MOSKOW, RUSIA – Media OutReach Newswire – Wildberries, platform digital terdepan di Eurasia, melakukan sebuah studi yang menemukan bahwa mayoritas pemilik titik pengambilan (pickup points) di marketplace mereka adalah wanita yang memulai usaha secara mandiri.

Survei yang dilakukan terhadap hampir 700 responden menunjukkan bahwa 59% titik pengambilan dimiliki oleh wanita berusia 36 hingga 45 tahun, yang sudah menikah dan membesarkan beberapa anak. Sementara itu, 76% responden menyatakan mereka membuka titik pengambilan secara mandiri, dan 74% mengatakan bahwa kemitraan mereka dengan Wildberries merupakan langkah pertama mereka dalam berwirausaha.

Infrastruktur marketplace Wildberries bergantung pada jaringan lebih dari 87.000 titik pengambilan di delapan negara operasional, di mana lebih dari tiga perempatnya dijalankan oleh pengusaha lokal dengan model waralaba. Titik pengambilan menawarkan alternatif yang nyaman bagi pelanggan selain pengiriman langsung ke rumah, sekaligus membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk membuka titik pengambilan mereka sendiri sebagai bagian dari jaringan Wildberries.

Dukungan terhadap wanita dan kewirausahaan menjadi inti cerita Wildberries. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2004 oleh Tatyana Kim, yang saat itu sedang cuti melahirkan dan ingin memudahkan aktivitas belanja bagi para ibu muda. Kini, ia adalah ibu dari tujuh anak.

Saat ini, Wildberries secara aktif mendukung pengembangan UMKM, serta kewirausahaan wanita dan pendidikan teknologi, di negara-negara tempat mereka beroperasi. Dari lebih dari 1 juta penjual di Wildberries, 58% adalah wanita.

“Platform digital membuka peluang baru bagi para pengusaha wanita, meningkatkan aktivitas bisnis mereka dan keterlibatan mereka dalam perekonomian. Ini adalah langkah penting menuju keseimbangan gender yang lebih baik, kemandirian finansial, dan cakrawala baru bagi pengembangan kewirausahaan wanita di wilayah ini,” ungkap Tatyana Kim pada Forum Ekonomi Internasional Asia Tengah di Tajikistan bulan lalu.

Pada tahun 2024, Wildberries menandatangani memorandum dengan Asosiasi Wanita dan Gadis Uzbekistan untuk mendukung kewirausahaan wanita di negara tersebut, dan pada tahun 2025, perusahaan menjadi mitra inisiatif Women in Tech Kyrgyzstan.