HANOI, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 15 Mei 2026 – Green GSM telah menandatangani serangkaian Nota Kesepahaman (Memoranda of Understanding/MOU) dan perjanjian deposit dengan perusahaan transportasi dan koperasi di Filipina, yang mendukung rencana pengoperasian hingga 18.497 kendaraan listrik VinFast untuk operasi angkutan penumpang di seluruh Filipina. Perjanjian ini merupakan fase berikutnya dari strategi ekspansi Green GSM di Filipina melalui model kemitraan yang menggabungkan platform teknologi dan standar operasional Green GSM dengan keahlian pasar lokal serta kemampuan penempatan.
Perjanjian ini melibatkan 75 perusahaan dan koperasi transportasi yang beroperasi di berbagai provinsi dan kota di Filipina, termasuk Metro Manila, Cebu, Davao, Iloilo, Cagayan de Oro, Cavite, Pampanga, Bacolod, Batangas, Baguio, dan Ozamiz. Pasar-pasar ini terus mengalami permintaan mobilitas yang kuat di samping percepatan adopsi solusi transportasi perkotaan yang lebih bersih dan efisien.
Berdasarkan rencana kemitraan, para pihak memperkirakan akan mengoperasikan armada sebanyak 18.497 kendaraan melalui kombinasi investasi langsung dan pengaturan sewa jangka panjang, termasuk model VinFast VF 5/Herio Green dan Limo Green yang dioptimalkan untuk operasi pemesanan perjalanan online (ride-hailing) dan angkutan penumpang.
Penandatanganan ini semakin memperluas platform mobilitas listrik terstandarisasi milik Green GSM ke seluruh pasar perkotaan utama di Asia Tenggara.
Dalam strategi ekspansi regional ini, Filipina memainkan peran kunci. Green GSM berekspansi melalui model yang dipimpin kemitraan yang menggabungkan standar operasional terpusat dengan kemampuan pelaksanaan lokal. Setelah penempatan awal 2.500 kendaraan sebagai hasil kolaborasi dengan Xentro Group, fase berikutnya diharapkan dapat secara signifikan memperluas skala armada dan cakupan geografis.
Model ini menggabungkan platform operasional terstandarisasi Green GSM dengan operasi armada dan jaringan pengemudi yang dikelola secara lokal. Struktur ini memungkinkan standar layanan yang konsisten dan penempatan yang terukur sekaligus tetap dapat beradaptasi dengan kondisi pasar setempat. Dengan memanfaatkan jaringan transportasi yang sudah ada, model ini juga menciptakan jalur yang lebih praktis menuju adopsi mobilitas listrik skala besar.
Bapak Gio Colmenares, CEO Asia Prime Force Corporation, mengatakan: “Kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas yang sedang terjadi di seluruh industri transportasi, di mana skala, efisiensi, dan keberlanjutan menjadi semakin saling terkait. Platform Green GSM menyediakan pendekatan terstruktur untuk menerapkan mobilitas listrik, menggabungkan kejelasan operasional dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Kami melihat ini bukan hanya sebagai peluang di Filipina, tetapi sebagai bagian dari transformasi mobilitas perkotaan yang lebih luas di seluruh Asia Tenggara.”
Ibu Dave Baldoza, Managing Director Green EV Transport Corp dan Green Fast Corporation, mengatakan: “Bagi koperasi transportasi, transisi ke mobilitas listrik bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang keberlanjutan jangka panjang bagi anggota kami. Model Green GSM memungkinkan kami memodernisasi armada kami sambil mempertahankan stabilitas operasional dan akses ke permintaan yang konsisten. Ini menciptakan jalur yang jelas bagi koperasi untuk berpartisipasi dalam fase berikutnya dari pengembangan transportasi perkotaan.”
Ibu Rachel Ann Villanueva, Ketua Green Will Corporation, mengatakan: “Meningkatkan skala mobilitas listrik membutuhkan investasi yang terkoordinasi di seluruh kendaraan, infrastruktur, dan operasi. Model kemitraan seperti ini menunjukkan bagaimana berbagai bagian ekosistem dapat bekerja sama untuk memungkinkan penempatan dalam skala besar. Kami melihat potensi besar dari pendekatan ini untuk mempercepat adopsi tidak hanya di Filipina, tetapi juga di seluruh pasar perkotaan yang sedang berkembang di kawasan ini.”
Bapak Nguyen Van Thanh, CEO Global GSM, mengatakan: “Elektrifikasi transportasi bukan lagi sekadar tren masa depan, tetapi merupakan transisi yang sedang berlangsung dan sudah terjadi di pusat-pusat perkotaan utama di seluruh dunia. Asia Tenggara menonjol sebagai salah satu kawasan paling dinamis untuk pergeseran ini. Meningkatkan skala mobilitas listrik membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Dibutuhkan model operasi yang dapat mempertahankan konsistensi lintas pasar sambil beradaptasi dengan kondisi lokal. Melalui platform dan pendekatan kemitraannya, Green GSM bertujuan untuk memajukan mobilitas listrik dengan cara yang praktis dan berkelanjutan sambil mempertahankan standar layanan yang terpadu di seluruh ekosistem.”
Setelah penandatanganan, mitra diharapkan dapat menyelesaikan pesanan kendaraan dan memulai operasi secara bertahap sepanjang tahun 2026. Ekspansi ini semakin memperkuat transisi menuju elektrifikasi jaringan transportasi perkotaan skala besar di Filipina, sekaligus memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari perusahaan dan koperasi transportasi dalam sektor mobilitas negara yang terus berkembang. Dengan penempatan yang direncanakan di berbagai provinsi dan kota, Green GSM terus mengembangkan model mobilitas yang dibangun di atas operasi yang terukur, kualitas layanan standar, dan tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Keterangan Foto: Perwakilan Green SM serta perusahaan dan koperasi transportasi Filipina dalam upacara penandatanganan kerja sama pengembangan ekosistem taksi listrik di Filipina.
Recent Comments