Seiring fenomena global “SaaSpocalypse” yang sedang membentuk ulang industri perangkat lunak perusahaan (enterprise software), data dari platform perdagangan AI yang berkantor pusat di Asia mengungkap adanya pergeseran yang tegas dalam cara bisnis membeli dan menerapkan teknologi.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Data baru dari SleekFlow, sebuah platform perdagangan berbasis agen AI yang melayani lebih dari 2.000 bisnis di 80 negara, menunjukkan perubahan tajam dalam perilaku pembelian perangkat lunak. Pada kuartal keempat tahun 2025, sebanyak 76% pelanggan baru yang bergabung di platform tersebut sepenuhnya melewati paket pesan tradisional dan langsung mendaftar pada paket AI. Banyak di antaranya bahkan meningkatkan penggunaan mereka dalam waktu 90 hari.

Data ini muncul di tengah kondisi yang oleh Wall Street dijuluki sebagai “SaaSpocalypse” — gelombang aksi jual di seluruh sektor yang telah menghapus ratusan miliar dolar nilai pasar dari perusahaan SaaS lama, ketika investor mulai mengevaluasi kembali model perangkat lunak tradisional berbasis biaya per pengguna di dunia AI agentic. Angka dari SleekFlow menggambarkan situasi dari sisi pembeli: bisnis tidak lagi mencoba AI dengan hati-hati. Mereka langsung memilihnya saat melakukan pembelian.

Sejak meluncurkan AgentFlow pada Juli 2025 — sebuah platform yang memungkinkan bisnis membangun dan menjalankan agen AI otonom di berbagai saluran pesan — SleekFlow mencatat percepatan pertumbuhan yang signifikan:

  • 76% pelanggan baru memilih paket AI-native dibandingkan paket dasar pada Q4 2025
  • Pertumbuhan 64% dari kuartal ke kuartal dalam akuisisi pelanggan baru
  • Pertumbuhan pendapatan 25% dari kuartal ke kuartal
  • Tingkat pendaftaran mandiri (self-serve sign-up) hampir dua kali lipat sejak peluncuran AgentFlow

“Pasar sedang bergerak melampaui era alat statis. Bisnis tidak lagi membeli perangkat lunak hanya untuk membuat tim mereka lebih efisien. Mereka membeli agen AI yang berfungsi sebagai tenaga kerja digital,” ungkap  Henson Tsai, pendiri dan CEO SleekFlow, dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Agen AI milik SleekFlow beroperasi di berbagai platform seperti WhatsApp, Instagram, dan live chat, menangani seluruh perjalanan pelanggan — mulai dari pertanyaan awal, rekomendasi produk, hingga pemrosesan pembayaran — tanpa intervensi manusia. Sistem AI yang mendasarinya terus belajar dari jutaan pesan harian dan interaksi pelanggan, membangun pemahaman yang terus berkembang tentang riwayat setiap pelanggan, sekaligus secara mandiri mengidentifikasi kekurangan dalam pengetahuannya sendiri. Perusahaan menyebut pendekatan ini sebagai “agentic commerce” — AI yang tidak hanya berbicara dengan pelanggan, tetapi juga melakukan transaksi.

Perubahan ini sudah terasa pada skala perusahaan besar. HKBN, perusahaan telekomunikasi publik dari Hong Kong, mulai menggunakan AgentFlow awal tahun ini. Kenneth She mengatakan bahwa implementasi tersebut mengubah seluruh arah pertumbuhan perusahaan.

SleekFlow kini memperluas rangkaian agennya dengan menambahkan AI khusus untuk analisis data, retensi pelanggan, dan optimisasi harga. Peta jalan teknis perusahaan dipimpin oleh seorang veteran Silicon Valley sekaligus mantan CTO LinkedIn China. Tsai memperkirakan pendapatan SleekFlow akan meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan pada akhir 2026.

“Pemenang di tahun 2026 bukanlah mereka yang sekadar mengadopsi AI. Melainkan mereka yang dibangun ulang oleh AI,” tutup  Tsai.

https://sleekflow.io/
https://www.linkedin.com/company/14559283/admin/dashboard/
https://www.instagram.com/sleekflow/

SleekFlow

SleekFlow adalah platform perdagangan berbasis AI (AI-native) yang berkantor pusat di Singapore dan melayani lebih dari 2.000 bisnis di 80 negara. Platform AgentFlow milik perusahaan ini memungkinkan bisnis untuk membangun dan menjalankan agen AI otonom yang mendorong pendapatan melalui berbagai saluran pesan seperti WhatsApp, Instagram, Facebook Messenger, serta saluran pesan lainnya.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2019 oleh Henson Tsai (masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30) dan telah mengumpulkan pendanaan sebesar 23,5 juta dolar AS dari sejumlah investor, termasuk Tiger Global, Atinum Investment, AEF Greater Bay Area Fund, serta Moses Tsang (mantan General Partner di Goldman Sachs Group).

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi SleekFlow di sleekflow.io.