HCMC, VIETNAM – Media OutReach Newswire – Vietnam Selatan secara konsisten menonjol sebagai salah satu gerbang paling dinamis di negara tersebut bagi wisatawan internasional. Berpusat pada Kota Ho Chi Minh, yang merupakan pusat ekonomi dan keuangan Vietnam, kawasan ini diuntungkan oleh cuaca tropis sepanjang tahun serta ekosistem laut yang sangat beragam, sehingga menjadikannya sebagai pusat pariwisata alami.

Pada tahun 2025, Kota Ho Chi Minh mencatat jumlah pengunjung tertinggi secara nasional, dengan lebih dari 53,5 juta kedatangan, termasuk sekitar 8,5 juta wisatawan internasional. Namun, sebuah paradoks yang terus berlanjut masih terlihat. Meskipun berstatus sebagai pintu masuk utama negara, kota ini lebih berfungsi sebagai titik transit daripada destinasi tempat wisatawan memilih untuk tinggal lebih lama. Banyak pelancong hanya singgah sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi pesisir yang sudah mapan seperti Vung Tau, Phu Quoc, atau Phan Thiet.

Kota Ho Chi Minh belum sepenuhnya berkembang menjadi ekosistem pariwisata yang mampu menopang masa tinggal yang lebih panjang. Keterbatasan ini tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pengembangan berskala besar yang mampu menjadi daya tarik utama, tetapi juga berakar pada kendala yang lebih mendasar, yaitu infrastruktur konektivitas. Selama bertahun-tahun, jaringan transportasi antarprovinsi di wilayah selatan berkembang secara tidak merata, yang mengakibatkan waktu tempuh yang panjang dan ketergantungan berlebihan pada sejumlah jalur utama yang terbatas.

Namun, lanskap tersebut kini memasuki periode titik balik penting.

Gelombang baru investasi infrastruktur—yang bisa dibilang paling luas dalam sejarah kawasan ini—sedang digulirkan, dengan Can Gio sebagai pusatnya. Konvergensi koridor transportasi strategis tidak hanya mengurangi hambatan perjalanan antara pusat ekonomi dan pariwisata, tetapi juga membuka potensi Can Gio yang selama ini terabaikan, sekaligus secara bertahap membentuk ulang geografi ekonomi dan pariwisata Vietnam Selatan secara keseluruhan.

Visi jangka panjang kota ini menempatkan Can Gio sebagai kutub pertumbuhan baru, dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu menarik sekitar 40 juta pengunjung setiap tahun. Ambisi ini berkontribusi pada target nasional Vietnam untuk menyambut 30–35 juta wisatawan internasional dan 160–180 juta wisatawan domestik pada tahun 2030.

Pusat 40 Juta Pengunjung dan Transformasi Pariwisata Selatan

Secara historis, Can Gio dikenal sebagai “paru-paru hijau” Kota Ho Chi Minh, rumah bagi ekosistem hutan bakau yang luas serta cagar biosfer yang diakui UNESCO dengan luas sekitar 75.000 hektare. Di bawah visi pengembangan baru, kawasan ini secara bertahap diposisikan ulang sebagai “tepi laut Saigon”, sebuah pusat pariwisata pesisir berskala besar yang terletak tidak jauh dari wilayah metropolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa.

Serangkaian proyek infrastruktur besar kini mulai terintegrasi untuk mendefinisikan ulang aksesibilitas Can Gio. Untuk pertama kalinya, wilayah ini akan menikmati jaringan transportasi berlapis, yang secara efektif menghapus isolasi geografis yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pada sektor penerbangan, Can Gio akan terhubung langsung dengan Bandara Internasional Long Thanh—yang dirancang untuk menangani hingga 100 juta penumpang per tahun—melalui Jalan Rung Sac dan Jalan Tol Ben Luc – Long Thanh.

Pada sektor transportasi rel perkotaan, jalur metro Ben Thanh – Can Gio yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2028 akan memangkas waktu tempuh dari pusat kota ke pantai menjadi hanya 13 menit, lebih singkat dari waktu istirahat minum kopi, sehingga secara efektif mengintegrasikan Can Gio ke dalam radius aktivitas harian, baik untuk tinggal, bekerja, maupun rekreasi bagi penduduk dan pengunjung.

Pada jaringan jalan, Jembatan Can Gio yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 akan menggantikan feri Binh Khanh yang ada saat ini dan menciptakan konektivitas tanpa hambatan dengan jaringan jalan tol regional, sekaligus memasukkan Can Gio ke dalam jaringan logistik domestik maupun internasional.

Sementara itu, rute penyeberangan laut Can Gio – Vung Tau yang ditargetkan selesai pada awal 2029 akan membuka koridor pariwisata pesisir baru, memungkinkan Can Gio untuk menarik sebagian dari lebih dari 18 juta pengunjung tahunan yang saat ini bepergian ke Vung Tau.

Melengkapi tulang punggung infrastruktur ini, kehadiran Vinhomes Green Paradise secara luas dipandang sebagai kekuatan katalitik, yang mampu mengaktifkan “peta super ekonomi dan pariwisata selatan” yang baru.

Dirancang sebagai pengembangan mega-urban berbasis prinsip ESG, proyek ini tidak hanya bertujuan menghadirkan penawaran terintegrasi di bidang perhotelan, hiburan, dan gaya hidup, tetapi juga berfungsi sebagai gerbang utama serta pusat distribusi bagi arus wisatawan regional.

Destinasi “Wajib Dikunjungi” yang Sesungguhnya

Mengomentari proyek Vinhomes Green Paradise di Can Gio, Mike Gorman, Arsitek Proyek Senior di RTJ II Golf Course Architects, menyatakan: “Ini akan menjadi sesuatu yang benar-benar unik di Vietnam. Tempat ini akan menjadi destinasi yang membuat orang dari seluruh dunia datang untuk merasakannya—sebuah destinasi ‘wajib dikunjungi’ yang sesungguhnya.”

Ekosistem berskala besar yang berfokus pada pengalaman ini mencakup: VinWonders Can Gio, yang dirancang sebagai salah satu kompleks hiburan terkemuka di kawasan; dua lapangan golf berstandar internasional dengan 18 hole; jaringan hotel bintang 5–6 serta properti butik dengan total hampir 7.000 kamar; Teater Song Xanh seluas 7 hektare; rumah sakit bintang lima Vinmec yang bekerja sama dengan Cleveland Clinic (AS); serta Vin New Horizon, sebuah model kawasan hunian bagi lansia. Ragam penawaran ini memungkinkan operasional sepanjang tahun dan mampu melayani berbagai segmen pengunjung dengan preferensi yang beragam.

Vinhomes Green Paradise dikonsep untuk selaras dengan tren pariwisata yang terus berkembang, integrasi utilitas perkotaan, serta permintaan akan pengalaman yang imersif, sekaligus memanfaatkan aset ekologi Can Gio untuk menciptakan pengalaman khas berbasis lokasi bagi wisatawan maupun penduduk. Dari ratusan peserta global, Vinhomes Green Paradise terpilih sebagai peserta resmi pertama dalam kampanye “7 Wonders of Future Cities” yang diselenggarakan oleh New7Wonders. Jean-Paul de la Fuente, Direktur New7Wonders sekaligus Presiden kampanye tersebut, menggambarkan proyek ini sebagai model yang meyakinkan untuk konsep kota masa depan, di mana kemajuan diukur dari kualitas hidup lintas generasi.

Dari perspektif investasi, terbentuknya “peta super ekonomi dan pariwisata selatan” ini tidak hanya menandakan perluasan potensi sektor pariwisata, tetapi juga masuknya arus modal serta prospek kenaikan nilai properti yang berkelanjutan.

Sebagai perbandingan, Singapura menerima sekitar 16,5 juta wisatawan internasional pada tahun 2025, menghasilkan sekitar SGD 29 miliar (setara dengan USD 22,6 miliar) dari sektor pariwisata. Dengan tolok ukur tersebut, target Can Gio sebesar 40 juta pengunjung per tahun menjadi fondasi bagi pertumbuhan nilai aset jangka panjang, seiring kawasan ini berkembang menjadi pusat ekonomi dan pariwisata pesisir terkemuka di Vietnam maupun kawasan yang lebih luas.