SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 7 Mei 2026 – Lebih dari 200 siswa dan pensiunan telah bergabung di Bukit View Primary School untuk menanam hasil pertanian segar di area koridor sekolah sebagai bagian dari Silver Harvest Initiative yang baru diluncurkan oleh Grobrix. Dengan produksi sayuran lokal yang baru mencapai 8% dibanding target nasional sebesar 20%, proyek percontohan ini menunjukkan bagaimana ruang sehari-hari dapat diubah menjadi pertanian mikro yang produktif, sekaligus menawarkan pendekatan yang dapat diperluas untuk produksi pangan lokal di Singapura yang memiliki keterbatasan lahan.
Proyek percontohan ini mengubah ruang yang sudah ada seperti koridor dan atap bangunan menjadi lokasi pertanian skala kecil dengan menggunakan sistem tanam tanpa tanah yang ringkas. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia alih-alih membuka lahan baru atau membangun fasilitas besar, model ini memungkinkan produksi pangan dilakukan di berbagai lokasi komunitas sehingga lebih mudah diterapkan di sekolah maupun lingkungan bersama.
Para siswa terlibat dalam kegiatan menanam, memindahkan bibit, dan memanen sebagai bagian dari lingkungan sekolah sehari-hari mereka, sementara tanaman seperti sayuran daun hijau dapat dipanen dalam siklus sekitar tiga minggu. Hal ini menunjukkan bahwa produksi yang konsisten tetap dapat dicapai meskipun berada di ruang yang terbatas.
Para pensiunan yang disebut sebagai “Silver Farmers” mengelola kebun dan mengawasi operasional harian. Para siswa membantu proses penanaman, panen, dan pemantauan dasar sehingga tercipta lingkungan kerja di mana produksi pangan menjadi bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari. Sistem ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai bagaimana makanan ditanam dan dikelola, menjadikan sekolah sebagai lingkungan pembelajaran praktik yang selaras dengan tujuan keberlanjutan dan pembelajaran terapan.
“Singapura tidak memiliki kemewahan berupa lahan pertanian yang luas. Namun kami memiliki sekolah, dan kami memiliki para pensiunan yang ingin berkontribusi. Proyek percontohan ini menunjukkan bahwa produksi pangan dapat dilakukan secara praktis dan berulang dengan memanfaatkan ruang yang sudah kita miliki,” ujar Mathew Howe.
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya penerapan pertanian mikro di Singapore, di mana sekolah, perusahaan, dan ruang komunitas semakin banyak mengintegrasikan produksi pangan skala kecil ke dalam lingkungan yang sudah ada. Permintaan terhadap sistem semacam ini meningkat dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan ketertarikan yang lebih luas terhadap pendekatan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan pangan.
Proyek percontohan di Bukit View Primary School akan berlangsung selama 12 bulan dengan fokus pada peningkatan hasil panen dan integrasi hasil produksi ke dalam konsumsi sekolah. Grobrix akan memantau seberapa besar kebutuhan sayuran hijau sekolah yang dapat dipenuhi melalui area pertanian ini, dengan tujuan mengembangkan model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain.
Grobrix telah memasang lebih dari 100 sistem pertanian pangan di seluruh Singapura dan kini memperluas jangkauannya secara regional maupun internasional. Perusahaan tersebut berencana memperluas Silver Harvest Initiative ke lebih banyak sekolah sambil melatih lebih banyak peserta pensiunan, sehingga dapat membangun jaringan lokasi pertanian berbasis komunitas secara bertahap.
Seiring Singapura terus memperkuat strategi ketahanan pangannya, termasuk target terbaru untuk meningkatkan produksi lokal sayuran dan protein pada tahun 2035, inisiatif ini menawarkan contoh praktis tentang bagaimana produksi pangan dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan sehari-hari di luar area pertanian tradisional. Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sumber pangan serta mendorong partisipasi yang lebih aktif dalam sistem pangan lokal.
https://grobrix.com/
https://www.linkedin.com/company/grobrix/
https://www.instagram.com/grobrix/

Tentang Grobrix
Grobrix adalah perusahaan agritech berbasis di Singapore yang mengintegrasikan kegiatan pertanian ke dalam lingkungan bangunan melalui model “Farming as a Service” miliknya yang telah dipatenkan. Dengan menggabungkan teknologi pertanian vertikal modular dan sistem manajemen berbasis cloud, perusahaan ini memungkinkan ruang korporat maupun hunian untuk menghasilkan tanaman pangan lokal berkualitas tinggi.
Lebih dari sekadar penyedia perangkat keras, Grobrix juga mendorong keterlibatan komunitas dan ketahanan pangan melalui program lintas generasi serta program kesehatan perusahaan yang unik. Saat ini perusahaan beroperasi di Singapore, Malaysia, dan United States, serta tengah mendefinisikan ulang cara masyarakat perkotaan berinteraksi dengan sumber pangan mereka.
Misi perusahaan ini adalah mengubah infrastruktur perkotaan menjadi ekosistem yang produktif, cerdas, dan berkelanjutan bagi semua orang.
Recent Comments