SELANGOR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – Etiqa telah meluncurkan Etiqa’s Project Firefly, sebuah inisiatif lingkungan baru yang didedikasikan untuk melestarikan salah satu habitat kunang-kunang ikonik di Malaysia sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Panjang di Sabak Bernam, yang bergantung pada ekowisata dan ekosistem mangrove. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Malaysian Nature Society (MNS), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Dewan Distrik Sabak Bernam.
Melalui Etiqa’s Project Firefly, Etiqa mengambil langkah proaktif untuk menjaga dan mempertahankan ekosistem dengan menanam 130 bibit Sonneratia caseolaris atau yang dikenal secara lokal sebagai berembang serta 200 benih Sonneratia caseolaris, melakukan pekerjaan restorasi habitat, dan mengerahkan 50 relawan Etiqa dalam sebuah inisiatif berbasis komunitas di sepanjang Sungai Panjang dengan total cakupan sepanjang 10 kilometer. Selain itu, sesi peningkatan kesadaran juga dilakukan oleh Fakultas Sains Universiti Kebangsaan Malaysia yang bertujuan untuk mengedukasi para peserta mengenai pentingnya kunang-kunang bagi ekologi serta kebutuhan akan konservasi jangka panjang.
Kunang-kunang memainkan peran penting sebagai indikator kesehatan ekosistem mangrove, yang pada gilirannya mendukung keseimbangan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Namun, di seluruh Malaysia, populasi kunang-kunang terus menurun akibat hilangnya habitat secara cepat yang disebabkan oleh pencemaran sungai, penggundulan hutan, serta meningkatnya polusi cahaya di sepanjang sungai yang dipenuhi mangrove. Ancaman-ancaman ini tidak hanya membahayakan spesies asli, tetapi juga memengaruhi mata pencaharian nelayan dan penduduk setempat yang bergantung pada ekosistem sungai yang sehat dan ekowisata berbasis kunang-kunang. Oleh karena itu, melindungi zona berkumpulnya kunang-kunang melalui pelestarian penyangga vegetasi yang memadai di sepanjang bantaran sungai menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal.
“Kami memulai Etiqa’s Project Firefly karena pelestarian spesies kunang-kunang asli memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan mereka. Dengan melestarikan habitat kunang-kunang, kami tidak hanya melindungi bagian tak tergantikan dari keanekaragaman hayati Malaysia, tetapi juga membantu mempertahankan ekowisata serta mata pencaharian berbasis sungai bagi warga Sungai Panjang. Hal ini mencerminkan tujuan Etiqa dalam Making the World a Better Place, yang mencakup aksi lingkungan bermakna yang memperkuat alam dan masyarakat, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi generasi mendatang,” tutur Fukhairudin Mohd Yusof, CEO Etiqa General Insurance Berhad (EGIB), Senin (12/1/2026).
“Kunang-kunang merupakan indikator alami dari kesehatan ekosistem mangrove, dan keberadaannya mencerminkan kondisi keseluruhan sungai serta lingkungan sekitarnya. Kami mengapresiasi Etiqa atas langkah proaktif yang diambil melalui Etiqa’s Project Firefly untuk mengatasi meningkatnya ancaman degradasi habitat di sepanjang koridor kunang-kunang. Konservasi yang bermakna membutuhkan aksi kolektif, dan kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk berkolaborasi dengan organisasi lingkungan dan komunitas lokal dalam melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendukung mata pencaharian berkelanjutan dalam jangka panjang,” tambah Mr. I.S. Shanmugaraj, Direktur Eksekutif Malaysian Nature Society.

Tentang Etiqa
Etiqa merupakan distributor multi-kanal produk Asuransi dan Takaful melalui jaringan 10.000 tenaga agen, 44 cabang, dan 17 kantor, serta lebih dari 490 jaringan bancassurance (melalui cabang Maybank, bank pihak ketiga, serta koperasi dan broker), dengan kehadiran di Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia, dan Kamboja.
Dalam upayanya untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik, perjalanan keberlanjutan Etiqa berfokus pada inisiatif internal yang bertujuan mengurangi jejak karbon dan meningkatkan dampak sosial, serta menyediakan solusi eksternal yang memungkinkan para nasabahnya melakukan hal yang sama.
Keterangan Foto: (Dari kiri ke kanan) Raffi Ismail, Marketing & Partnership Manager, Malaysian Nature Society; Fukhairudin Mohd Yusof, CEO Etiqa General Insurance Berhad; Zaki Parmin, Asisten Petugas Pertanian, Dewan Distrik Sabak Bernam; Amran Hassan, Chief Strategy Officer, Etiqa.
Recent Comments