HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 8 Mei 2026 – Global Mediation Summit, konferensi internasional pertama yang diselenggarakan oleh Organisasi Internasional untuk Mediasi (IOMed) sejak peresmiannya di Hong Kong pada Oktober tahun lalu, digelar hari ini (8 Mei) di Hong Kong Convention and Exhibition Centre.

Acara tersebut, dengan Departemen Kehakiman (DoJ) dan Hong Kong International Legal Talents Training Academy sebagai sponsor utama, mempertemukan lebih dari 400 pemimpin, pembuat kebijakan, dan profesional terkemuka dari 48 negara dan wilayah. Mereka membahas berbagai topik terdepan seperti mediasi internasional lintas budaya, mediasi sengketa keuangan dan investasi, serta pengembangan ekosistem mediasi global.

Dalam pidatonya di KTT tersebut, Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, menyatakan bahwa Hong Kong telah lama mendukung mediasi.

“Hong Kong berkomitmen untuk menjadi ibu kota mediasi global. Dan kami berada pada posisi yang sangat tepat untuk mewujudkannya,” ujar Lee.

“Di bawah prinsip ‘satu negara, dua sistem’, Hong Kong merupakan pusat internasional yang berkembang pesat dalam bidang keuangan, pelayaran, dan perdagangan. Kami mendapatkan dukungan kuat dari negara kami beserta berbagai peluang yang diberikannya, sekaligus tetap mempertahankan konektivitas internasional yang luas sebagai kota dunia.

“Hong Kong adalah satu-satunya yurisdiksi common law di Tiongkok. Para profesional hukum kami juga diakui secara internasional atas profesionalisme dan integritas mereka. Kini, sebagai markas besar IOMed, Hong Kong berada di pusat penyelesaian sengketa global dan masa depannya yang menjanjikan.”

Sekretaris Kehakiman HKSAR, Paul Lam, menyoroti dukungan berkelanjutan Pemerintah HKSAR terhadap IOMed dalam berbagai bentuk.

“Pertama, pemerintah akan bertanggung jawab atas pemeliharaan kantor pusat. Kedua, DoJ akan terus menempatkan profesional hukum Hong Kong di Sekretariat IOMed. Sejak 2023, DoJ telah menempatkan total empat penasihat hukum untuk membantu pembentukan IOMed. Ketiga, pemerintah akan secara aktif mempromosikan penggunaan mediasi IOMed, antara lain dengan memimpin upaya memasukkan klausul mediasi IOMed ke dalam perjanjian internasional yang relevan dan melibatkan Pemerintah HKSAR,” ujar Lam.

“Hong Kong dikenal luas sebagai pusat layanan hukum internasional dan penyelesaian sengketa terkemuka. Bahkan, salah satu mandat dalam Rencana Lima Tahun Nasional ke-15 adalah memperkuat posisi Hong Kong dalam bidang tersebut.”

Sejak peresmian IOMed, jumlah negara penandatangan meningkat dari 37 menjadi 41, sementara jumlah negara pihak bertambah dari delapan menjadi 13.

 “IOMed adalah organisasi internasional antarpemerintah pertama yang dibentuk melalui sebuah konvensi untuk secara khusus mempromosikan penggunaan mediasi,” kata Sekretaris Jenderal IOMed, Profesor Teresa Cheng, dalam sambutan pembukaannya di KTT tersebut. “IOMed mengisi kekosongan kelembagaan dan menghadirkan mediasi sebagai alternatif yang benar-benar layak untuk menyelesaikan sengketa internasional, berdampingan dengan litigasi dan arbitrase.”

Profesor Cheng membagikan dua perkembangan penting dari IOMed.

Pertama, sengketa maritim berhasil diselesaikan melalui mediasi yang dikelola oleh IOMed di kantor pusatnya di Hong Kong pada awal Mei, hanya beberapa hari lalu. “Kasus ini menjadi tonggak penting karena merupakan sengketa maritim internasional pertama yang melibatkan rantai charterparty yang dirujuk ke IOMed untuk dimediasi,” ujar Profesor Cheng.

Kedua, sejalan dengan tujuan Hong Kong untuk terus mengembangkan pasar komoditas, serta rencana untuk menetapkan penggunaan mediasi IOMed dalam kontrak dan kebijakan terkait, Sekretariat IOMed bekerja sama dengan Pemerintah HKSAR dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mengeksplorasi pembentukan panel mediator khusus bagi sengketa pasar komoditas dalam kerangka IOMed.

KTT Mediasi Global menjadi acara penutup dari Mediation Week 2026 yang diselenggarakan di Hong Kong dengan tema “Mediate First: An Attempt of Mediation, Harvests Abundant Harmony”, dengan tujuan mempromosikan mediasi sebagai cara yang bersahabat untuk menyelesaikan sengketa dan konflik secara damai, sekaligus membangun komunitas yang lebih harmonis.

“Komitmen kami terhadap mediasi, baik di tingkat lokal maupun global, terlihat jelas dalam rangkaian program Mediation Week selama lima hari yang ditutup hari ini dengan KTT ini,” ujar Lee. “Berbagai acara dalam Mediation Week menyoroti sengketa yang berkaitan dengan sekolah, olahraga, lingkungan tempat tinggal, dan lansia. Tujuannya dalam setiap kasus adalah menerapkan struktur dan keterampilan mediasi guna mencapai solusi yang damai dan rasional atas berbagai permasalahan yang dihadapi.”

Keterangan Foto: Kepala Eksekutif HKSAR, John Lee (baris pertama, tengah), menghadiri KTT Mediasi Global hari ini (8 Mei), bersama Komisaris Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok di HKSAR, Cui Jianchun (baris pertama, kedua dari kiri); Sekretaris Kehakiman, Paul Lam (baris pertama, paling kanan); Sekretaris Jenderal IOMed, Profesor Teresa Cheng (baris pertama, kedua dari kanan); serta para tamu lainnya.


https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong