SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Beasiswa ASEAN-UK Women in STEM didanai bersama oleh British Council dan UK Mission to ASEAN. Tahun 2026 menandai peringatan lima tahun Inggris menjadi mitra dialog ASEAN. Perempuan calon ilmuwan dan teknolog dari semua 11 negara anggota ASEAN dapat mendaftar program ini untuk menempuh beberapa mata kuliah terpilih di dua universitas mitra kami di Inggris, yaitu Cranfield University dan University of Stirling.
Beasiswa ini memberikan pendanaan untuk program gelar master satu tahun di universitas-universitas terkemuka Inggris, dengan tujuan meningkatkan peluang perempuan di STEM, memperkuat kepemimpinan perempuan dalam sains dan inovasi, serta mempromosikan sektor STEM yang lebih beragam dan representatif secara gender.
Untuk tahun akademik 2026–27, para penerima beasiswa dari Asia Tenggara akan menempuh studi di Cranfield University dan University of Stirling, lembaga yang diakui secara global atas keunggulannya dalam penelitian terapan dan inovasi.
Bidang studi utama yang tersedia melalui program ini meliputi:
- Dinamika dirgantara
- Teknik lingkungan
- Ilmu data dan kecerdasan buatan
- Penelitian tentang autisme dan kondisi neurodevelopment
- Psikologi kesehatan
Setiap beasiswa bernilai minimum £40.000, mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, biaya perjalanan dan visa, biaya asuransi kesehatan, serta dukungan bahasa Inggris. Beasiswa yang mengubah kehidupan ini memberikan akses ke lingkungan dan platform penelitian terkemuka dunia, serta kesempatan untuk terhubung dengan para ahli STEM dan jaringan alumni global Inggris.
Sebanyak sebelas beasiswa tersedia bagi pelamar dari Asia Tenggara.
Inggris diakui secara global atas keunggulannya dalam sains dan penelitian, menempati peringkat kedua di dunia untuk keluaran dan dampak penelitian. Para penerima beasiswa akan mendapatkan pengalaman di lingkungan penelitian mutakhir, infrastruktur canggih, dan pembelajaran yang selaras dengan industri, membekali mereka dengan keterampilan dan perspektif global yang penting untuk peran kepemimpinan di bidang STEM.
Selain studi akademik, program ini mendukung pengembangan karier jangka panjang melalui akses ke jaringan alumni Inggris, memberikan kesempatan bagi penerima beasiswa untuk membangun koneksi internasional, berkolaborasi lintas negara, dan terus berkontribusi pada inovasi serta pertukaran pengetahuan jauh setelah masa studi mereka berakhir.
“Sangat luar biasa bisa menjalankan kembali program beasiswa Women in STEM untuk tahun akademik 2026–27. Program ini menurunkan hambatan bagi perempuan dalam karier STEM dan benar-benar menciptakan beragam suara yang lebih inklusif dalam sains, yang kita ketahui menghasilkan sains yang lebih baik dan hasil yang lebih baik bagi semua orang,” ungkap Dr Jen Bardsley, Kepala Global Enabling Research & Science di British Council, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
“Beasiswa ASEAN-UK Women in STEM mencerminkan komitmen bersama kami, bersama UK Mission to ASEAN dan dua universitas mitra kami, Cranfield University dan University of Stirling, untuk memajukan pertumbuhan inklusif melalui pendidikan dan kolaborasi penelitian. Dengan mendukung perempuan berbakat mengakses keahlian kelas dunia Inggris di bidang STEM prioritas, kami tidak hanya berinvestasi pada potensi individu, tetapi juga pada kepemimpinan ilmiah dan kapasitas inovasi masa depan kawasan. Angkatan tahun ini sangat istimewa karena Inggris merayakan tahun kelimanya sebagai Mitra Dialog ASEAN yang terbaru,” tambah Leighton Ernsberger, Direktur Regional Pendidikan British Council untuk Asia Timur.
Pendaftaran untuk beasiswa ASEAN-UK Women in STEM dibuka hingga akhir April 2026.
Untuk melihat detail beasiswa yang tersedia, silakan kunjungi:
Brunei | Kamboja | Laos | Timor-Leste
Tentang Beasiswa dan Program ASEAN – UK
Beasiswa ini didanai bersama oleh British Council dan UK Mission to ASEAN. Tahun 2026 menandai peringatan lima tahun Inggris menjadi mitra dialog ASEAN. Perempuan calon ilmuwan dan teknolog dari semua 11 negara anggota ASEAN dapat mendaftar program ini untuk menempuh beberapa mata kuliah terpilih di dua universitas mitra kami di Inggris, yaitu Cranfield University dan University of Stirling.
https://www.britishcouncil.org/study-work-abroad/in-uk/scholarship-women-stem

Tentang British Council
British Council adalah organisasi internasional Inggris untuk hubungan budaya dan peluang pendidikan. Kami membangun koneksi, pemahaman, dan kepercayaan antara masyarakat di Inggris dan negara lain melalui seni dan budaya, pendidikan, dan bahasa Inggris. Tahun lalu, kami menjangkau lebih dari 80 juta orang secara langsung dan 791 juta orang secara keseluruhan termasuk melalui online, siaran, dan publikasi. Didirikan pada tahun 1934, kami adalah badan amal Inggris yang diatur oleh Royal Charter dan badan publik Inggris. Kami menerima hibah pendanaan inti sebesar 15 persen dari pemerintah Inggris.
Tentang UK Mission to ASEAN
UK Mission to ASEAN bertujuan memperdalam keterlibatan Inggris dengan ASEAN, membangun kolaborasi yang telah ada, dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk bekerja sama dengan organisasi serta negara anggotanya.
Recent Comments