SINGAPURA – Media OutReach Newswire – Studi gabungan baru oleh Carbyne Fitness dan IFPA Singapore mengungkap kesenjangan gender yang mencolok dan konsisten dalam kebiasaan kebugaran di Singapura: sementara 80% pengguna gym di rumah adalah pria, lebih dari 60% individu yang secara aktif mencari pelatih pribadi adalah wanita.

Temuan ini, berdasarkan data pelanggan Carbyne Fitness dan basis data online mengenai permintaan pelatihan pribadi yang dikompilasi oleh pelatih IFPA Singapore, menunjukkan dua pendekatan yang sangat berbeda dalam motivasi dan keterlibatan olahraga antara pria dan wanita.

Dua Perjalanan Kebugaran yang Berbeda

Data menunjukkan bahwa pria cenderung memilih kebugaran mandiri, membeli peralatan seperti dumbbell yang dapat disesuaikan, bangku, dan rak untuk digunakan di rumah. Wanita, di sisi lain, lebih tertarik pada pengalaman latihan yang dipandu oleh profesional bersertifikat.

Menurut Brian Chang, pendiri Carbyne Fitness dan IFPA Singapore, perbedaan ini tidak hanya menunjukkan preferensi gender, tetapi juga faktor sosial dan psikologis yang lebih dalam yang membentuk cara orang Singapura berolahraga.

“Pria sering melihat kebugaran sebagai sesuatu yang harus bisa mereka tangani sendiri, karena meminta bantuan terkadang dianggap berarti mereka tidak cukup kuat. Itulah sebabnya banyak pria lebih memilih berlatih sendiri daripada bekerja dengan pelatih. Wanita, di sisi lain, biasanya lebih terbuka untuk belajar dan menerima panduan. Mereka melihat bekerja dengan pelatih bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai cara cerdas untuk meningkatkan kebugaran dengan aman dan efektif,” ungkap Chang, dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Trend Gym di Rumah bagi Pria

Pandemi memicu lonjakan investasi gym di rumah, dan Carbyne Fitness berada di garis depan tren ini. Dumbbell dan kettlebell yang dapat disesuaikan menjadi populer di kalangan profesional yang ingin menghemat waktu dan berlatih secara efisien di rumah.

Data pelanggan Carbyne Fitness menunjukkan bahwa empat dari lima pelanggan adalah pria. “Tren gym di rumah di kalangan pria akan bertahan lama,” jelas Chang. “Mereka menghargai kenyamanan, privasi, dan penghematan jangka panjang. Bagi banyak orang, ini bukan hanya peralatan kebugaran, tetapi investasi pribadi untuk tetap kuat dan mandiri seiring bertambahnya usia.”

Namun, dengan sekitar 58% pelanggan Carbyne Fitness tinggal di apartemen HDB, 26% di kondominium, dan 16% di rumah pribadi, banyak yang masih beranggapan bahwa latihan di rumah, terutama di ruang HDB atau kondominium yang lebih kecil, tidak praktis atau efektif. Pemilik rumah pribadi hanya kurang dari 5% dari total hunian di Singapura, tetapi mencakup 16% pelanggan Carbyne Fitness.

Dwelling Type
National Share (SingStat)
Carbyne Customer Share
Index (Representation)
HDB (Public Housing)
72.0%
58.5%
0.81 (Under-indexed)
Condominiums
23.3%
25.6%
1.10 (Over-indexed)
Landed Properties
4.7%
15.9%
3.38 (Heavily Over-indexed)

“Salah satu alasan paling umum orang tidak membeli peralatan gym di rumah adalah karena ‘tidak ada ruang’. Tapi kenyataannya, setup gym di rumah yang tepat tidak membutuhkan banyak ruang; sepasang dumbbell yang bisa disesuaikan dan satu bangku dapat muat dengan nyaman di dalam satu meter persegi jika Anda memilih peralatan yang tepat,” jelas Chang.

Mengapa Wanita Mencari Pelatih Pribadi

Sebaliknya, data permintaan pelatihan dari IFPA Singapore menunjukkan bahwa mayoritas klien pelatihan pribadi adalah wanita. Dari 392 individu di Singapura yang mencari pelatih pribadi, 63% adalah wanita, meskipun pria masih merupakan mayoritas anggota gym di seluruh negeri.

Category
Male %
Female %
Dominant Characteristic
Home Gym Buyers (Carbyne)
80%
20%
High Autonomy
PT Seekers (IFPA)
37%
63%
Guidance Seeking
Population (DOS 2025)
49.3%
50.7%
Balanced

“Ini mencerminkan kepercayaan diri yang semakin besar di kalangan wanita untuk mengambil kendali atas perjalanan kebugaran mereka. Tetapi ini juga menunjukkan bahwa wanita cenderung memprioritaskan keselamatan dan teknik yang tepat. Mereka lebih bersedia berinvestasi dalam panduan ahli daripada mengambil risiko cedera dari latihan yang tidak terarah,” kata Chang.

Banyak klien wanita, tambah Chang, memiliki tujuan yang melampaui penampilan: pemulihan pasca melahirkan, kekuatan untuk merawat orang lain, atau kebugaran fungsional untuk kehidupan sehari-hari.

“Ini bukan lagi hanya tentang penampilan. Wanita menyadari bahwa latihan kekuatan membangun ketahanan jangka panjang, baik secara fisik maupun mental,” tuturnya.

Implikasi untuk Industri Kebugaran di Singapura

Kesenjangan gender yang diungkap oleh Carbyne Fitness dan IFPA Singapore juga menyoroti adanya celah struktural dalam organisasi ekosistem kebugaran di Singapura, terutama terbatasnya peluang bagi pelatih pribadi untuk beroperasi secara mandiri.

Sebagian besar gym komersial dan fasilitas publik, termasuk gym ActiveSG, tidak mengizinkan pelatih pribadi dari luar untuk mengadakan sesi di lokasi mereka. Pelatih yang tidak dipekerjakan langsung oleh gym ini seringkali dilarang melatih klien di tempat, meskipun mereka memiliki sertifikasi atau asuransi yang lengkap.

Pembatasan ini membatasi pilihan konsumen sekaligus peluang karier dalam industri. Bagi klien, terutama wanita yang lebih menyukai latihan dipandu tetapi mungkin tidak ingin berkomitmen pada keanggotaan gym yang mahal, kebijakan ini menciptakan hambatan untuk mengakses pelatihan yang terjangkau dan fleksibel. Bagi pelatih lepas, hal ini membatasi kemampuan mereka membangun praktik yang berkelanjutan atau melayani komunitas khusus seperti lansia, ibu pasca melahirkan, atau pemula.

“Banyak pelatih independen mengatakan bahwa tantangan terbesar mereka bukan menemukan klien, tetapi menemukan ruang. Ada permintaan yang jelas untuk lingkungan latihan yang terjangkau dan mudah diakses, tetapi sistemnya belum menyesuaikan,” kata Chang.

Akibatnya, semakin banyak pelatih yang beralih ke taman, void deck, atau studio pribadi, dan semakin banyak klien yang mencoba personal training berbasis rumah, kadang hanya dengan sepasang resistance band. Perubahan ini mencerminkan preferensi gaya hidup yang lebih luas: masyarakat Singapura menginginkan kenyamanan, privasi, dan kepercayaan, bukan sekadar keanggotaan gym.

Studi ini menunjukkan bahwa memperluas akses pelatihan pribadi di ruang kebugaran publik dan bersama dapat membantu Singapura bergerak menuju budaya kebugaran yang lebih inklusif dan berbasis komunitas, yang memberdayakan peserta pria dan wanita untuk berlatih dengan aman, percaya diri, dan berkelanjutan di setiap tahap kehidupan.

Relawan untuk Generasi Perak

Carbyne Fitness dan IFPA Singapore bekerja membangun budaya kebugaran yang lebih inklusif melalui program relawan Silver Strength, yang menyelenggarakan sesi latihan kekuatan mingguan bagi lansia menggunakan resistance band, dumbbell yang dapat disesuaikan, dan peralatan kecil lainnya di Active Ageing Centers di seluruh Singapura.

Inisiatif ini, yang didanai oleh National Youth Council, memberdayakan orang dewasa yang lebih tua untuk tetap kuat, bergerak, dan mandiri, sambil memberi kesempatan kepada para relawan untuk memberikan dampak langsung di komunitas mereka.

“Silver Strength lebih dari sekadar kebugaran. Ini tentang menjembatani kesenjangan antar generasi dan membantu lansia hidup dengan percaya diri serta menua dengan kekuatan,” pungkas Chang.

Untuk mendaftar menjadi relawan, kunjungi: getcertifiedpt.com/silver-strength.

Tentang Studi Ini

Wawasan mengenai distribusi gender diperoleh dari:

  • Data pelanggan Carbyne Fitness, yang mewakili lebih dari 1.000 interaksi unik pelanggan di Singapura antara Januari 2024 hingga September 2025.
  • Observasi independen IFPA Singapore terhadap 392 profil calon klien yang dikumpulkan antara Oktober 2025 hingga Desember 2025.

Meskipun ukuran sampel berbeda, kedua set data tersebut menunjukkan narasi yang jelas: pasar gym rumah di Singapura didominasi oleh pria, sementara permintaan pelatihan pribadi didorong oleh wanita.

Penelitian lengkap dapat diakses di: https://carbyne.sg/blogs/articles/revealing-the-gender-gap-between-personal-training-and-home-gyms.

Tentang Carbyne Fitness

Carbyne Fitness adalah perusahaan peralatan kebugaran yang berbasis di Singapura, berfokus pada penyediaan solusi gym rumah yang efisien dari segi ruang dan berperforma tinggi untuk gaya hidup modern. Terkenal dengan peralatan gym hemat tempat seperti dumbbell yang dapat disesuaikan dan treadmill lipat, Carbyne membantu para profesional, keluarga, dan lansia berlatih secara efektif di rumah tanpa mengorbankan kualitas maupun keselamatan.

Pelajari lebih lanjut di: https://carbyne.sg

Tentang IFPA Singapore

IFPA Singapore, yang dioperasikan oleh Get Certified PT, adalah operator resmi di Singapura dari International Fitness Professionals Association (IFPA), menyediakan pendidikan pelatihan pribadi bersertifikasi internasional dan pengembangan profesional. IFPA Singapore berfokus pada menghasilkan praktisi siap industri melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pengalaman nyata.

Pelajari lebih lanjut di: https://getcertifiedpt.com