VIENNA, AUSTRIA – Media OutReach Newswire – Delegasi budaya tingkat tinggi dari Wuxi, yang dikenal sebagai Home of Erhu, telah menyelesaikan tur musik bersejarah selama dua minggu di Belgia, Jerman, Austria, dan Hongaria. Dengan lebih dari 80 anggota dari Wuxi Cultural Exchange Group, tur ini menjadi upaya internasional terbesar kota tersebut sejak ditetapkan sebagai UNESCO Creative City of Music pada 2025.

Keterangan Foto: Tepuk tangan meriah untuk Wuxi Cultural Exchange Group di Elbphilharmonie Hamburg.

Tur yang dimulai pada 14 Februari, bertajuk “Chinese Folk Music Odyssey”, menampilkan tujuh konser besar di samping serangkaian pertukaran budaya akademik dan akar rumput. Tur ini menjadi dialog tingkat tinggi antara warisan tradisional wilayah Jiangnan di Tiongkok dan pusat musik klasik Eropa.

Tur dibuka di Centre for Fine Arts, di mana sekitar 2.000 penonton menikmati Spring Festival Overture yang penuh semangat. Ansambel ini menghadirkan “Chinese Music Feast”, menggunakan alat musik tradisional untuk melukiskan “Jiangnan Scroll” auditori tentang kehidupan di Tiongkok selatan. Pada puncak yang menyentuh, biola Tiongkok bergabung dengan biola berdaun kunci lokal untuk memainkan karya klasik Horse Racing. Perpaduan senar Timur dan Barat ini mengundang air mata diaspora Tiongkok dan mendapat tepuk tangan berdiri dari penonton lokal.

“Melodi-melodi ini memiliki pesona alami sekaligus warisan budaya yang mendalam. Ini benar-benar pertukaran musik tanpa batas,” kata kritikus musik Belgia, Philippe, setelah enam kali panggilan tirai.

Di luar aula konser, kelompok ini juga berinteraksi dengan budaya pop Eropa di kawasan Comic Strip, Brussels. Sebuah “flash mob” bertajuk Tintin’s Encounter with Jiangnan Music menampilkan musisi yang tampil di samping mural ikonik Tintin, melibatkan pemuda dan penduduk lokal melalui interaksi budaya yang ramah media sosial.

Keterangan Foto: Penduduk lokal mencoba alat musik tradisional Tiongkok pada acara di jalanan.

Perjalanan berlanjut melalui venue elit di Jerman, termasuk Elbphilharmonie Hamburg dan Tonhalle Düsseldorf, menampilkan presisi teknis orkestrasi musik rakyat Tiongkok. Di Tyrol, Austria, tur mengambil nuansa improvisasi ketika musisi Wuxi tampil bersama seniman lokal dengan latar pegunungan Alpen, menunjukkan “keindahan tanpa batas” secara langsung.

Tur ditutup pada 26 Februari di Wiener Konzerthaus, dengan ansambel menggelar salon budaya “Dreamy Jiangnan”. Acara ini menggabungkan pertunjukan musik dengan pameran interaktif warisan budaya takbenda Wuxi, menampilkan bordir tradisional dan figur tanah liat. Delegasi juga mengunjungi University of Music and Performing Arts Vienna untuk acara pertukaran musik Tiongkok-Austria bertajuk “Jiangnan Charm, Harmonious Resonance”. Melalui dialog akademik dengan fakultas dan mahasiswa, kedua belah pihak terlibat dalam pertemuan budaya yang bermakna. Interaksi ini melampaui sekadar pertunjukan, memperdalam pemahaman bersama dan memperkuat hubungan musik antara Timur dan Barat.

Dengan mengintegrasikan “Voice of China” ke dalam “World Symphony,” Wuxi Cultural Exchange Group membuka babak baru dalam keterlibatan musik Wuxi yang berkelanjutan dengan dunia.