BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – Money20/20, ajang fintech terkemuka di dunia dan pusat tempat uang melakukan bisnis, merilis laporan tahunan Future of Fintech in APAC menjelang Money20/20 Asia yang akan berlangsung di Bangkok pada 21–23 April di Queen Sirikit National Convention Center. Whitepaper ini mengungkap bahwa ekosistem fintech di Asia-Pasifik telah mencapai titik balik penting, bergeser dari fase eksperimen ke inovasi berskala produksi di bidang AI, pembayaran digital, dan aset.

Berdasarkan wawasan dari lebih dari 130 pemimpin senior fintech, laporan ini menyoroti industri yang bergerak melampaui program percontohan menuju solusi berskala perusahaan yang menekankan kolaborasi, kepercayaan digital, dan inklusi keuangan sebagai imperatif bisnis utama pada 2026.
Temuan Utama
- 22,9% responden mengidentifikasi wilayah ini sebagai target pertumbuhan utama mereka, menegaskan dominasi APAC sebagai mesin pertumbuhan regional.
- 90,6% eksekutif menyatakan inisiatif kebaikan sosial kini tertanam dalam strategi perusahaan, menunjukkan dampak sosial telah menjadi imperatif komersial.
- 61,2% organisasi telah mengadopsi AI atau pembelajaran mesin.
- Kerangka regulasi baru di Singapura, Hong Kong, dan Jepang mendorong adopsi institusional stablecoin dan aset tokenisasi.
- 63,5% pemimpin menyebut pencegahan penipuan sebagai prioritas operasional tertinggi.
“APAC tidak lagi bereksperimen — kini wilayah ini mengeksekusi. Wilayah ini membangun infrastruktur keuangan yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih inklusif daripada sebelumnya. Apa yang terjadi di sini akan memengaruhi masa depan uang secara global,” ungkap Ian Fong, VP Konten di Money20/20 Asia, dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Kepercayaan Digital Menjadi Mata Uang Baru
Dengan percepatan adopsi digital, 63,5% pemimpin mengidentifikasi pencegahan penipuan sebagai prioritas utama. Regulator dan pelaku industri kini berfokus pada intelijen risiko real-time dan keamanan berbasis AI.
“Kecepatan adopsi digital di APAC telah melampaui model penipuan tradisional. Yang kita lihat sekarang adalah pergeseran menuju intelijen real-time di tingkat perangkat yang bekerja diam-diam di latar belakang. Kepercayaan adalah mata uang baru dalam keuangan digital, dan perusahaan yang menanamkannya di setiap interaksi sambil memberikan pengalaman tanpa hambatan akan menentukan masa depan industry,” jelas Justin Lie, Founder & CEO SHIELD.
Stablecoin Menjadi Infrastruktur Keuangan Arus Utama
Keterlibatan institusional dengan stablecoin dan instrumen keuangan tokenisasi meningkat secara signifikan, didukung oleh kerangka regulasi yang semakin jelas di Singapura, Hong Kong, dan Jepang.
“Di seluruh Asia, stablecoin sudah tertanam dalam aktivitas ekonomi nyata, mulai dari pembayaran dan penyelesaian lintas batas hingga optimisasi kas. Wilayah ini menunjukkan bagaimana aset digital dapat berkembang dalam sistem keuangan, dan fase berikutnya adalah tentang interoperabilitas dan pengembangan sistem operasi ekonomi untuk internet,” kata Yam Ki Chan, VP Asia Pasifik di Circle.
Pinjaman Digital Memperluas Akses Keuangan
Laporan ini menyoroti bahwa 72,9% responden percaya bahwa solusi fintech yang disesuaikan untuk UKM menjadi kunci pertumbuhan ekonomi APAC, menandakan peluang yang semakin luas bagi inovasi keuangan yang inklusif.
“Inklusi keuangan tidak dicapai hanya dengan menempatkan produk secara online — ini membutuhkan pembangunan yang sesuai dengan realitas konsumen sehari-hari. Di pasar seperti Filipina, kepercayaan, transparansi, dan fleksibilitas sama pentingnya dengan penilaian kredit. Pinjaman digital berhasil ketika memberdayakan orang, bukan hanya meniru sistem lama dengan antarmuka baru,” kata Moritz Gastl, General Manager Tala Filipina.
Melihat ke Depan: Kolaborasi Akan Menentukan Dekade Berikutnya
Seiring AI berkembang, jaringan pembayaran saling terhubung, dan aset digital memasuki pasar yang diatur, APAC muncul sebagai cetak biru global untuk sistem keuangan masa depan.
“Gelombang berikutnya dari inovasi fintech akan ditentukan oleh seberapa baik kita menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan dampak sosial,” tambah Fong. “Pasar APAC membuktikan bahwa inovasi dan inklusi keuangan dapat berkembang bersama-sama.”
Laporan The Future of Fintech in APAC dapat diunduh DI SINI.
Recent Comments