HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Kanker hati merupakan salah satu dari tiga kanker paling mematikan di dunia, dan kasus yang terkait dengan disfungsi metabolik semakin umum dalam beberapa tahun terakhir. Tim peneliti dari The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) telah mengidentifikasi sebuah protein yang disekresikan oleh sel lemak yang mendorong pertumbuhan kanker dan berhasil mengembangkan antibodi baru yang menetralkan protein ini, menandai terobosan penting dalam menghambat perkembangan kanker hati. Temuan penelitian ini telah dipublikasikan di Journal of Clinical Investigation.

Metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD), yang lebih dikenal sebagai penyakit hati berlemak, saat ini memengaruhi sekitar seperempat populasi dunia dan merupakan faktor risiko penting untuk kanker hati. Pada individu yang terdampak, sel lemak memicu resistensi insulin dan peradangan kronis, menyebabkan akumulasi lemak berlebih di hati. Hal ini akhirnya mengganggu fungsi hati dan dapat berkembang menjadi kanker hati. Pilihan pengobatan untuk kanker hati akibat MASLD masih terbatas, dan efektivitas imunoterapi yang ada saat ini belum optimal.

Studi terobosan yang dipimpin oleh Prof. Terence Lee, Wakil Kepala dan Profesor Departemen Biologi Terapan dan Teknologi Kimia PolyU, dan tim penelitinya, mengungkap bahwa protein yang berasal dari adiposit, yaitu fatty acid-binding protein 4 (FABP4), merupakan penggerak utama yang mempercepat pertumbuhan tumor. Melalui spektrometri massa, tim menegaskan bahwa pasien dengan kanker hati akibat MASLD memiliki kadar FABP4 yang meningkat secara signifikan dalam serum mereka. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa FABP4 mengaktifkan serangkaian jalur sinyal pro-proliferatif di dalam sel, menyebabkan sel kanker berkembang biak dan tumbuh lebih cepat.

Tim Prof. Lee berhasil mengembangkan antibodi monoklonal yang menetralkan FABP4. Antibodi ini tidak hanya menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel punca kanker yang dipicu FABP4, tetapi juga meningkatkan kemampuan sel imun dalam melawan kanker.

“Antibodi penetral FABP4 ini menunjukkan potensi signifikan dalam menghambat pertumbuhan tumor dan mengaktifkan sel imun, memberikan pendekatan tambahan untuk strategi imunoterapi saat ini. Temuan kami menyoroti bahwa menargetkan FABP4 yang berasal dari adiposit memiliki prospek untuk mengobati kanker hati akibat MASLD,”
ungkap Prof. Lee, dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Prof. Lee menambahkan bahwa pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana FABP4 yang berasal dari adiposit memengaruhi sel kanker hati membantu menjelaskan mekanisme penyakit kanker hati, terutama pada individu obesitas. Intervensi pada jalur sinyal terkait dapat memberikan metode efektif untuk melawan keganasan agresif ini.

Prof. Lee meyakini bahwa seiring imunoterapi yang menargetkan adiposit ini terus berkembang, hal itu akan membawa lebih banyak opsi pengobatan bagi pasien MASLD. “Jika efektivitasnya dapat dibuktikan dalam uji klinis, ini bisa menawarkan harapan baru bagi banyak individu yang terdampak,” jelasnya.

Penelitian ini didukung oleh Innovation and Technology Fund dari Innovation and Technology Commission, Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok. PolyU telah mengajukan paten non-provisional untuk antibodi yang dikembangkan dan terus mengoptimalkan afinitas ikatannya untuk memfasilitasi aplikasi klinis di masa depan.

Keterangan Foto: Prof. Terence Lee, Wakil Kepala dan Profesor di Departemen Biologi Terapan dan Teknologi Kimia PolyU, bersama tim penelitinya, telah mengembangkan antibodi baru yang menargetkan protein FABP4 yang berasal dari adiposit, menawarkan pendekatan baru untuk pengobatan kanker hati terkait metabolisme.