Pemilik Merek Sriracha Flying Goose yang Mendunia Perkuat Peta Jalan Menuju Netralitas Karbon pada 2040 dan Emisi Nol Bersih pada 2050
BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 14 Oktober 2026 – Exotic Food Public Company Limited, eksportir produk makanan terkemuka asal Thailand sekaligus pemilik merek Flying Goose, saus Sriracha Thailand yang dikenal secara global, serta merek Exotic Food yang menawarkan berbagai saus dan pasta kari khas Thailand, menjadi perusahaan pertama di industri pangan Thailand yang memperoleh sertifikasi ISO 14068-1:2023 dari Management System Certification Institute (MASCI).

Sertifikasi ini menandai langkah penting dalam transisi perusahaan menuju operasional yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah. Pencapaian tersebut juga mendukung target jangka panjang perusahaan untuk mencapai netralitas karbon pada 2040 dan emisi nol bersih (Net Zero Emissions) pada 2050, seiring dengan semakin pentingnya persyaratan lingkungan bagi perusahaan yang bersaing di pasar global.
“Kinerja lingkungan semakin menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis di tingkat internasional, khususnya di Eropa, yang merupakan salah satu pasar ekspor utama kami,” ujar Vasana Jantarach, Chief Executive Officer Exotic Food Public Company Limited.
“Menetapkan target saja tidaklah cukup. Kami membutuhkan kerangka kerja yang kredibel dan diakui secara internasional untuk menunjukkan bagaimana emisi akan diukur, dikurangi, dan dikelola dalam jangka panjang.”
Untuk memenuhi persyaratan ISO, Exotic Food meninjau dan menghitung ulang data dasar emisi gas rumah kaca di seluruh kegiatan manufakturnya, memperkuat sistem pengelolaan data emisi, serta memberikan pelatihan kepada para eksekutif dan karyawan yang bertanggung jawab atas data lingkungan. Proses tersebut juga mencakup penilaian awal (pre-assessment) dan verifikasi independen.
Perusahaan telah mulai menerapkan berbagai langkah pengurangan emisi di seluruh kegiatan operasionalnya, termasuk memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya di fasilitas Amata City Rayong. Pemasangan sistem serupa juga direncanakan di fasilitas bahan baku perusahaan yang berlokasi di Phitsanulok.
Selain itu, Exotic Food meningkatkan efisiensi energi dalam proses manufaktur dan bekerja sama dengan penyedia jasa logistik untuk secara bertahap mengalihkan transportasi barang dari truk berbahan bakar diesel ke kendaraan listrik.
Salah satu prinsip utama ISO 14068-1:2023 adalah bahwa perusahaan harus memprioritaskan pencegahan dan pengurangan emisi gas rumah kaca, kemudian mengganti aktivitas yang menghasilkan emisi karbon tinggi dengan alternatif yang menghasilkan emisi lebih rendah. Kompensasi karbon hanya digunakan untuk emisi residual yang saat ini belum dapat dihilangkan.
“Kerangka kerja ini memberikan jalur yang terstruktur dan disiplin bagi kami untuk mengurangi emisi seiring dengan pertumbuhan bisnis,” ujar Vasana. “Kerangka kerja ini juga memungkinkan pelanggan dan mitra bisnis kami melihat bahwa komitmen lingkungan yang kami tetapkan dapat diukur, transparan, dan diverifikasi secara independen.”
Exotic Food menyatakan akan terus berinvestasi dalam teknologi yang lebih ramah lingkungan, efisiensi energi, dan peningkatan operasional sebagai bagian dari strategi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan yang lebih luas, sekaligus mendukung upaya membangun rantai pasok pangan yang lebih berkelanjutan.
Recent Comments