NEW YORK, AS – Media OutReach Newswire – Grab Holdings Ltd. yang berbasis di Singapura (NASDAQ: GRAB) mengumumkan pada 19 Desember akuisisi Infermove, sebuah perusahaan robotika kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok. Langkah ini menandai strategi penting raksasa layanan transportasi dan pengantaran Asia Tenggara tersebut dalam sektor robotika AI. Akuisisi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pengiriman otomatis Grab, baik pada tahap “first mile” maupun “last mile” dalam operasi logistik.

Didirikan pada awal 2021 oleh Aaron Lu di sebuah garasi di Santa Clara, California, Infermove kemudian membuka kantor di Beijing dan Suzhou, Tiongkok, dengan fokus pada riset dan pengembangan (R&D) serta manufaktur. Sebagai startup yang mengkhususkan diri pada sistem pengemudian otonom untuk lingkungan tidak terstruktur dan robot manipulasi bergerak, portofolio produknya mencakup robot pengantar trotoar dengan kemampuan manipulasi lengan atas serta robot mobilitas personal.

Dengan memanfaatkan data berkendara dari kendaraan non-bermotor seperti skuter listrik para kurir, Infermove melatih robot bergerak agar mampu beradaptasi dengan lingkungan fisik dunia nyata yang kompleks. Melalui teknologi imitation learning, reinforcement learning, serta algoritma end-to-end yang dikembangkan sendiri, perusahaan ini memungkinkan robot menampilkan kemampuan operasional yang menyerupai manusia dalam skenario pengiriman last-mile yang rumit. Sistem proprietary “Rider Shadow System” memungkinkan pengumpulan data pelatihan robot secara crowdsourced menggunakan perangkat mobilitas last-mile seperti kursi roda listrik dan skuter listrik kurir, sekaligus mengatasi tantangan industri berupa lambat dan mahalnya akuisisi data serta ketergantungan berlebihan pada data simulasi atau demonstrasi dalam kecerdasan berwujud (embodied intelligence).

Pendiri Infermove, Aaron Lu, baru-baru ini masuk dalam daftar “2025 Forbes 100 Most Influential Chinese Elites”, yang mencerminkan pengakuan internasional atas inovasi teknologi dan kepemimpinan bisnisnya. Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Lu memiliki beberapa gelar lanjutan di bidang teknik biomedis, ekonomi, dan ilmu komputer dari Harvard serta universitas-universitas terkemuka lainnya di Amerika Serikat.

Sebelum mendirikan Infermove, Lu memimpin program pengemudian otonom sepenuhnya di perusahaan Silicon Valley AutoX (kini berganti nama menjadi Tesor Auto), dengan tanggung jawab atas R&D, validasi, dan persetujuan regulasi untuk produk robotaksi otonom penuh pertama perusahaan tersebut. Pada Juli 2020, ia memimpin tim yang berhasil mengembangkan taksi otonom tingkat L4 kedua di dunia yang memperoleh persetujuan untuk beroperasi sepenuhnya tanpa pengemudi di jalan umum California, Amerika Serikat—hanya selangkah setelah Waymo milik Alphabet.

Catatan publik menunjukkan bahwa sebelum akuisisi, Infermove telah berhasil mengamankan pendanaan setidaknya sebesar US$3,3 juta dari sejumlah investor, termasuk Miracle Plus, yang merupakan mantan divisi Tiongkok dari Y Combinator.

Pada tahun 2024, perusahaan ini menandatangani perjanjian investasi dengan anak perusahaan dari perusahaan tercatat Tieda Technology, dengan valuasi perusahaan sekitar US$33 juta pada saat itu. Sejumlah investor yang berfokus pada sektor kecerdasan berwujud (embodied intelligence) di Tiongkok mengungkapkan bahwa sebelum akuisisi, Infermove tengah menjalankan putaran pendanaan baru dengan valuasi tidak kurang dari US$50 juta.

Meskipun memiliki riwayat operasional yang relatif singkat, Infermove telah mencapai kemajuan pesat dalam komersialisasi. Saat ini, robot seri Carri milik perusahaan telah bermitra dengan berbagai platform pengantaran besar di Tiongkok, termasuk Meituan, Ele.me milik Alibaba, Sam’s Club, serta Dada dari JD.com. Secara bersamaan, perusahaan juga telah membangun proyek percontohan dengan klien korporasi lokal di pasar luar negeri seperti Singapura, Jepang, dan Australia. Berdasarkan informasi keuangan dan data pesanan berjalan yang diungkapkan oleh Tieda Technology saat berinvestasi di Infermove, pendapatan perusahaan melonjak dari hanya RMB 100.000 pada 2023 menjadi RMB 10 juta pada 2025, mencatat pertumbuhan 100 kali lipat dalam tiga tahun. Dengan lebih dari 1.000 pesanan yang masih menunggu pengiriman, Infermove memperkirakan pendapatannya akan melampaui RMB 200 juta pada 2026.

Sumber dari kantor Grab di Beijing mengungkapkan bahwa Suthen Thomas, CTO Grab, mengumumkan akuisisi Infermove kepada seluruh karyawan dalam pertemuan global All Hands pada bulan Desember. Dalam pertemuan tersebut, Suthen juga menampilkan beberapa produk robot terbaru Infermove dan menyatakan bahwa teknologi serta kemajuan komersialisasi perusahaan dalam robot pengantaran berbasis kecerdasan berwujud sangat mengesankan. Ia menambahkan bahwa setelah akuisisi selesai, Infermove akan tetap beroperasi sebagai entitas independen di bawah tim aslinya, dengan Lu sebagai pendiri utama yang akan melapor langsung kepadanya.

Akuisisi ini merupakan langkah krusial dalam upaya Grab untuk memajukan otomatisasi di dalam jaringan pengantaran dan mobilitasnya yang terus berkembang di Asia Tenggara dan wilayah lainnya. Di tengah meningkatnya biaya tenaga kerja dan pertumbuhan permintaan layanan pengantaran sesuai permintaan (on-demand delivery), teknologi robotika dan kecerdasan buatan telah menjadi pendorong utama untuk meningkatkan keandalan layanan sekaligus menjaga margin keuntungan.

Para analis industri mencatat bahwa pasar global robotika pengantaran jarak akhir (last-mile delivery robotics) tengah mengalami pertumbuhan pesat, dengan proyeksi ukuran pasar yang diperkirakan akan melampaui US$20 miliar pada 2027. Menghadapi tekanan ganda berupa kebutuhan pengurangan biaya dan perluasan layanan, teknologi otomasi berbasis AI telah muncul sebagai pembeda kompetitif yang krusial bagi platform pengantaran—faktor utama yang mendorong Grab untuk mengakuisisi Infermove.

Sebagai penyedia layanan mobilitas dan pengantaran terkemuka di Asia Tenggara, Grab melantai di bursa melalui merger SPAC pada Desember 2021 dan saat ini diperdagangkan di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar US$20 miliar. Perusahaan ini secara konsisten berinvestasi dalam peningkatan teknologi untuk mengoptimalkan layanan pengantaran makanan, transportasi daring, dan layanan keuangan. Sebelumnya, dalam menanggapi pertanyaan dari Bloomberg, Grab menyatakan bahwa solusi Infermove akan secara efektif melengkapi kapabilitas jaringan pengantarannya, dan investasi ini akan semakin mendorong pertumbuhan berkelanjutan Infermove.