HARBIN, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – Menggunakan kota sebagai jendela untuk menampilkan peluang China dan wali kota sebagai katalis pertukaran wawasan pemerintahan, acara “Global Mayors Dialogue · Harbin” digelar pada 6–8 Januari 2026 di Harbin, yang terkenal sebagai “Kota Es” di China. Acara ini bertujuan untuk memperdalam pembelajaran antar-kota, memperkuat kerja sama dengan kota kembar, dan mendorong pertukaran ekonomi, perdagangan, serta budaya, sehingga memperkenalkan dunia pada pesona otentik dan peluang melimpah yang dimiliki China. Pertemuan global bertema es dan salju ini secara nyata menampilkan bagaimana Harbin mengubah budaya dan ekonomi es-salju khasnya menjadi pendorong baru bagi pembangunan berkualitas tinggi serta jembatan untuk keterbukaan yang lebih luas.

Acara ini dipandu oleh Kantor Informasi Dewan Negara dan diselenggarakan bersama oleh Kantor Informasi Pemerintah Provinsi Heilongjiang dan Pemerintah Kota Harbin. Acara ini menyambut wali kota, wakil wali kota, dan perwakilan wali kota dari berbagai kota internasional, termasuk Edmonton (Kanada), Rovaniemi (Finlandia), Magdeburg (Jerman), Chalandri (Yunani), Bucheon (Korea Selatan), Chiang Mai (Thailand), dan Erzurum Metropolitan Municipality (Republik Turki). Dengan tema utama seperti pembangunan berkelanjutan ekonomi es dan salju serta jalur kerja sama global, inovasi tata kelola publik perkotaan, pertumbuhan ekonomi es dan salju berbasis teknologi, dan penciptaan “IP es dan salju,” acara ini menampilkan dialog utama dan sesi berbagi berbasis skenario untuk mendorong pertukaran mendalam dan memicu ide-ide baru. Melalui “jendela Kota Es” ini, para peserta menyaksikan langsung kota-kota China yang mengembangkan rantai industri penuh sektor es dan salju sambil menyeimbangkan perlindungan ekologi dan pertumbuhan ekonomi, serta mengeksplorasi jalur masa depan bagi pembangunan perkotaan berkualitas tinggi di wilayah beriklim dingin.

Acara ini tidak hanya berfokus pada pertukaran intelektual tetapi juga kerja sama praktis. Para tamu mengunjungi lokasi ikonik seperti Harbin Ice-Snow World, Central Street, dan Museum Dirgantara Institut Teknologi Harbin. Mereka turut merasakan pengalaman membuat patung es, bermain curling interaktif, dan mencoba kerajinan warisan budaya takbenda secara langsung, sehingga mengalami pesona budaya es dan salju serta vitalitas inovatif kota. Secara bersamaan, 2026 Harbin International Ice and Snow Economy Expo digelar sebagai platform global untuk kerja sama industri, mempromosikan pertukaran budaya dan kemitraan perdagangan antar kota internasional untuk secara efektif mengubah sumber daya es dan salju menjadi pendorong baru bagi pembangunan perkotaan.
Global Mayors Dialogue telah menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kepercayaan internasional dan memperdalam pertukaran peradaban. Penyelenggaraannya di Harbin menegaskan status internasional kota ini sebagai “World Outstanding City for Ice and Snow Tourism” dan “City of Music,” serta memberikan kesempatan penting bagi Harbin untuk mendorong inisiatif pembangunan global dan memperluas keterbukaannya. Kaya akan warisan seni es dan salju, kota ini memanfaatkan es dan salju sebagai media untuk menceritakan kisah China, Heilongjiang, dan “Kota Es” secara menarik, sekaligus secara bertahap memperluas lingkaran pertemanan internasionalnya untuk saling menguntungkan.
Selama acara berlangsung, Harbin Initiative for the Global Mayors Dialogue dirilis, dan berbagai kegiatan budaya, termasuk simfoni besar Ode to Civilization, juga diselenggarakan untuk mempromosikan kerja sama komprehensif antara kota-kota China dan asing melalui berbagai format.
Recent Comments