HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Seiring meningkatnya peran Hong Kong sebagai pusat talenta ilmu hayati, Hong Kong Life Sciences Society (HKLSS) terus memperkuat upayanya dalam membina generasi muda yang akan membentuk masa depan sains di kota tersebut. Melalui Hong Kong Life Sciences Scholarship Awards (Penghargaan Beasiswa Ilmu Hayati Hong Kong) yang diperkenalkan pada tahun 2022, HKLSS merayakan pencapaian para mahasiswa berprestasi—kali ini dengan memberikan penghargaan kepada enam mahasiswa terpilih dari lebih dari 120 nominasi.

Penghargaan Beasiswa ini bertujuan untuk mengakui dan mendukung mahasiswa yang menempuh studi ilmu hayati atau ilmu biomedis di institusi lokal yang didanai oleh University Grants Committee (UGC). Setiap penerima beasiswa akan memperoleh dana sebesar HK$50.000, bimbingan dari para profesional industri melalui Skema Mentorship HKLSS, serta prioritas untuk mengikuti Program Magang Musim Panas Ilmu Hayati HKLSS. Program ini menawarkan pengalaman belajar terpadu dan praktis yang mencakup Hong Kong, kawasan Delta Sungai Yangtze (YRD), serta Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau (GBA).

Melalui Penghargaan Beasiswa ini, tiga penerima angkatan 2025/26—SANTOSO Rachelle Jacinda (mahasiswa tahun ketiga Sarjana Sains Biologi, CityUHK), RAHMAN Syed Rayan (mahasiswa tahun ketiga Sarjana Sains Biologi Terapan dengan Bioteknologi, PolyU), dan TAI Wing Yin Vincy (mahasiswa tahun ketiga Sarjana Ilmu Biomedis, HKU)—memulai sebuah perjalanan bersama untuk dibina, bertumbuh, dan pada akhirnya berkembang sebagai pemimpin masa depan di bidang ilmu hayati. Mereka diharapkan dapat menyumbangkan keahlian dan semangat mereka untuk memajukan ekosistem ilmu hayati Hong Kong serta membangun masa depan yang lebih baik melalui kolaborasi lintas disiplin.

Para penerima Hong Kong Life Sciences Scholarship Awards 2025/26 (dari kiri: Vincy, Rachelle, dan Rayan) berbagi aspirasi karier mereka di bidang ilmu hayati serta antusiasme mereka terhadap program-program utama HKLSS.

Mimpi Ilmu Biologi yang Tumbuh dan Berkembang di Hong Kong

Tiba di Hong Kong dari Indonesia tiga tahun lalu, SANTOSO Rachelle Jacinda (Rachelle) bergabung dengan komunitas ilmu hayati Hong Kong sebagai mahasiswa sarjana dengan tekad dan harapan yang kuat. Ketertarikannya pada bidang ini berawal dari tantangan kesehatan yang dialami keluarganya, sementara rasa ingin tahunya terhadap biologi mendorongnya untuk menekuni studi yang lebih mendalam di bidang ilmu biologi.

Pengalaman kerja laboratorium secara langsung membuka pintu menuju panggilan hidupnya yang sesungguhnya. Rachelle mulai memahami bahwa selain peran penting para dokter, para ilmuwan juga memiliki kontribusi yang sangat vital, di mana keduanya bekerja bersama untuk memajukan layanan kesehatan. Kesadaran ini menumbuhkan mimpinya untuk melanjutkan studi pascasarjana, sebuah tujuan yang sebelumnya ia anggap terlalu idealistis.

Ia menggambarkan Penghargaan Beasiswa tersebut sebagai “pendorong kepercayaan diri”. Rachelle mengenang momen ketika salah satu pewawancara beasiswa memberikan peneguhan terhadap rencana masa depannya dengan mengatakan, “Saya rasa kamu berada di jalur yang cukup baik,” yang meyakinkannya bahwa ia sedang menempuh arah yang benar.

Dengan kepercayaan diri yang semakin kuat, Rachelle berencana memanfaatkan beasiswa ini untuk membangun masa depannya di Hong Kong—sebuah lingkungan yang suportif bagi mahasiswa ilmu hayati serta pusat investasi kesehatan global yang terus berkembang. Sambil menyesuaikan diri dengan budaya setempat, ia kini tengah mempelajari bahasa Kanton dan meningkatkan kemampuan Mandarinnya sebagai bekal untuk meraih peluang masa depan, baik di Hong Kong maupun di Tiongkok Daratan.

Dari Kampung Halaman ke Laboratorium Riset Ilmu Hayati Internasional

“Saya dulu ingin menjadi seorang ahli bedah karena ingin menyelamatkan nyawa setiap hari. Namun, jika saya menjadi peneliti di bidang ilmu hayati, satu terobosan saja bisa mengubah kehidupan jutaan orang,” ujar RAHMAN Syed Rayan (Rayan), yang menemukan passion sejatinya di laboratorium penelitian.

Ketertarikan Rayan terhadap sains dimulai sejak usia sepuluh tahun di Bangladesh, ketika ia mengamati hewan-hewan di kampung halamannya. Seperti Rachelle, kecintaannya pada ilmu hayati membawanya ke Hong Kong, di mana ia didorong untuk mendalami riset di laboratorium universitas di bawah bimbingan para profesor dengan keahlian riset global yang mendalam. Selama masa libur semester, Rayan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperluas pengetahuannya. Kini berbasis di Hong Kong, pada tahun pertama dan keduanya sebagai mahasiswa, ia mengikuti program magang di Kanada serta pertukaran musim panas di Inggris, tempat pendekatan penelitian yang digunakan terutama bersifat fundamental. Ia sangat bersyukur atas berbagai peluang yang dibukakan Hong Kong baginya, karena paparan terhadap beragam metode penelitian mengajarkannya untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh. Hal ini sangat bermanfaat bagi karyanya di Hong Kong, yang dikenal dengan fokus pada penelitian translasi.

Seiring Rayan terus membangun kariernya di bidang ilmu hayati, penerimaan Penghargaan Beasiswa ini memiliki arti yang sangat besar baginya. Ia merasa “dipercaya oleh panel penilai” dan hal tersebut memberinya dorongan untuk lebih menyadari serta bertanggung jawab atas setiap langkah yang ia ambil. “Memiliki seseorang yang mengatakan bahwa kamu berada di jalur yang benar dan percaya padamu adalah hal yang sangat penting,” tegas Rayan.

Rayan juga merasa sangat bersyukur dan mendapatkan semangat baru karena menemukan komunitas luar biasa melalui Penghargaan Beasiswa ini. Ia berkesempatan terhubung dengan rekan-rekan yang memiliki pemikiran sejalan, yang sama-sama bekerja menuju tujuan dan menghadapi tantangan yang serupa. Penghargaan Beasiswa ini telah membuka jalannya menuju berbagai peluang tambahan, termasuk akses prioritas ke Program Magang Musim Panas yang berfokus pada pengalaman industri yang diselenggarakan oleh HKLSS.

Ilmuwan di Layar Televisi Menyalakan Ambisi Besar

TAI Wing Yin Vincy (Vincy), yang tumbuh besar di Hong Kong, mulai mengembangkan kecintaannya pada ilmu hayati sejak kecil dengan menyaksikan para ilmuwan beraksi di televisi. Didorong oleh rasa ingin tahu serta tekad untuk memberikan dampak nyata, ia memilih menempuh studi ilmu biomedis di The University of Hong Kong, mengikuti panggilan hatinya meskipun bertentangan dengan ekspektasi konvensional.

Selama masa kuliah, ia memperoleh pengalaman praktis melalui program magang di laboratorium serta fasilitas yang mematuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), yang semakin memperkuat ambisinya. Ia juga mengambil mata kuliah minor tentang Keberlanjutan Kota, Budaya, dan Bumi untuk mengeksplorasi keterkaitan lintas disiplin. “Sebagai mahasiswa, kita seharusnya tidak hanya berfokus pada ilmu hayati, tetapi juga mempelajari perspektif global, terutama karena sains dapat memengaruhi dunia,” ujarnya.

Pengalaman-pengalaman tersebut semakin memperdalam dedikasinya terhadap bidang ini, dan Penghargaan Beasiswa tersebut menjadi lebih dari sekadar sebuah penghargaan—ia menjadi sumber rasa memiliki yang menegaskan posisinya dalam komunitas ilmu hayati. “Saya merasa menjadi bagian dari komunitas ini, seseorang yang pada akhirnya dapat tumbuh dan berkembang bersama komunitas dan industri,” katanya.

Penghargaan Beasiswa ini juga membantunya terhubung dengan ekosistem ilmu hayati yang lebih luas. Vincy diperkenalkan dengan para penerima beasiswa dari angkatan sebelumnya maupun angkatan yang sama dalam acara penyerahan penghargaan. Ia pun menantikan kesempatan untuk bertemu lebih banyak wirausahawan, peneliti, dan eksekutif tingkat C dari sektor ilmu hayati, serta memperoleh bimbingan dari mereka melalui Skema Mentorship HKLSS dan Program Magang Musim Panas.

Menggerakkan Ambisi: HKLSS Membuka Jalan Melampaui Ruang Kelas melalui Program Pilar

Berangkat dari latar belakang yang berbeda, Rachelle, Rayan, dan Vincy menemukan titik temu mereka melalui HKLSS. Bagi mereka, Penghargaan Beasiswa bukan sekadar dukungan finansial—melainkan pintu masuk menuju program-program pilar, yang menjadi gerbang bagi mentorship berorientasi industri, pengalaman langsung di dunia industri, serta komunitas dinamis yang mendorong masa depan ilmu hayati di Hong Kong, kawasan Delta Sungai Yangtze (YRD), Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau (GBA), dan wilayah lainnya.

“Saya sangat ingin pergi ke sana [Shanghai dan Shenzhen] karena saya akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi tempat-tempat baru sekaligus bertemu dengan orang-orang dari budaya yang berbeda,” ujar Rachelle. Sementara itu, Rayan dan Vincy juga memandang program magang tersebut sebagai peluang berharga untuk memperoleh pengalaman di Tiongkok Daratan. “Saya telah mendengar begitu banyak hal baik dari teman-teman saya, terutama tentang perusahaan-perusahaan farmasi di sana,” tambah Rayan.

Sebagai penggerak ekosistem ilmu hayati, HKLSS terus memperluas program pilar, berbagai kegiatan, serta jejaringnya untuk memenuhi kebutuhan anggota yang terus berkembang di berbagai tahap karier. Untuk menjawab meningkatnya permintaan akan talenta ilmu hayati serta menarik para profesional, baik lokal maupun non-lokal, ke Hong Kong, HKLSS juga meluncurkan Biotech Talent, sebuah platform lowongan kerja khusus yang menghubungkan talenta dengan berbagai peluang di industri ilmu hayati dan bioteknologi, sekaligus memberikan akses langsung bagi pemberi kerja ke kumpulan talenta yang beragam. Melalui rangkaian inisiatif yang terus berkembang, HKLSS bermitra dengan jaringannya untuk mendukung dan membina ekosistem ilmu hayati yang dinamis dengan penuh komitmen.

Keterangan Foto: Para penerima Hong Kong Life Sciences Scholarship Awards 2025/26: (dari kiri) SANTOSO Rachelle Jacinda, RAHMAN Syed Rayan, dan TAI Wing Yin Vincy.

Tentang Hong Kong Life Sciences Society

Hong Kong Life Sciences Society (HKLSS) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Nan Fung Group pada tahun 2018 dengan tujuan membangun ekosistem ilmu hayati yang dinamis di Hong Kong. Melalui pertukaran pengetahuan, kolaborasi, dan keterlibatan publik, HKLSS berupaya menarik, membina, dan mempertahankan talenta di sektor ilmu hayati dan bioteknologi Hong Kong.

Pengurus Hong Kong Life Sciences Society

Pendiri dan Ketua Dewan:
Tn. Vincent Cheung

Wakil Ketua Dewan:
Tn. Shannon Cheung
Prof. Nancy Ip
Tn. Antony Leung

Direktur Eksekutif:
Prof. Ken Wong

Anggota Dewan Penasihat

Prof. Tom Cheung, Dr. Vanessa Cheung,
Ibu Irene Chu, Tn. Shan Fu, Tn. Meng Gao,
Ibu Gladdy He, Prof. David Ho, Dr. Lu Huang,
Tn. Emmanuel Hui, Prof. Daniel Lee, Ibu Nisa Leung,
Prof. Suet Yi Leung, Prof. Kai Liu, Prof. Stephanie Ma,
Dr. Jay Mei, Prof. Malik Peiris, Prof. Leo Poon,
Dr. Jin Seok Seo, Prof. Anderson Shum, Dr. Qiusong Tang,
Tn. William Tang, Prof. Lap-Chee Tsui, Prof. Yung Hou Wong,
Tn. Frank Yu, Prof. Kwok-Yung Yuen

Website: www.hklss.org
Facebook: www.facebook.com/HKLifeSciencesSociety
Instagram: www.instagram.com/hklifesciencessociety
LinkedIn: www.linkedin.com/company/hklss/
Media inquiries: info@hklss.org