SINGAPURA – Media OutReach – Cloud Readiness Index (CRI) oleh Asia Cloud Computing Association (ACCA) yang memasuki tahun keenam, menempatkan Hong Kong, Singapura, Selandia Baru, Taiwan, dan Korea Selatan berada di peringkat tertinggi CRI 2020. Tahun ini, CRI2020 menambahkan dimensi wawasan digital, karena menawarkan indikasi kemampuan pasar untuk memanfaatkan alat komputasi awan digital dan memperbesar kemampuan negara untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Beberapa negara yang paling terpukul dengan tingkat infeksi tinggi juga menjadi top skor dari CRI2020, Kelompok yang memiliki skor paling tinggi termasuk banyak dari negara yang telah berhasil dengan baik dalam menahan penyebaran virus, dan kami akan terus mencermati ekonomi mana yang memanfaatkan fundamental komputasi awan mereka yang kuat untuk menghasilkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” kata Lim May-Ann, Direktur Eksekutif Asia Cloud Computing Association (ACCA).

CRI 2020 merupakan indeks kesiapan negara untuk memaksimalkan kemampuan komputasi awan, mengukur kesiapan cloud terhadap sepuluh parameter, termasuk konektivitas internasional, kualitas broadband domestik, kekuatan berkesinambungan, lingkungan regulasi dari pemerintah, perlindungan kekayaan intelektual, kecanggihan bisnis, dan kebebasan informasi.

“Perbandingan internasional kesiapan cloud lintas ekonomi APAC dan non-APAC juga memberikan indikator pasar mana yang mampu untuk melanjutkan kegiatan ekonomi, meskipun dengan beberapa keterbatasan, dalam hal ini tidak ada yang bisa menggantikan kekuatan fundamental infrastruktur internet dan cloud computing,” tambah Eric Hui, Chairman dari ACCA.

Tiga pengamatan utama dilakukan dalam CRI 2020: pertama, bahwa kesiapan cloud sedang meningkat di kawasan Asia Pasifik (APAC), tetapi kemajuan tampaknya terhenti. Kedua, penelitian ini mencatat bahwa disaat yang sam kesenjangan digital telah berkurang, kemampuan inti seperti mengelola risiko alam, privasi, keamanan siber tetap rapuh, dengan banyak ekonomi masih menerapkan peraturan pelokalan data yang menghalangi aliran data lintas batas. Dan akhirnya, pasar APAC yang baru muncul berisiko kehilangan pemulihan ekonomi dari Covid-19 dengan tidak memanfaatkan teknologi generasi selanjutnya.

“Pengamatan ini menjadi perhatian kami di ACCA. Mereka mengindikasikan bahwa beberapa pasar mungkin telah memilih untuk meningkatkan investasi teknologi dan infrastruktur mereka, dan juga telah memutuskan untuk membatasi peraturan tentang aliran data, disaat kebebasan untuk menggunakan alat produktivitas Cloud paling dibutuhkan untuk pulih dari kejatuhan ekonomi dari Covid-19,” kata Lim May-Ann.

Laporan lengkap dapat diunduh melalui: https://www.asiacloudcomputing.org