HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 12 Mei 2026 – AECOM, pemimpin infrastruktur global terpercaya, telah mendukung penyelesaian dan pembukaan Jalan Bypass Fanling (Bagian Timur), yang menandai proyek infrastruktur transportasi besar pertama yang diselesaikan di Kawasan Metropolitan Utara (Northern Metropolis/NM) Hong Kong.

Keterangan Foto: AECOM menghadirkan inovasi teknik pada Jalan Bypass Fanling (Bagian Timur)

Dr. Johnny Cheuk, pemimpin eksekutif AECOM Hong Kong, bergabung dengan para tamu pejabat dari Biro Pembangunan, Departemen Teknik Sipil dan Pengembangan (CEDD), serta anggota Dewan Legislatif dalam upacara pembukaan pada tanggal 2 Mei. Proyek ini resmi dioperasikan pada tanggal 3 Mei.

Pencapaian ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan penelitian,” kata Dr. Cheuk. “Kami bangga dapat berkontribusi pada proyek yang mencerminkan visi Konstruksi 2.0 Hong Kong sekaligus mendukung Rencana Lima Tahun ke-15 negara — menghadirkan solusi teknik canggih dan material berkualitas tinggi ‘Buatan Tiongkok’ ke Hong Kong maupun panggung global.”

Jalan raya sepanjang sekitar empat kilometer dengan dua jalur dua arah ini berfungsi sebagai jalan distributor utama yang menghubungkan Kawasan Pengembangan Baru Fanling Utara dengan Jalan Raya Fanling. Bypass ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di pusat kota Fanling, memperkuat konektivitas regional di seluruh Kawasan Metropolitan Utara, serta mendukung rencana populasi sekitar 95.100 penduduk di Kawasan Pengembangan Baru Fanling Utara. Waktu perjalanan selama jam sibuk berkurang hingga 10 menit.

Proyek ini menampilkan serangkaian inovasi teknik, antara lain:

  • Rotasi jembatan horizontal pertama di Hong Kong, yang digunakan untuk memposisikan jembatan sepanjang 140 meter dengan berat 7.000 ton melintasi Jalur Kereta East Rail dalam sekali operasi semalam, yang mengurangi waktu konstruksi sekitar 12 bulan.
  • Aplikasi struktural pertama di dunia dari baja S960 berkekuatan ultra-tinggi pada jembatan pejalan kaki, mengurangi emisi karbon sekitar 2.400 ton CO₂.

AECOM menyediakan layanan konsultasi multidisiplin untuk Pengembangan Tahap Pertama dan Tahap Selanjutnya dari Kawasan Pengembangan Baru Kwu Tung North dan Fanling North. Tim tersebut menerapkan teknologi konstruksi dan digital canggih — termasuk BIM 4D, LiDAR, dan pemantauan berbantuan AI — bersama dengan metode prefabrikasi yang didukung oleh pengelasan robotik dan analisis jalur 3D (3D swept path analysis) untuk meningkatkan keselamatan, kualitas, dan kecepatan penyelesaian.

Salah satu tantangan paling kompleks dari proyek ini adalah membangun jembatan kendaraan melintasi Jalur Kereta East Rail yang masih beroperasi, sambil menghindari berbagai fasilitas ekstensif seperti saluran air berdiameter besar, kabel listrik bawah tanah tegangan tinggi, dan jembatan pejalan kaki yang sudah ada. Untuk mengatasi hal ini, tim menerapkan teknik rotasi horizontal yang inovatif, pertama kali di Hong Kong, dengan membangun jembatan di samping jalur kereta sebelum memutarnya ke posisi yang tepat dalam semalam. Metode ini meminimalkan gangguan terhadap operasi kereta api dan meningkatkan keselamatan secara keseluruhan.

Inovasi juga meluas ke pengembangan dua jembatan pejalan kaki baru, termasuk Jembatan Pejalan Kaki F6 di Interchange Lung Yeuk Tau — aplikasi struktural pertama dari baja S960 berkekuatan ultra-tinggi.

Berbekal inovasi pertama di industri ini, AECOM ikut membentuk masa depan penyampaian infrastruktur di Hong Kong. Berdasarkan pengalaman dari proyek ini, perusahaan konsultan tersebut berkontribusi pada serangkaian pedoman teknis — termasuk “Catatan Praktik tentang Metode Rotasi Jembatan Horizontal untuk Konstruksi Jembatan Layang Melintasi Jalur Kereta Api yang Ada”, “Panduan Teknis untuk Desain Struktural Gelagar Pelat menggunakan Baja S960 Berkekuatan Ultra-Tinggi”, dan “Panduan Teknis untuk Operasi Pengelasan Robotik Baja Struktural dalam Konstruksi” — yang diterbitkan oleh CEDD. Pedoman ini menetapkan tolok ukur baru untuk memajukan praktik konstruksi yang aman, efisien, dan inovatif di Hong Kong dan sekitarnya.

Jalan Bypass Fanling (Bagian Timur) menyoroti bagaimana inovasi dan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat penyampaian infrastruktur kompleks yang aman dan berkelanjutan, mendukung pengembangan jangka panjang Kawasan Metropolitan Utara Hong Kong.

Pelajari lebih lanjut tentang proyek ini di sini.

Tentang AECOM

AECOM merupakan pemimpin global di bidang infrastruktur yang berkomitmen untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Sebagai perusahaan jasa profesional tepercaya yang didukung kemampuan teknis mendalam, AECOM membantu menyelesaikan tantangan kompleks klien di sektor air, lingkungan, energi, transportasi, dan bangunan. Tim AECOM bermitra dengan klien dari sektor publik maupun swasta untuk menciptakan solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan tangguh di seluruh siklus proyek — mulai dari konsultasi, perencanaan, desain, dan rekayasa hingga manajemen program dan konstruksi. AECOM merupakan perusahaan Fortune 500 dengan pendapatan sebesar US$16,1 miliar pada tahun fiskal 2025. Pelajari lebih lanjut di aecom.com.