SINGAPURA – Media OutReach Newswire -Program Sustainable Living Village (SLV), kolaborasi antara Apical dan Earthworm Foundation, telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pada 8 hingga 12 Februari 2026, program ini kembali melanjutkan kegiatannya di Desa Tepian Makmur, Tepian Indah, Tepian Langsat, dan Tepian Raya, dengan fokus pada penguatan ketahanan masyarakat melalui restorasi lingkungan dan inisiatif peningkatan kapasitas.
Program SLV mempromosikan model pembangunan perdesaan berkelanjutan yang menyeimbangkan manfaat sosial-ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Melalui program ini, petani swadaya mendapat panduan untuk mengadopsi praktik kelapa sawit berkelanjutan sekaligus didorong untuk melakukan diversifikasi mata pencaharian. Salah satu inisiatifnya adalah budidaya kakao, yang menawarkan sumber pendapatan tambahan sekaligus membantu mendorong penggunaan lahan yang lebih berkelanjutan.
Fokus utama pada tahun ini adalah inisiatif penanaman pohon di zona sempadan sungai dan kawasan bernilai konservasi tinggi. Program ini menargetkan penanaman total 30.000 pohon untuk memperkuat tutupan vegetasi, menjaga fungsi daerah aliran sungai, dan mendukung perlindungan habitat satwa liar.
Manajer CSR Apical, Agus Wiastono, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melindungi kawasan bernilai konservasi tinggi sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan penanaman pohon dan pendampingan berkelanjutan, kami bertujuan untuk memastikan bahwa upaya melindungi sempadan sungai dan habitat alam berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat desa,” ujarnya.
Kelompok masyarakat setempat juga berperan langsung dalam inisiatif ini. Di Desa Tepian Baru, Kelompok Tani Sempekat Benderang bersama Apical dan Earthworm Foundation menanam sekitar 200 pohon di sepanjang zona sempadan sungai sebagai bagian dari target program yang lebih luas. Pohon-pohon yang ditanam meliputi tanaman buah, jenis agroforestri, dan kayu-kayuan lokal, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.
Romi, ketua Kelompok Tani Sempekat Benderang, mengatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen kolektif desa terhadap perlindungan lingkungan. “Kami telah mengambil inisiatif untuk melindungi sempadan sungai dan kawasan hutan yang tersisa di desa kami. Dengan menjaga tutupan vegetasi, kami berharap lingkungan akan tetap lestari dan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Bahrun, operation manager di Earthworm Foundation, menambahkan bahwa kolaborasi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program. “Partisipasi aktif masyarakat memperkuat upaya perlindungan kawasan yang memiliki nilai ekologis penting. Ketika masyarakat terlibat sejak awal, dampaknya menjadi lebih berkelanjutan,” katanya.
Selain penanaman pohon, program SLV di Kutai Timur juga mencakup budidaya kakao di dua lokasi lahan masyarakat, pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani kakao, serta pendistribusian 55 Sertifikat Terdaftar Budidaya (STDB) kepada petani swadaya sawit. Inisiatif-inisiatif ini meningkatkan praktik pertanian sekaligus memperkuat aspek legal dan tata kelola perkebunan swadaya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Apical, anggota grup RGE yang didirikan oleh Sukanto Tanoto, bersama dengan Earthworm Foundation dan masyarakat setempat, bertujuan untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih stabil bagi desa-desa di Kutai Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Apical untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal.
Tentang Apical
Apical adalah perusahaan pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang terus berkembang. Integrasi vertikal kami dalam proses pemurnian tingkat menengah (mid-stream) serta pengolahan hilir bernilai tambah menjadikan kami pemasok penting yang mendukung kebutuhan berbagai industri, yaitu pangan, pakan, oleokimia, dan bahan bakar terbarukan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) yang memungkinkan pengurangan emisi CO₂ secara signifikan.
Dengan aset terintegrasi di lokasi strategis yang mencakup Indonesia, Tiongkok, dan Spanyol, Apical mengoperasikan berbagai kilang, pabrik oleokimia, fasilitas bahan bakar terbarukan, serta pabrik penghancur inti (kernel crushing). Melalui usaha patungan dan kemitraan strategis, Apical juga memiliki operasi pengolahan dan distribusi di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Timur Tengah, Afrika, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparansi, serta didorong oleh keyakinan kuat bahwa kami dapat berkontribusi pada ekonomi sirkular untuk memberikan dampak yang lebih bermakna, seiring dengan upaya kami terus mengembangkan bisnis dan menghadirkan solusi inovatif bagi pelanggan.
Recent Comments