SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Pada 20 April, Wuliangye menggelar acara 29° Crush On Launch & Enchanting Night di Wuliangye Dining Singapore. Debut resmi 29° Crush On di pasar Singapura menampilkan “Estetika Oriental Celadon” khas merek tersebut, dipadukan dengan skenario konsumsi internasional yang inovatif, menghadirkan citra baru baijiu Tiongkok ke pasar Asia Tenggara—yang lebih internasional, modern, dan mengikuti tren.

Sebagai pusat ekonomi dan keuangan Asia Tenggara sekaligus gerbang konsumsi multikultural, Singapura memiliki pasar minuman beralkohol yang matang dan beragam, menjadikannya tempat uji coba alami untuk berbagai skenario konsumsi baijiu Tiongkok. Baik sebagai minuman dingin di pesta teras Marina Bay, sajian murni dalam pertemuan kecil di Clarke Quay, maupun koktail kreatif di rumah, позиционинг “minum trendi tanpa batas” dari 29° Crush On sangat cocok dengan gaya hidup tersebut.
Wuliangye Dining Singapore menyelenggarakan pop-up terbatas selama tujuh hari bertajuk “A Toast To Youth”, yang menarik hampir 1.000 pengunjung. Ruang acara bertema Celadon serta koktail khas 29° Crush On menjadi perbincangan hangat di platform media sosial seperti RedNote dan Instagram. Sejumlah influencer lokal di bidang kuliner, minuman, dan gaya hidup juga membagikan pengalaman mereka, mendorong total eksposur hingga lebih dari 2 juta tayangan.
Banyak penggemar lokal membagikan kesan pertama mereka terhadap 29° Crush On: “Memiliki aroma bunga dan buah yang lembut dengan sentuhan nanas yang kaya—sangat menyenangkan. Pada tegukan pertama, rasa manis mulai terasa di lidah. Saat dinikmati lebih lanjut, muncul lapisan tekstur yang kaya, diikuti dengan akhir yang bersih dan tahan lama yang memberikan kehangatan nyaman serta aftertaste lembut yang klasik.” Peralihan dari “rasa ingin tahu budaya” menjadi “pengakuan konsumen” ini sebagian besar didorong oleh inovasi berbasis skenario. 29° Crush On cocok untuk jamuan bisnis, pertemuan sosial, relaksasi pribadi, hingga mixology modern, memungkinkan konsumen untuk “menikmati sesuai keinginan kapan saja dan di mana saja”, baik diminum langsung, dengan es, maupun sebagai koktail.
Acara ini diselenggarakan di Wuliangye Dining Singapore yang berlokasi di kawasan Bugis yang dinamis. Restoran ini mengkhususkan diri pada masakan Kanton fusion, dengan ciri khas integrasi mendalam antara hidangan dan baijiu Wuliangye. Wuliangye dipadukan secara klasik dengan hidangan khas seperti ayam panggang renyah, nasi goreng truffle hitam, dan hidangan laut kukus. Aroma unik minuman ini melengkapi cita rasa Nanyang, menghadirkan pengalaman bersantap internasional di mana “makanan membawa karakter baijiu, dan baijiu memperkaya rasa makanan.”

Dengan memanfaatkan meningkatnya perhatian pasar dan promosi dari mulut ke mulut, Wuliangye Dining Singapore berhasil mengubah popularitas merek menjadi arus pengunjung yang stabil, mendorong sinergi antara komunikasi produk dan pengelolaan kanal distribusi. Hal ini menjadi model matang bagi strategi ekspansi luar negeri Wuliangye dengan pendekatan “Pengalaman Offline — Penyebaran dari Mulut ke Mulut — Konversi Konsumen.”
Jiang Jia, Wakil General Manager Wuliangye Yibin Co., Ltd., menyatakan bahwa pasar Singapura yang inklusif menyediakan platform premium untuk ekspresi merek. Peluncuran 29° Crush On bertujuan menyampaikan keindahan baijiu Tiongkok dengan cara yang lebih modern, internasional, dan dekat dengan konsumen.
Dengan menjadikan Singapura sebagai pusat strategis di Asia Tenggara, Wuliangye akan terus memperdalam operasi lokalnya dan memperluas berbagai skenario konsumsi. Dengan menjadikan baijiu Tiongkok sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari konsumen global, merek ini mendorong proses internasionalisasi baijiu menuju tahap baru dengan kualitas perkembangan yang lebih tinggi.
Recent Comments