Kampanye ini menyoroti kesejahteraan, budaya, dan perjalanan yang bermakna di seluruh Thailand dengan menampilkan kreator internasional, termasuk penyanyi-penulis lagu asal Inggris, Henry Moodie.

BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengundang wisatawan dari seluruh dunia untuk menemukan kembali keseimbangan melalui kampanye global Healing Journey Thailand, yang dipandu oleh konsep komunikasi Healing is the New Luxury. Diluncurkan pada Januari 2026, kampanye ini mencerminkan strategi pariwisata Thailand yang berfokus pada perjalanan bernilai tinggi, berbasis kesejahteraan, dan berorientasi tujuan, dengan memposisikan negara tersebut sebagai destinasi di mana wisatawan dapat terhubung kembali dengan diri mereka melalui pengalaman budaya dan perjalanan yang memulihkan.

Henry Moodie memainkan peran penting, dengan gaya penceritaannya membentuk narasi kampanye. Perjalanannya, yang ditampilkan dalam film kampanye yang ditayangkan perdana di The Cinema at Selfridges London, mengikuti eksplorasi di Krabi dan Trang, mulai dari Ko Muk dan Ko Kradan hingga komunitas Na Muen Sri, yang menyoroti budaya hidup dan semangat Thailand.

Kampanye ini menghadirkan pengalaman yang dipandu oleh para kreator di seluruh Thailand, mencerminkan pergeseran global dalam konsep kemewahan — dari yang bersifat material menjadi keterlibatan yang lebih bermakna.

Di Thailand selatan, kreator asal Swedia Malin & Jules (@Malinandjules) mengeksplorasi “kemewahan tersembunyi” di Chumphon dan Ranong melalui gaya hidup santai, budaya kopi, kehidupan pulau di Ko Phayam, pemandian air panas, serta makan siang di taman.

Di Thailand utara, Casey Pickup (@howtotravelfulltime) dan Kseniia Kalenyk (@kseniia.journey) menjelajahi warisan Chiang Mai melalui seni dan kerajinan Lanna, termasuk Nuat Fon, pijat Lanna yang terinspirasi dari tarian Fon Leb, serta pijat Yam Khang. Perjalanan ini ditutup dengan makan malam di atas kapal di Sungai Ping dan meditasi penyembuhan suara.

Otoritas Pariwisata Thailand mengundang wisatawan global untuk menemukan kembali keseimbangan melalui kampanye “Healing Journey Thailand”. (3)

Di kota bersejarah Sukhothai, Aytan Abbasli (@aytanabbasil) dan Mia Emilie Persson (@miaemiliepersson) menjelajahi situs yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, kerajinan perak khas Sukhothai, tekstil Tin Chok, serta kehidupan komunitas di Baan Na Ton Chan, yang diakhiri dengan kegiatan membuat kebajikan di Wat Traphang Thong.

Alam dan petualangan membentuk perjalanan di Khao Yai bagi Naziha Banu Fathima (@the_fatimablejournal) dan Khaled Mohamed Abdulla Hamad Aljneibi (@alsinaani_khalid000), yang menggabungkan keberlanjutan dengan aktivitas luar ruang seperti trekking di taman nasional, glamping di hutan, serta diskusi di Khao Yai Art Forest.

Di Phang-Nga, Patrick James Mitchell dan Meghan Celina McPhee (@megsandpat) merasakan harmoni dengan alam di Samed Nangshe Viewpoint, menyelam di Kepulauan Surin, arung jeram bambu, serta pengalaman di Khao Lak dengan pertunjukan api dan terapi penyembuhan suara di tepi Laut Andaman.

Secara keseluruhan, perjalanan-perjalanan ini mencerminkan identitas Thailand, di mana pengalaman wisata dibentuk oleh kualitas dan keberlanjutan. Dipandu oleh konsep Healing is the New Luxury, kampanye ini mendorong strategi Value over Volume dari TAT, yang mengajak wisatawan untuk terlibat lebih dalam dengan lanskap, budaya, dan komunitas, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.