KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – British Council mengumumkan fase baru dukungan untuk pengrajin dan wirausaha kreatif di seluruh Asia Tenggara dengan meluncurkan program train-the-trainer untuk memperkuat ekonomi kreatif lokal di Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Keterangan Foto: Peserta mengikuti sesi pelatihan British Council Craft Toolkit, yang dirancang untuk membekali pelatih lokal dengan keterampilan bisnis praktis guna mendukung komunitas pengrajin dan memperkuat mata pencaharian kreatif yang berkelanjutan di seluruh Asia Tenggara, termasuk di Malaysia.

Serangkaian program pelatihan Craft Toolkit secara online diadakan pada awal 2026, berfokus pada penyampaian pelatihan keterampilan dan bisnis praktis kepada komunitas pengrajin. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan tujuan meningkatkan keberlanjutan praktik mereka melalui pembelajaran keterampilan bisnis.

Dalam pengumuman dukungan pendanaan baru, sejumlah 48.000 GBP akan diberikan kepada komunitas pengrajin di Asia Tenggara untuk menyelenggarakan pelatihan Craft Toolkit bagi lebih banyak pengrajin di kawasan tersebut. Pendanaan ini bertujuan menciptakan dampak lokal yang bertahan lama untuk membangun keterampilan di wilayah tersebut.

Craft Toolkit in Action

Awalnya dikembangkan oleh British Council bekerja sama dengan Applied Arts Scotland, Craft Toolkit adalah platform pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu pengrajin dan wirausaha membangun bisnis yang berkelanjutan. Toolkit ini mencakup lima modul yang membahas perencanaan bisnis, pengembangan produk, penjualan dan pemasaran, manajemen keuangan, serta keberlanjutan, lengkap dengan sumber daya yang dapat diunduh dan materi train-the-trainer.

Antara 2019 dan 2022, pelatihan Craft Toolkit telah menjangkau pengrajin di 22 negara di seluruh dunia dan tersedia dalam 12 bahasa. Sebanyak 93% peserta mengatakan program ini membantu mereka menemukan inspirasi baru, sementara lebih dari sepertiga melaporkan perubahan langsung dalam cara mereka merancang dan mengembangkan produk kerajinan—yang menghasilkan peningkatan pendapatan, kepemimpinan yang lebih kuat, dan bisnis kerajinan yang lebih tangguh.

 “Di seluruh Asia Tenggara, kerajinan merupakan sumber mata pencaharian yang vital sekaligus ekspresi identitas budaya yang kuat. Dengan berinvestasi pada pelatih lokal dan memberikan akses ke pembelajaran digital praktis melalui Craft Toolkit, kami mendukung komunitas pengrajin untuk memperkuat bisnis mereka, melestarikan warisan budaya, dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk dampak jangka panjang—memastikan keterampilan dan pengetahuan tetap tertanam di komunitas yang paling membutuhkannya,” tutur Manami Yuasa, Direktur Seni Regional Asia Timur, British Council, dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Pelatihan di Asia Tenggara

Pada Januari dan Februari, British Council menyelenggarakan program train-the-trainer online selama lima minggu. Para pelatih dipilih melalui organisasi mitra British Council dan jaringan kerajinan. Para peserta pelatihan, yang merupakan bagian dari komunitas kerajinan lokal, berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan Craft Toolkit dalam jaringan mereka selama 12 bulan berikutnya.

Pelatihan dilakukan dalam bahasa Inggris, dengan interpretasi simultan tersedia dalam bahasa Thai, Vietnam, Burma, dan Bahasa Indonesia.

Modul Craft Toolkit saat ini tersedia dalam bahasa Inggris, Thai, Indonesia, dan Malaysia.

Dengan berinvestasi pada pelatih lokal dan pembelajaran digital, British Council bertujuan mendukung pengembangan keterampilan, melestarikan warisan budaya, memberdayakan komunitas yang kurang terwakili, dan memperkuat industri kreatif di seluruh Asia Tenggara.

https://www.britishcouncil.org
https://www.linkedin.com/company/british-council/
https://www.facebook.com/BritishCouncilMalaysia
https://www.instagram.com/my_british/

Tentang British Council

British Council adalah organisasi budaya dan pendidikan internasional dari Inggris. Kami mendukung perdamaian dan kesejahteraan dengan membangun koneksi, pemahaman, dan kepercayaan antara masyarakat di Inggris dan negara-negara di seluruh dunia. Hal ini kami lakukan melalui kegiatan di bidang seni dan budaya, pendidikan, serta bahasa Inggris. Kami bekerja dengan masyarakat di lebih dari 200 negara dan wilayah, dan pada 2024–25 kami menjangkau 600 juta orang.

www.britishcouncil.org