka lebih menyukai sesi AI setelah mencobanya.
Lebih dari 400 Pelamar: Cerminan Generasi yang Ingin Didengar
Tim peneliti merekrut peserta yang mengalami stres terkait keluarga melalui Facebook. Dalam waktu singkat setelah unggahan tersebut dipublikasikan, lebih dari 400 orang secara sukarela mendaftar — angka yang tidak hanya mencerminkan luasnya penyebaran stres dalam kehidupan modern, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kesediaan masyarakat untuk memprioritaskan kesejahteraan emosional mereka dan secara aktif mencari solusi perawatan diri.
Dari seluruh pelamar, 48 peserta dipilih secara acak untuk berpartisipasi. Setiap peserta menjalani dua sesi audio relaksasi berbasis hipnosis yang terpisah, masing-masing berdurasi sekitar satu jam — satu direkam oleh hipnoterapis manusia, dan satu lagi sepenuhnya dihasilkan oleh AI, termasuk naskah dan suaranya. Para peserta kemudian membandingkan pengalaman pribadi mereka dari kedua sesi tersebut.
Apa yang Bisa Dilakukan Manusia, AI Juga Bisa
Dalam aspek perbandingan yang paling krusial — efektivitas dalam meredakan stres — kelompok terbesar peserta (41,7%) menilai bahwa sesi AI dan manusia sama efektifnya. Berdasarkan skor, pengalaman hipnosis AI rata-rata memperoleh sekitar 2,92 poin, dibandingkan dengan 2,58 poin untuk sesi manusia — dengan AI sedikit lebih unggul.
Penelitian ini juga menemukan bahwa hampir 90% peserta menyatakan mereka akan menikmati sesi tersebut jika benar-benar membantu mereka merasa rileks. Dengan kata lain, yang benar-benar dipedulikan orang adalah apakah metode itu efektif — bukan apakah suara yang memandunya berasal dari manusia atau mesin. Dalam hal ini, AI telah membuktikan kemampuannya.
Lebih dari 60% Lebih Bersedia Berbagi Perasaan dengan AI
Hasil terkait preferensi pribadi mungkin merupakan yang paling membuka mata. Ketika ditanya sesi mana yang lebih mereka nikmati, 62,5% peserta memilih pengalaman AI — dan di antara peserta perempuan, angka ini bahkan meningkat menjadi 68,4%.
Lalu apa yang membuat AI menjadi pilihan utama? Peneliti percaya jawabannya sederhana: rasa aman. Dengan AI, tidak ada kekhawatiran akan dihakimi. Tidak ada rasa takut mengatakan hal yang salah. Tidak ada kecanggungan. Sekitar 1 dari 4 peserta mengatakan mereka merasa lebih mudah untuk berbicara secara terbuka dengan AI — karena cara komunikasinya terasa jelas, tenang, dan alami, seperti percakapan sehari-hari.
Faktanya, ada hal-hal tertentu yang memang lebih mudah diungkapkan ketika tidak ada orang yang mengawasi. Itu bukan kelemahan sifat manusia — melainkan cara banyak dari kita bekerja.
Dalam hal privasi, hasilnya juga cukup meyakinkan. Lebih dari setengah peserta menyatakan tidak memiliki kekhawatiran tentang AI dalam menangani informasi pribadi mereka. Hanya sebagian kecil — sekitar 2,08% — yang merasa tidak nyaman. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rasa kepercayaan terhadap alat AI di kalangan masyarakat umum.
AI Membaca Data; Terapis Membaca Manusia
Di luar pengalaman hipnosis itu sendiri, tim peneliti lokal juga mengevaluasi kemampuan AI sebagai alat analisis — dengan hasil yang sama mengesankannya.
AI mampu memproses volume besar respons peserta dengan cepat, menilai tingkat stres individu secara objektif, dan mengidentifikasi pola yang mendasarinya. Misalnya, AI menemukan bahwa 35% peserta secara mandiri mengungkapkan keinginan akan “ruang pribadi” atau “peredaman suara yang lebih baik” di rumah mereka. Sekilas, hal ini mungkin tampak seperti masalah gaya hidup sepele — namun AI mengaitkan pola tersebut dengan realitas warga Hong Kong yang tinggal di ruang terbatas, menyoroti perasaan psikologis yang lebih dalam yaitu “tidak memiliki ruang untuk bernapas.” Tingkat wawasan seperti ini akan sulit diperoleh hanya melalui peninjauan manual puluhan kuesioner.
AI juga mengamati bahwa banyak peserta secara terbiasa mengambil peran sebagai “pemecah masalah” atau “penengah” dalam keluarga mereka, sambil menekan kebutuhan emosional mereka sendiri. Peneliti mencatat bahwa hal ini mencerminkan fenomena sosial yang telah dikenal luas — tekanan yang dihadapi anak perempuan sulung serta apa yang disebut sebagai “generasi sandwich,” yang terjebak di antara tanggung jawab merawat orang tua yang menua dan membesarkan anak. Kemampuan AI untuk dengan cepat mengidentifikasi beban emosional tersembunyi ini memungkinkan terapis untuk melewati penilaian awal yang panjang dan lebih cepat fokus pada inti permasalahan.
AI Hadir untuk Membantu, Bukan Menggantikan
Tim peneliti menekankan bahwa studi ini tidak pernah dimaksudkan untuk menempatkan AI sebagai pengganti terapis manusia. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk mengeksplorasi bagaimana keduanya dapat bekerja secara berdampingan. Seperti halnya hasil tes darah membantu dokter dalam diagnosis, AI dapat memainkan peran pendukung serupa dalam bidang kesehatan mental — mengorganisasi data, mengidentifikasi pola, dan menurunkan hambatan dalam mencari bantuan, sehingga para profesional kesehatan mental dapat memfokuskan energi mereka pada momen-momen yang benar-benar membutuhkan sentuhan manusia.
Mereka yang secara proaktif mencari dukungan psikologis masih merupakan minoritas, sering kali terhalang oleh rasa takut akan ketidaknyamanan, stigma sosial, atau kecanggungan dalam mengungkapkan diri. Jika AI dapat menjadi jembatan yang mendorong lebih banyak orang untuk mengambil langkah pertama tersebut, maka itu saja sudah menjadi kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat.

Tentang Hypnosis Institute
Hypnosis Institute berdedikasi untuk membantu masyarakat di Hong Kong menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih bermakna melalui pengalaman hipnosis. Kami menawarkan program pelatihan pengalaman hipnosis yang mudah diakses dan praktis, yang dirancang untuk mengintegrasikan teknik hipnosis ke dalam kehidupan sehari-hari, dengan fokus pada manajemen stres, kesejahteraan emosional, dan pengembangan diri.
Hypnosis Institute merupakan satu-satunya platform pengembangan profesional pengalaman hipnosis di Hong Kong yang secara simultan mengoperasikan kelompok riset, kelompok inovasi sosial, kelompok pelatihan praktis, kelompok dukungan psikologis krisis, inisiatif amal, acara jejaring, layanan terapeutik, serta jalur pelatihan yang komprehensif.
Sebagai satu-satunya cabang Hong Kong dari Association for Integrative Medicine (AIM) di Amerika Serikat, satu-satunya akademi luar negeri di Hong Kong dari institusi pendidikan Inggris Study House (Quality Licence Scheme), serta satu-satunya sekolah pelatihan spesialis pengalaman hipnosis di Hong Kong di bawah Cambridge International College di Inggris, Hypnosis Institute menyediakan kualifikasi yang diakui secara internasional yang berkontribusi pada kemajuan industri.
Pendiri Charles Leung adalah pelatih bagi para pelatih (trainer of trainers) di bidang pengalaman hipnosis, dan telah secara khusus ditunjuk oleh Association for Integrative Medicine sebagai Kepala Instruktur untuk spesialis pengalaman hipnosis di wilayah Greater China. Ia telah melatih lebih dari 1.000 hipnoterapis dan instruktur, dengan menjunjung standar tertinggi dalam pengembangan profesional di bidang kesehatan mental.
Program-program institusi ini mengintegrasikan berbagai metodologi secara komprehensif, termasuk pengalaman hipnosis yang dikombinasikan dengan pemetaan kepribadian MBTI, analisis perilaku DISC, coaching kesehatan mental, pendidikan emosional, serta alat inner child HiddenMe Cards — memberikan pendekatan yang holistik dan personal dalam praktik pengalaman hipnosis. Para instruktur mengkhususkan diri dalam pengalaman hipnosis untuk anak (paediatric), pengalaman hipnosis berbasis Internal Family Systems (termasuk inner child), pengalaman hipnosis untuk mengatasi stres dan insomnia, pengalaman hipnosis untuk hubungan interpersonal, serta pengalaman hipnosis dalam terapi kenangan (reminiscence) dan perawatan paliatif.
Didorong oleh keyakinan bahwa setiap orang dapat memanfaatkan kekuatan pengalaman hipnosis untuk meningkatkan kesejahteraan mental mereka, Hypnosis Institute berkomitmen untuk berbagi pengetahuan psikologis dan menyediakan dukungan profesional dalam bidang manajemen emosi, tantangan kehidupan, serta pengembangan profesional industri pengalaman hipnosis.
Ikuti kami di hypnosisinstitute.com.hk, Facebook, Instagram, dan YouTube untuk mendapatkan pembaruan terbaru.
Recent Comments