Lebih dari 4.000 pertemuan B2B strategis dijadwalkan untuk menghubungkan eksportir lokal dengan para pembeli global terkemuka.
KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 23 September 2026 – Pameran Halal Internasional Malaysia (Malaysia International Halal Showcase/MIHAS) ke-22 resmi dibuka hari ini di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur. Pameran ini diawali dengan program unggulannya, International Sourcing Programme (INSP), yang memfasilitasi lebih dari 4.000 pertemuan terjadwal antara eksportir Malaysia dan pembeli internasional dari 58 negara dan kawasan ekonomi.
INSP kembali menjadi penggerak utama pertumbuhan dengan memanfaatkan pertemuan bisnis-ke-bisnis (B2B) berintensitas tinggi untuk mengonversi pembeli global yang telah melalui proses penyaringan dan memiliki minat beli tinggi menjadi pesanan ekspor langsung bagi perusahaan-perusahaan Malaysia. Menunjukkan kuatnya permintaan internasional, program tahun ini mempertemukan sekitar 450 pembeli, termasuk 50 pembeli premium.
Para pembeli yang berpartisipasi mewakili perpaduan yang seimbang antara pasar tradisional dan non-tradisional, yang menunjukkan luasnya jangkauan global INSP. Negara-negara yang untuk pertama kalinya berpartisipasi, termasuk Komoro dan Rwanda, memanfaatkan secara langsung ekosistem Halal Malaysia yang telah mapan untuk mendapatkan produk dan layanan berkualitas tinggi. Seiring pasar Halal global diproyeksikan berkembang menuju nilai US$10 triliun pada 2030, INSP memberikan pijakan strategis yang dibutuhkan eksportir lokal untuk meraih pangsa pasar premium.
Dari sisi kehadiran berdasarkan kawasan, Asia Timur Laut dan ASEAN menjadi kelompok utama pembeli, disusul oleh semakin kuatnya keterwakilan dari Afrika sebagai pasar pertumbuhan non-tradisional yang penting. Jangkauan yang luas dan mencakup berbagai kawasan ini menegaskan tingginya permintaan internasional terhadap produk Halal Malaysia sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat Halal global terkemuka.
“INSP merupakan mesin utama sekaligus ‘jiwa’ dari MIHAS. Dengan para pembeli internasional yang secara aktif mencari produk dan layanan Halal berkualitas tinggi dari Malaysia, UKM lokal kita harus memanfaatkan platform ini secara maksimal. Inisiatif strategis ini selalu menjadi katalis langsung bagi dunia usaha lokal, membuka akses mereka ke jaringan perdagangan global bernilai tinggi serta mendorong pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Dato’ Seri Reezal Merican Naina Merican, Chairman MATRADE.
“Kualitas komersial para pembeli ini secara langsung mendorong diversifikasi ekspor Malaysia. Dengan pembeli premium yang secara keseluruhan memiliki pendapatan tahunan hampir RM700 miliar, kebutuhan pengadaan mereka tidak hanya mencakup sektor makanan dan minuman (F&B) konvensional, tetapi juga bahan-bahan khusus, bioteknologi, keuangan syariah, logistik, dan pendidikan. Hal ini mendorong pergeseran kita menuju ekspor berbasis jasa serta integrasi yang lebih mendalam ke dalam rantai pasok global,” tambahnya.
Program International Sourcing Programme (INSP) secara luring berlangsung hari ini, 23 September 2026, di MITEC, bersamaan dengan komponen INSP virtual yang berlangsung mulai 1 April hingga 30 November 2026. Selain sesi B2B yang digelar secara langsung di lokasi, hingga 150 pembeli internasional virtual akan berpartisipasi secara daring untuk melakukan transaksi bisnis dengan eksportir lokal. Pendaftaran pengunjung masih dibuka melalui portal resmi MIHAS 2026 di https://register.mihas.com.my/visitor/register

Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) telah berkembang menjadi salah satu platform utama perdagangan Halal dan turut memperkuat posisi industri Halal global dalam hal standar, tata kelola, serta akses pasar Halal.
Diakui sebagai pemegang Guinness World Records dan diselenggarakan oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) dengan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) sebagai penyelenggara, MIHAS kini mencakup 14 sektor, mulai dari makanan dan minuman serta farmasi hingga keuangan syariah, modest fashion, perawatan pribadi, teknologi, jasa, dan pariwisata ramah Muslim. MIHAS edisi ke-22 mengusung tema “Shaping Trust, Driving Resilience” atau “Membangun Kepercayaan, Mendorong Ketangguhan”, dengan fokus pada tata kelola yang dirancang sejak awal untuk memenuhi ketentuan regulasi serta perdagangan yang didukung oleh teknologi.
MATRADE
Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) didirikan pada 1 Maret 1993 sebagai badan nasional yang bertanggung jawab atas promosi perdagangan di bawah Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaysia.
Peran utama MATRADE adalah membantu para eksportir Malaysia mengembangkan dan memperluas pasar ekspor mereka. Sejalan dengan upaya diplomasi komersial Malaysia, MATRADE berperan sebagai fasilitator perdagangan nasional sekaligus menjadi penggerak dan pendukung produk serta layanan buatan Malaysia di panggung global.
Recent Comments