· Survei Sentimen Kontraktor menunjukkan bahwa 70% responden memperkirakan kondisi pasar akan membaik pada tahun 2026.
· Biaya fit out kantor menunjukkan perbedaan di seluruh kawasan, dengan Jepang dan Taipei mencatat kenaikan terbesar dari tahun ke tahun, sementara biaya di Hong Kong tetap stabil.
HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Panduan Biaya Fit Out Kantor Asia Pasifik 2026 dari Cushman & Wakefield menyoroti adanya pergeseran yang jelas dalam dinamika pasar regional, dengan sentimen yang semakin kuat dan tingkat aktivitas yang meningkat di beberapa pasar utama. Kepercayaan kontraktor meningkat dari tahun ke tahun, dengan 70% responden dalam Survei Sentimen Kontraktor tahunan perusahaan memperkirakan kondisi yang lebih baik pada tahun 2026. Sentimen positif ini juga didukung oleh serapan ruang kantor sebesar 92 juta kaki persegi pada tahun 2025 yang melebihi ekspektasi, serta penyusutan proyek konstruksi di luar India.
Dari 180 responden survei, hampir dua pertiga melaporkan backlog proyek sekitar enam bulan, yang mencerminkan perbaikan kondisi pelaksanaan proyek di seluruh kawasan. Meskipun Jepang dan Indonesia masih menjadi pengecualian dengan backlog yang lebih panjang, sebagian besar pasar memperkirakan stabilisasi atau sedikit perbaikan dalam jadwal penyelesaian proyek pada tahun 2026. Keselarasan antara sentimen kontraktor dan meningkatnya permintaan dari penyewa ini menunjukkan munculnya lingkungan proyek yang lebih seimbang dan aktif di Asia Pasifik.
Ranee Ng, Executive Director sekaligus Head of Project & Development Services di Hong Kong, mengatakan bahwa seiring berkembangnya pasar properti Hong Kong, para penyewa kini mencari strategi fit out yang praktis dan dapat diskalakan untuk meningkatkan efisiensi di lingkungan dengan kepadatan tinggi. Terdapat pergeseran yang jelas menuju desain fleksibel yang dapat dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku tenaga kerja dan kebijakan, sementara permintaan terhadap material berkelanjutan, konstruksi hemat energi, dan teknologi bangunan pintar semakin mendorong inovasi. Tren ini menciptakan ekosistem fit out yang lebih tangguh, di mana pengelolaan biaya yang disiplin dan pelaksanaan berbasis nilai memungkinkan klien mencapai kinerja optimal tanpa mengorbankan kualitas.
Pergerakan Biaya Fit Out (YoY, 2025 → 2026)
Panduan 2026 melaporkan adanya perbedaan tren biaya fit out di tingkat kota (diukur dalam USD per kaki persegi) di seluruh kawasan:
- Biaya meningkat: Jepang dan Taipei mencatat kenaikan terbesar dari tahun ke tahun
(Tokyo: USD 215 vs USD 195; Taipei: USD 145 vs USD 110) - Biaya menurun: Tiongkok daratan dan Korea Selatan mengalami penurunan
(Shenzhen: USD 87 vs USD 94; Seoul: USD 130 vs USD 156) - Biaya stabil: Singapura (USD 140) dan Hong Kong (USD 160) relatif tidak berubah
- Nilai terbaik: India tetap menjadi pasar paling kompetitif dari sisi biaya di kawasan, dengan sebagian besar kota besar berada di kisaran USD 65–73 per kaki persegi
Pergerakan biaya ini mencerminkan dinamika konstruksi lokal yang terus berkembang serta penyesuaian ekonomi yang lebih luas yang memengaruhi pasar material, tenaga kerja, dan pengiriman proyek di Asia Pasifik.
Dinamika Pasar Kantor APAC
Meskipun permintaan kantor di kawasan Asia Pasifik meningkat tajam pada tahun 2025, Cushman & Wakefield juga mencatat adanya penurunan signifikan dalam pasokan kantor baru di luar India. Pipeline pengembangan telah menurun tajam akibat meningkatnya biaya konstruksi dan menurunnya kelayakan proyek, yang pada akhirnya meningkatkan persaingan untuk ruang premium. Seiring pasokan yang semakin terbatas, tingkat kekosongan di gedung berkualitas tinggi—terutama di kawasan pusat bisnis utama (CBD)—diperkirakan akan menurun, memperkuat tren perpindahan penyewa ke ruang berkualitas lebih tinggi.
Penulis laporan sekaligus Head of International Research APAC & EMEA, Dominic Brown, menyatakan bahwa setelah menunjukkan ketahanan pada tahun 2025, pasar kantor Asia Pasifik kini memasuki fase yang lebih stabil, didukung oleh kembalinya kepercayaan bisnis secara bertahap. Dikombinasikan dengan penyusutan pipeline pasokan di luar India yang mengubah lanskap persaingan untuk ruang berkualitas tinggi, perubahan ini menandai titik balik penting bagi kawasan pada tahun 2026, dengan penyewa dan investor yang siap memasuki momentum pertumbuhan baru.
Catatan:
- Data dan tolok ukur harga dalam panduan ini mencerminkan kondisi pasar hingga Desember 2025. Untuk wawasan terkait konflik di Timur Tengah, silakan merujuk pada laporan khusus dari Cushman & Wakefield mengenai implikasinya terhadap energi, inflasi, dan real estat komersial.
- Cushman & Wakefield juga menerbitkan Panduan Biaya Fit Out Kantor untuk kawasan APAC, EMEA, dan Amerika.

Tentang Cushman & Wakefield
Cushman & Wakefield (NYSE: CWK) adalah perusahaan jasa real estat komersial global terkemuka yang melayani penyewa dan investor, dengan sekitar 53.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 350 kantor di hampir 60 negara. Di kawasan Tiongkok Raya, jaringan 23 kantor melayani pasar lokal di seluruh wilayah tersebut.
Pada tahun 2025, perusahaan ini melaporkan pendapatan sebesar 10,3 miliar dolar AS dari layanan intinya, yang meliputi penilaian (valuation), konsultasi, layanan proyek dan pengembangan, pasar modal, layanan proyek dan penyewa, industri dan logistik, ritel, serta layanan lainnya. Berlandaskan keyakinan bahwa “Better never settles,” perusahaan ini telah menerima berbagai penghargaan industri dan bisnis atas budaya kerjanya yang diakui secara luas.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.cushmanwakefield.com.hk atau ikuti melalui LinkedIn (www.linkedin.com/company/cushman-&-wakefield-greater-china).
Recent Comments