BEIJING, CHINA – Media OutReach Newswire – CGTN menerbitkan artikel tentang penampilan robot dalam Gala Festival Musim Semi 2026 yang digelar oleh China Media Group (CMG). Ketika Tahun Kuda tiba pada 2026, perhatian publik tertuju pada Gala Festival Musim Semi China. Yang tersaji bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga etalase teknologi mutakhir (hard-tech). Robot humanoid telah menjadi ikon tetap dalam Gala, menandai dorongan China dalam mengembangkan robotika generasi berikutnya yang ditenagai AI. Sementara sejumlah negara Barat masih berkutat pada prototipe mahal, strategi China bergerak dari laboratorium ke lini produksi. Siklus dari panggung pertunjukan ke pasar kini telah lengkap—dan dunia menyaksikannya.
Robot humanoid buatan China kini resmi beralih dari sekadar prototipe laboratorium ke panggung global.
Pada Gala Festival Musim Semi CMG tahun ini, siaran televisi yang paling banyak ditonton di dunia, empat perusahaan robotika terkemuka China, yakni Unitree, MagicLab, Galbot, dan Noetix, memperkenalkan unit tercanggih mereka hingga saat ini. Bagi industri robotika, momen ini jauh melampaui pertunjukan budaya; ini adalah peluncuran produk global dengan taruhan tinggi.
Media Global Soroti Pameran Robot China
Associated Press mencatat bahwa robot humanoid telah menjadi pusat perhatian berulang dalam Gala Festival Musim Semi, sebuah sinyal jelas atas “dorongan China untuk mengembangkan robot yang lebih canggih dengan kemampuan AI yang semakin ditingkatkan.”
Penyiar besar seperti CBS memuji “gerakan yang mulus” dari unit-unit tersebut, sementara media Spanyol El Español menyebut evolusi robot dari 2025 ke 2026 sebagai “revolusi sejati.” Jika robot tahun lalu terlihat kaku dan mekanis, unit Unitree G1 tahun ini bergerak lebih luwes dan bebas. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa robot-robot ini merupakan produk komersial yang sudah tersedia di Spanyol.
Jendela Kebijakan Industri China
Kisah “Robot Gala” dapat ditelusuri hingga 2016 ketika perusahaan berbasis Shenzhen, UBTECH, menampilkan 540 robot humanoid kecil. Pada gala tahun ini, panggung menjadi semakin padat dengan kehadiran empat perusahaan berbeda yang bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Didorong oleh terobosan dalam kecerdasan buatan, sektor robot humanoid berkembang melampaui ekspektasi. Data CMG menunjukkan bahwa pada 2025, China memiliki lebih dari 140 produsen robot humanoid dengan lebih dari 330 model yang telah diluncurkan.
Lonjakan ini merupakan hasil langsung dari klaster industri humanoid China, dan penampilan tahun ini mencerminkan kebijakan industri negara tersebut, menurut Reuters.
Pada 2025, istilah “embodied AI” untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam Laporan Kerja Pemerintah China, menandai peningkatannya sebagai prioritas strategis tingkat tinggi. Momentum ini semakin diperkuat dalam Rekomendasi Komite Sentral Partai Komunis China untuk Penyusunan Rencana Lima Tahun ke-15 bagi Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional, yang menempatkan embodied AI sebagai salah satu “pendorong baru pertumbuhan ekonomi.”
Menindaklanjuti arahan pusat tersebut, pemerintah daerah di seluruh China dengan cepat mengintegrasikan robot humanoid ke dalam cetak biru ekonomi mereka, meluncurkan kebijakan dukungan dan insentif khusus untuk mengamankan posisi terdepan dalam persaingan global berisiko tinggi ini.
Membentuk Ulang Lanskap Industri Global
Dalam segmen komedi sketsa, robot “Bumi” dari Noetix menavigasi dinamika cerita keluarga, menggunakan humor untuk menjembatani jarak antara mesin dan pendamping manusia. Dalam film pendeknya, robot tersebut ditampilkan melakukan pekerjaan rumah tangga di lingkungan rumah nyata.
“Pada akhirnya, teknologi diciptakan untuk melayani manusia, bukan sekadar ada demi teknologi itu sendiri,” ujar pendiri Unitree, Wang Xingxing, dalam wawancara dengan CMG.
Visi ini kini mulai diterjemahkan menjadi lonjakan permintaan pasar. Dalam dua jam pertama penayangan Gala, pencarian robot di platform e-commerce melonjak lebih dari 300 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertanyaan pelanggan meningkat 460 persen, dan volume pesanan naik 150 persen. Pesanan baru tersebut mencakup lebih dari 100 kota di seluruh negeri, mulai dari kota metropolitan tingkat pertama hingga kabupaten yang lebih kecil.
CMO Noetix, Zhang Miao, menjelaskan kepada media bahwa China telah beralih dari lantai pabrik ke saluran komersial. “Ukuran sebenarnya dari kesehatan sebuah perusahaan bukan lagi berapa banyak robot yang dapat diproduksi, tetapi berapa banyak yang berhasil diintegrasikan ke dalam skenario dunia nyata.”
Era baru robotika kini sedang terbentuk—dan berakar kuat di China.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik:
Recent Comments