Menghimpun Para Pakar Global untuk Menyampaikan Wawasan dari Garda Terdepan Ilmu Antariksa dan Keberlanjutan

HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Dalam sebuah pencapaian bersejarah bagi komunitas ilmiah kawasan, Hong Kong terpilih untuk menjadi tuan rumah Asia-Pacific Regional IAU Meeting (APRIM) untuk pertama kalinya. Dijuluki sebagai “Olimpiade Astrofisika dan Ilmu Antariksa”, ajang bergengsi ini akan berlangsung pada 4 hingga 8 Mei 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre (HKCEC).

Diselenggarakan oleh International Astronomical Union (IAU) dan dihoskan oleh Laboratory for Space Research (LSR) dari The University of Hong Kong, konferensi ini akan menghadirkan para peraih Nobel dan Shaw Prize, bersama ilmuwan terkemuka lainnya dari seluruh dunia. Sebagai pertemuan astronomi terdepan di kawasan Asia-Pasifik, acara ini menjadi tonggak penting bagi Hong Kong, menegaskan perannya yang krusial dalam riset fundamental, pendidikan STEM, serta kolaborasi internasional.

Pertemuan Para Pemikir di Pusat Antariksa yang Tengah Berkembang

Profesor Quentin Parker, Ketua APRIM2026 sekaligus Direktur HKU Laboratory for Space Research, menyatakan bahwa membawa “Olimpiade Astrofisika dan Ilmu Antariksa” ke Hong Kong menunjukkan kapasitas kota tersebut sebagai pusat global bagi astrofisika dan ilmu antariksa.

“Sebagai Ketua pertemuan bersejarah ini, saya merasa terhormat menyambut komunitas global Astrofisika dan Ilmu Antariksa di Hong Kong. Kami ingin memanfaatkan platform ini tidak hanya untuk menampilkan kapabilitas kota kami di era ‘New Space’, tetapi juga untuk menginspirasi generasi ilmuwan berikutnya untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum diketahui,” ujar Prof. Parker.

Profesor Xue Suijian, mantan Wakil Direktur National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences, menilai bahwa keputusan IAU memilih Hong Kong didorong oleh lingkungan internasionalnya yang kuat serta keunggulan akademiknya. Ia menyoroti kontribusi kota tersebut yang semakin berkembang dalam eksplorasi ruang angkasa jauh, ilmu planet, dan analisis big data, yang semakin mengukuhkan perannya sebagai jembatan pertukaran ilmiah internasional.

Menjembatani Riset Fundamental dan Peluang Masa Depan

Meskipun berakar pada ketelitian akademik, APRIM 2026 juga menanggapi pergeseran paradigma dari inisiatif yang dipimpin pemerintah menuju era “New Space” yang lebih terdemokratisasi. Konferensi ini menyediakan platform yang menghubungkan astrofisika teoretis dengan penerapan di dunia nyata.

Sejalan dengan agenda ilmiah global, konferensi ini diperkirakan akan mempertemukan hampir 1.000 pakar. Diskusi akan mencakup asal-usul alam semesta hingga arah baru dalam eksplorasi ruang angkasa, meliputi bidang-bidang utama seperti Ilmu Planet, Evolusi Bintang, dan Kosmologi. Acara ini juga berupaya menjembatani dunia akademik dan industri, mengeksplorasi bagaimana teknologi mutakhir dapat membantu menjawab tantangan global.

Mendorong Keberlanjutan Antariksa

Salah satu ciri utama APRIM2026 adalah fokusnya pada “Keberlanjutan Antariksa.” Dengan meningkatnya kepadatan konstelasi satelit di orbit rendah Bumi, komunitas ilmiah menghadapi tantangan mendesak, khususnya terkait sampah antariksa dan polusi cahaya.

Melalui sesi khusus dan keterlibatan publik, konferensi ini akan membahas isu-isu krusial tersebut, serta mendorong pengelolaan lingkungan kosmik secara bertanggung jawab. Dengan mengintegrasikan diskusi ini bersama kegiatan edukasi publik termasuk lokakarya yang berfokus pada generasi muda, acara ini bertujuan membina generasi yang melek sains dan siap menjaga masa depan eksplorasi ruang angkasa.

Profesor Luis C. Ho, Direktur Kavli Institute for Astronomy and Astrophysics di Peking University, menggambarkan pertemuan ini sebagai platform penting untuk memperkuat kolaborasi riset Asia-Pasifik. Ia menekankan bahwa acara ini menandai pergeseran dari riset fundamental murni menuju penerapan industri, memungkinkan solusi teknologi tinggi melayani masyarakat serta membuka “samudra biru” ekonomi antariksa.

Tentang Organisasi

International Astronomical Union (IAU)
International Astronomical Union menghimpun lebih dari 13.000 astronom profesional dari lebih dari 85 negara. Misinya adalah memajukan dan melindungi ilmu astronomi dalam seluruh aspeknya melalui kerja sama internasional. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://iau.org

HKU Laboratory for Space Research (LSR)
HKU Laboratory for Space Research merupakan pusat interdisipliner di The University of Hong Kong yang didedikasikan untuk memajukan ilmu antariksa, riset keplanetan, dan astrofisika energi tinggi melalui penelitian satelit serta kolaborasi akademik. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://www.lsr.hku.hk

Sponsor Berlian

  • The Shaw Prize

Sponsor Emas

  • Center for Space Utilization, Chinese Academy of Sciences

Sponsor Perunggu

  • Hong Kong (International) Aerospace Charitable Foundation

Penyelenggara

  • Laboratory for Space Research of the University of Hong Kong (LSR)
  • International Astronomical Union (IAU)

Humas Resmi

  • MEMO PLUS PR & CONSULTANTS

Organisasi Pendukung

  • Feilong Aerospace Technology Ltd
  • Orion Astropreneur Space Academy (OASA)
  • Hong Kong Tourism Board
  • Purple Mountain Observatory, Chinese Academy of Sciences
  • The University of Hong Kong (HKU)
  • Kavli Institute for Astronomy and Astrophysics at Peking University (KIAA-PKU)
  • Satcom Industry Association (SIA-India)
  • National Astronomical Observatories, Chinese Academy of Sciences (NAOC)
  • International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR)
  • International Space Centre at the University of Western Australia (ISC)
  • Hong Kong Laureate Forum
  • Our Hong Kong Foundation
  • National Institutes of Natural Sciences (NINS)
  • National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ)
  • Hong Kong Institute of Science & Innovation, Chinese Academy of Sciences
  • Academia Sinica Institute of Astronomy and Astrophysics (ASIAA)
  • Three Country Trusted Broker (TCTB)
  • United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA)