SHANGHAI, CHINA – Media OutReach Newswire – DHL Global Forwarding, spesialis pengiriman udara dan laut dari DHL Group, baru-baru ini meluncurkan TRUCKAIR, sebuah layanan multimoda baru yang hemat biaya dan dirancang untuk mendukung pengiriman barang dalam volume besar dan berdimensi besar antara China dan Eropa. Layanan baru ini menjawab meningkatnya kebutuhan akan solusi logistik yang fleksibel dan andal di tengah dinamika perdagangan global yang terus berkembang.

Solusi TRUCKAIR mengintegrasikan angkutan darat dan udara untuk mencapai keseimbangan optimal antara biaya dan kecepatan. Setelah pengambilan barang di wilayah daratan China, kargo diangkut menggunakan truk menuju Tashkent, Uzbekistan, kemudian dipindahkan ke moda angkutan udara untuk pengiriman selanjutnya ke Istanbul, dan diteruskan ke berbagai destinasi di Eropa melalui beragam moda transportasi. Meskipun biaya dapat bervariasi tergantung pada masing-masing pengiriman dalam solusi yang dirancang khusus ini, para pelanggan melaporkan penghematan hingga enam digit angka selama dua bulan penggunaan solusi multimoda TRUCKAIR dibandingkan dengan pengiriman udara murni. Selain itu, dengan layanan multimoda TRUCKAIR, total waktu transit dari China ke Türkiye berkisar antara 9 hingga 11 hari, hanya 4 hingga 5 hari lebih lama dibandingkan waktu transit normal 4 hingga 7 hari melalui angkutan udara saja, menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan yang mencari solusi andal dan hemat biaya untuk pengiriman volume besar.

“Permintaan terhadap solusi logistik yang lincah dan efisien biaya terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan berkelanjutan perdagangan China–Eropa serta Asia–Eropa secara lebih luas. Pembaruan pasar terbaru DHL menunjukkan keterbatasan kapasitas dan kenaikan tarif menjelang Tahun Baru Imlek, dengan puncak permintaan diperkirakan terjadi pada awal Februari 2026; TRUCKAIR membantu pelanggan menghindari volatilitas jangka pendek sekaligus mempertahankan waktu pengiriman yang dapat diprediksi. Total impor dan ekspor barang China tumbuh 3,6% dalam sebelas bulan pertama tahun 2025, yang menandakan pemulihan momentum perdagangan secara stabil. Uni Eropa juga menjadi mitra dagang terbesar kedua China pada tahun 2025, dengan perdagangan bilateral meningkat 5,4% secara tahunan menjadi RMB 5,37 triliun. TRUCKAIR dikembangkan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan akan fleksibilitas dan kepastian dalam pengiriman lintas negara, sehingga memungkinkan bisnis mengendalikan biaya tanpa mengorbankan kecepatan,” ungkap Aditi Rasquinha, CEO DHL Global Forwarding Greater China, dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Dirancang untuk pengiriman kargo umum bervolume besar, solusi TRUCKAIR menawarkan alternatif yang hemat biaya dibandingkan angkutan udara tradisional, sekaligus tetap menjaga jadwal pengiriman yang sesuai bagi sektor ritel serta industri lain yang sensitif terhadap waktu dan volume tinggi. Pelanggan juga dapat mengintegrasikan TRUCKAIR dengan portofolio layanan forwarding DHL yang lebih luas guna membangun solusi rantai pasok end-to-end yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

“Perancangan strategis rute TRUCKAIR mencerminkan peran penting China sebagai pusat perdagangan global. Dengan jaringan yang luas, infrastruktur logistik yang matang, serta adopsi cepat teknologi pintar dan otomasi, China berada pada posisi unik untuk mempertahankan konektivitas yang kuat dengan pasar internasional. Dengan memanfaatkan keunggulan tersebut, TRUCKAIR membantu bisnis menghadapi tantangan rantai pasok di tengah pola perdagangan global yang terus berkembang, sekaligus menjadi pintu gerbang bagi pasar Asia-Pasifik lainnya untuk mengakses Eropa secara efisien,” pungkas Aditi.

DHL – Perusahaan Logistik untuk Dunia

DHL adalah merek global terdepan dalam industri logistik. Divisi-divisi DHL menawarkan portofolio layanan logistik yang tak tertandingi, mulai dari pengiriman paket domestik dan internasional, pengiriman e-commerce serta solusi pemenuhan pesanan, layanan ekspres internasional, transportasi darat, udara, dan laut, hingga manajemen rantai pasok industri. Dengan sekitar 400.000 karyawan di lebih dari 220 negara dan wilayah di seluruh dunia, DHL menghubungkan individu dan pelaku usaha secara aman dan andal, serta memungkinkan arus perdagangan global yang berkelanjutan. Melalui solusi khusus untuk pasar dan industri yang sedang bertumbuh, termasuk teknologi, ilmu hayati dan layanan kesehatan, teknik, manufaktur dan energi, otomotif dan mobilitas, serta ritel, DHL memposisikan diri secara kuat sebagai “perusahaan logistik untuk dunia”.

DHL merupakan bagian dari DHL Group. Grup ini membukukan pendapatan sekitar 84,2 miliar euro pada tahun 2024. Dengan praktik bisnis yang berkelanjutan serta komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan, Grup ini memberikan kontribusi positif bagi dunia. DHL Group menargetkan pencapaian logistik dengan emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050.