BEIJING, CHINA – Media OutReach Newswire – Saat angin musim semi berhembus melintasi tepi Sungai Beixiao di Distrik Chaoyang, sebuah pemandangan yang memikat hati seluruh kota tengah berlangsung. Inilah “Sungai Sakura” pertama di Beijing.

Membentang sepanjang 4,2 kilometer di kawasan tepi air, hampir 6.000 pohon bunga sakura dari 68 varietas bermekaran secara bergantian dari akhir Maret hingga akhir April. Gelombang bunga yang terus mengalir—mulai dari putih lembut, merah muda pucat, hingga merah tua dan hijau kekuningan—mengubah musim semi menjadi taman puitis yang mengundang untuk dijelajahi.

Pada 3 April, tur perahu musim semi di Sungai Beixiao resmi dimulai. Perahu dayung menghadirkan pesona oriental di atas air, perahu berbentuk mobil melaju tenang di antara tepian yang dipenuhi bunga, dan perahu wisata dipenuhi semangat kehidupan kota. Saat ketiga jenis perahu ini meluncur di sepanjang aliran sungai, ungkapan puitis “perahu melaju di antara bunga, manusia berjalan dalam lukisan” bukan lagi sekadar kata-kata—melainkan pengalaman nyata musim semi.

Selain itu, lima perahu statis bertema untuk menikmati bunga ditambatkan di sungai. Dihiasi dengan tulip, hydrangea, dan bougenville, perahu-perahu ini ditata secara artistik di sepanjang tepian, menawarkan latar foto yang sempurna di setiap sudut.

Jika Anda pernah melihat Sungai Beixiao di masa lalu, Anda akan semakin menghargai keindahan yang ada saat ini.

Dahulu merupakan saluran pengendali banjir perkotaan yang biasa dengan tepian kaku, ruang yang terfragmentasi, dan jalur yang terputus, sungai ini mengalami renovasi menyeluruh pada tahun 2024. Distrik Chaoyang menghapus pagar-pagar dan membangun jalur hijau berkualitas sepanjang 8,4 kilometer. Tujuh belas titik akses baru kini menghubungkan 14 komunitas tepi sungai langsung ke air, dengan kompleks perumahan terdekat hanya berjarak 50 meter. Bagi sekitar 80.000 penduduk, visi “melangkah keluar ke jalur hijau dan berjalan ke taman” kini menjadi kenyataan.

Transformasi “kosmetik” ini telah mengubah sungai di pusat kota menjadi “Ruang Penerima Tepi Air” yang mengintegrasikan ekologi, komersial, dan rekreasi. Sungai Beixiao kini menghadirkan perpaduan yang mulus antara air dan ruang taman. Pengunjung dapat berjalan di sepanjang tepian untuk menikmati bunga atau langsung masuk dari jalur hijau ke Taman Beixiaohe, Taman Dawangjing, dan Taman Wanghe untuk melanjutkan pencarian keindahan musim semi.

Menghubungkan distrik Wangjing dan Donghu serta mengaitkan lima pusat bisnis utama, sungai ini telah mengubah aktivitas menikmati bunga dari sekadar perjalanan singkat menjadi bagian hidup sehari-hari kota. Baik untuk jogging, bersepeda, mengajak anak berjalan, atau sekadar duduk santai, bunga sakura kini hadir tepat di luar jendela, di tepi jalan, dan di sepanjang sungai—memberikan momen penyembuhan dan kebahagiaan kapan saja.

New York memiliki Hudson River Park yang mengubah kawasan industri yang terbengkalai menjadi koridor hijau tepi air kelas dunia; tepi Sungai Thames di London menampilkan lautan bunga musim semi yang berpadu indah dengan arsitektur klasik. Kini, Beijing memiliki “Sungai Sakura”-nya sendiri—Sungai Beixiao. Ini bukan sekadar tiruan, melainkan kisah sebuah kota metropolitan yang “mempercantik” jalur air yang terlupakan untuk mengembalikannya kepada warganya dan kepada musim semi.

Musim semi ini, datanglah ke Chaoyang, Beijing. Naiki perahu dan meluncurlah di antara lautan bunga merah muda sepanjang 4,2 kilometer untuk merasakan romansa oriental yang sesungguhnya.