SEOUL, KOREA SELATAN – Media OutReach Newswire – Seiring lanskap kesehatan global menjadi semakin terspesialisasi, gelombang baru mahasiswa kedokteran “nontradisional” muncul di seluruh Asia Timur. Di Korea Selatan, kedokteran tetap menjadi salah satu jalur karier yang paling stabil dan dihormati.

Sebuah survei terbaru menemukan bahwa lebih dari 60% orang dewasa yang bekerja berharap anak-anak mereka dapat masuk sekolah kedokteran, dengan hampir 70% menyebut stabilitas pekerjaan jangka panjang sebagai alasan utama. Temuan ini mencerminkan daya tarik profesi ini yang bertahan lama, bahkan di tengah persaingan ketat untuk masuk, daya tarik yang tidak hanya berlaku di awal perjalanan profesional, tetapi terus berlanjut sepanjang karier seorang dokter.
Menyadari pola ini, St. George’s University (SGU) School of Medicine di Grenada, Kepulauan West Indies, menawarkan jalur internasional strategis bagi para profesional paruh baya di Korea Selatan yang ingin beralih ke profesi kedokteran.
Tidak Pernah Terlambat Mengejar Kedokteran
Menurut Association of American Medical Colleges (AAMC), usia median mahasiswa yang memulai sekolah kedokteran pada tahun 2024 adalah 23 tahun, dengan lebih dari 16 persen berusia di atas 25 tahun.
Angka ini bisa bervariasi menurut institusi. Misalnya, angkatan SGU School of Medicine yang mendaftar pada tahun akademik 2024-25 memiliki usia median 24 tahun. Sekitar sembilan persen dari angkatan tersebut berusia di atas 30 tahun, bahkan beberapa memulai pendidikan kedokteran di usia 50-an dan 60-an.
Perjalanan dari Ilmu Pengetahuan ke Kedokteran Klinis
Dr. Ahmed Hussein, MD ’22, adalah contoh profesional yang beralih ke kedokteran setelah sebelumnya membangun karier di bidang farmakologi. Termotivasi oleh keinginan untuk bekerja langsung dengan pasien, ia mengejar tujuan jangka panjangnya menjadi dokter di SGU School of Medicine, Grenada.
“Bekerja di garis depan, mendiagnosis dan merawat pasien, adalah dorongan utama saya untuk mengejar kedokteran. Saya tahu ini akan membutuhkan kerja keras setiap hari, tetapi saya siap untuk menempuh perjalanan ini,” ujarnya.
Dr. Hussein menghargai persiapan akademik SGU untuk US Medical Licensing Examination (USMLE) dan kurikulum ilmu dasar yang terperinci. Saat ini, ia adalah residen pediatri tahun pertama di Maimonides Medical Center di Brooklyn, New York.
Bagi mahasiswa Korea Selatan yang mempertimbangkan praktik kedokteran secara internasional, akses ke rotasi klinis di AS dan Inggris, bersama dengan persiapan USMLE yang terstruktur, menjadi faktor penting saat menilai sekolah kedokteran.
Jalur Global untuk Mahasiswa Korea Selatan
SGU menawarkan peluang pelatihan klinis melalui jaringan lebih dari 75 rumah sakit dan pusat kesehatan afiliasi di Amerika Serikat dan Inggris. Mahasiswa dapat memulai pendidikan kedokteran mereka di Grenada atau Inggris sebelum melanjutkan rotasi klinis di luar negeri.
Bagi para profesional Korea Selatan yang ingin beralih karier, paparan internasional ini dapat memberikan pengalaman klinis yang lebih luas dan membuka jalur menuju praktik kedokteran global.
SGU menawarkan berbagai beasiswa untuk membantu calon mahasiswa kedokteran mewujudkan impian mereka menjadi dokter. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web SGU.
Recent Comments