HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Percepatan pengembangan inovasi dan teknologi (I&T) menjadi fitur utama dalam Anggaran 2026–27 yang diumumkan kemarin (25 Februari) oleh Paul Chan, Financial Secretary dari Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR).
Chan menyatakan bahwa Hong Kong akan meningkatkan berbagai langkah dukungan seperti daya komputasi, lahan, dan permodalan guna memperkuat pengaruh kota tersebut sebagai sumber inovasi orisinal tingkat global. “Kekuatan Hong Kong dalam riset ilmiah inovatif dan komersialisasi hasil penelitian terletak pada karakter internasionalnya, kapabilitas riset yang kuat, dukungan sektor keuangan, serta kumpulan talenta berkualitas tinggi yang melimpah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah terus mendorong industrialisasi kecerdasan buatan (AI) dan memperdalam integrasinya di berbagai industri, sekaligus mendorong penerapan AI yang lebih luas, yang disebut sebagai AI+, dengan fokus awal pada teknologi kesehatan dan ilmu hayati serta embodied AI.
Dalam pemaparannya mengenai strategi untuk mendorong pengembangan inovasi dan teknologi Hong Kong, Chan mengatakan, “Saya akan membentuk dan memimpin Komite AI+ dan Strategi Pengembangan Industri untuk merumuskan strategi serta menciptakan kondisi yang kondusif agar AI dapat memberdayakan transformasi dan pengembangan industri.”
“Kami secara proaktif menyelaraskan diri dengan Inisiatif Nasional AI+ dengan mempromosikan ‘industri untuk AI’ dan ‘AI untuk industri’ melalui penerapan nyata,” tambahnya.
Financial Secretary juga menyoroti bahwa Hong Kong Artificial Intelligence Research and Development Institute Company Limited akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini guna mendorong pengembangan AI+, transformasi hasil litbang (R&D), serta memberikan nasihat kepada Pemerintah terkait berbagai hal yang relevan.
Sun Dong, Secretary for Innovation, Technology and Industry, menegaskan pentingnya pengembangan AI+ secara holistik. “Ketika berbicara tentang AI, kita tidak bisa hanya membahas riset AI saja, atau hanya infrastruktur saja—kita harus melakukannya secara bersamaan. Sebenarnya, itulah yang telah kami lakukan selama tiga tahun terakhir. Semuanya sangat penting,” ujarnya.
Pusat dari upaya Pemerintah dalam mempromosikan I&T adalah kawasan San Tin Technopole di dalam proyek pengembangan Northern Metropolis.
“San Tin Technopole akan menyediakan lahan luas yang dapat membantu mempercepat komersialisasi hasil R&D serta menyediakan ruang industri untuk pembuatan prototipe, produksi percontohan, dan produksi massal,” kata Chan. Ia mengusulkan suntikan modal awal sebesar US$1,28 miliar untuk mendorong pengembangan tersebut, sembari memanfaatkan sumber daya pasar guna mempercepat progresnya.
Chan juga mengalokasikan dana sebesar US$1,28 miliar untuk mempercepat pengembangan Hetao Hong Kong Park dengan melibatkan pasar guna mempercepat pelepasan sisa lahan pada Tahap 1 pembangunan, menyediakan infrastruktur utama, memperkuat dukungan bagi start-up, serta membentuk dana modal ventura.
Ia juga menyisihkan sekitar US$28 juta untuk mendirikan pusat inovasi manufaktur nasional pertama di luar Daratan Tiongkok di Hong Kong. Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen Pemerintah dalam mengimplementasikan Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan Kekuatan Produktif Berkualitas Baru dan Promosi Industrialisasi Baru yang ditandatangani bersama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi guna mendorong kolaborasi industri.
Anggaran tersebut juga memaparkan langkah-langkah dukungan bagi berbagai industri teknologi baru yang sedang berkembang. Salah satunya adalah industri kedirgantaraan. Office for Attracting Strategic Enterprises akan memimpin upaya mengidentifikasi perusahaan kedirgantaraan untuk berkembang di Hong Kong. Selain itu, Hong Kong Exchanges and Clearing Limited akan meninjau persyaratan pencatatan saham yang relevan guna memfasilitasi dan menarik perusahaan kedirgantaraan untuk melantai di bursa Hong Kong.
Menyoroti bahwa satelit orbit rendah dapat mendukung pengembangan industri kelas atas, Chan mengatakan Pemerintah akan secara proaktif memperluas infrastruktur telekomunikasi, menyederhanakan rezim perizinan terkait, serta mendorong penerapan 6G di masa depan.
Sementara itu, Innovation and Technology Industry-Oriented Fund senilai US$1,28 miliar yang diperkenalkan Pemerintah untuk menyalurkan modal pasar ke bidang-bidang strategis yang sedang berkembang—seperti teknologi kesehatan dan ilmu hayati, AI dan robotika, serta industri masa depan—diharapkan mulai beroperasi tahun ini.
“Kuncinya adalah memasyarakatkan pemahaman dan penggunaan AI di seluruh lapisan masyarakat,” tutup Chan.
Keterangan Fota: Sekretaris Keuangan HKSAR, Paul Chan, menjabarkan strategi untuk mendorong inovasi dan pengembangan teknologi Hong Kong.
https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong
Recent Comments