SANYA, CHINA – Media OutReach Newswire – Hari kesembilan kompetisi menandai berakhirnya Asian Beach Games ke-6 di Sanya, sekaligus menutup rangkaian ajang multi-cabang olahraga tersebut. Dengan menghadirkan lebih dari 1.600 atlet dari 45 negara dan wilayah di Asia, ajang ini tidak hanya menyajikan kompetisi tingkat tinggi, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan fase baru keterbukaan setelah penerapan operasi bea cukai khusus di seluruh pulau dalam Hainan Free Trade Port (Hainan FTP).

Keterangan Foto: Asian Beach Games ke-6 diselenggarakan di Sanya, Hainan, Tiongkok, pada 22 hingga 30 April 2026.

Penyelenggaraan yang berjalan lancar menunjukkan kapasitas Sanya dalam menggelar acara internasional berskala besar. Mulai dari venue pertandingan yang membentang sepanjang 22 kilometer garis pantai, 22 hotel yang ditunjuk untuk menampung tamu domestik dan internasional, dukungan 4.680 relawan, hingga berbagai kegiatan wisata dan budaya, seluruh sistem organisasi dan layanan kota tuan rumah mendapat pengakuan luas. Abdulaziz Baeshen, Sekretaris Jenderal sekaligus CEO Komite Olimpiade dan Paralimpiade Arab Saudi, menyatakan, “Penyelenggaraan Asian Beach Games ini memiliki standar yang sangat tinggi, sekali lagi menunjukkan kemampuan luar biasa Tiongkok dalam menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional besar.”

Kesuksesan penyelenggaraan ini ditopang oleh kebijakan Hainan FTP. Dengan fasilitas bebas visa bagi warga dari 86 negara serta berbagai kebijakan kemudahan khusus untuk acara, mobilitas lintas negara berlangsung lancar dan efisien. Atlet Qatar Ahmed Elmeniawy mengatakan, “Proses masuk sangat mudah. Hanya butuh kurang dari dua menit untuk menyelesaikan seluruh prosedur kedatangan—sebuah pengalaman yang sangat baik.” Pejabat Komite Olimpiade Arab Saudi juga menambahkan bahwa kebijakan FTP dan fasilitas bebas visa telah mempermudah partisipasi delegasi serta mendorong pertukaran olahraga bilateral.

Selama berlangsungnya ajang, Sanya meluncurkan serangkaian kegiatan pariwisata budaya dan paket insentif konsumsi dengan konsep “menonton sekaligus berlibur,” yang mendorong integrasi antara olahraga dan pariwisata. Pada saat yang sama, Asian Beach Games menjadi platform pertukaran antarnegara Asia. Dalam kunjungannya ke Hainan, Thomas Bach, Presiden Kehormatan Komite Olimpiade Internasional, menyatakan bahwa ia merasakan “persatuan Asia.” Raja Randhir Singh, Presiden Dewan Olimpiade Asia, menambahkan bahwa meskipun terdapat perbedaan bahasa dan tradisi, kecintaan yang sama terhadap olahraga mampu menyatukan semua orang.

Meskipun ajang ini telah berakhir, keterbukaan dan kerja sama tetap berlanjut. Acara ini memberikan pengalaman berharga bagi Hainan FTP dalam menyelenggarakan event internasional besar serta menunjukkan upaya berkelanjutan Tiongkok dalam memperluas keterbukaan tingkat tinggi. Ke depan, FTP akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama internasional dengan pendekatan yang terbuka dan inklusif.