Vinhomes Green Paradise, Peserta Resmi Pertama dalam Kampanye “7 Wonders of Future Cities” New7Wonders, Melaju ke Pemungutan Suara Global Seiring Ekspansi Model Kota Terintegrasi Vinhomes ke Lima Pasar Internasional
HO CHI MINH CITY, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 1 Oktober 2026 – Selama beberapa dekade, dunia mengenal Vietnam dari berbagai produk yang diekspornya: beras, kopi, kacang mete, lada hitam, pakaian, dan alas kaki. Kemudian VinFast membuktikan bahwa perusahaan asal Vietnam juga mampu mengekspor teknologi canggih. Kini, Vinhomes tengah mempersiapkan bentuk ekspor yang berbeda: model kota megaterintegrasi yang menggabungkan berbagai kebutuhan dalam satu kawasan. Proyek unggulannya, Vinhomes Green Paradise di Can Gio, merupakan proyek pertama yang diakui New7Wonders sebagai Official Participant dalam kampanye “7 Wonders of Future Cities” dan kini telah melaju ke tahap pemungutan suara global.

Sebagai pengembang real estat terkemuka di Vietnam, Vinhomes telah mengoperasikan 32 proyek dan pengembangan perkotaan yang melayani ratusan ribu penduduk di seluruh negeri. Strategi tersebut kini mulai melampaui batas Vietnam, dengan proyek dan rencana pengembangan di Kongo, India, Australia, Filipina, dan Indonesia. Model ini dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama urbanisasi yang berlangsung cepat, yakni menyediakan hunian sekaligus fasilitas komersial, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan infrastruktur publik, bukan menghadirkannya bertahun-tahun kemudian.
Model All-in-One yang Dibangun untuk Dunia yang Mengalami Urbanisasi Pesat
Kawasan kota terintegrasi Vinhomes, yang umumnya memiliki luas lebih dari 300 hektare dan berada di lokasi-lokasi strategis, dirancang untuk berfungsi layaknya sebuah perekonomian dalam skala kecil. Data pasar Amerika Serikat menunjukkan bahwa komunitas yang dikembangkan berdasarkan perencanaan induk (master-planned communities) mencatat penjualan yang lebih tinggi dibandingkan pengembangan hunian yang berdiri sendiri, sekaligus menarik rumah tangga dengan tingkat pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya.
Dunia kini berada di tengah gelombang urbanisasi bersejarah. Menurut World Urbanization Prospects 2025 yang diterbitkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kota-kota saat ini menjadi tempat tinggal bagi 45% dari 8,2 miliar penduduk dunia, lebih dari dua kali lipat dibandingkan proporsi 20% pada 1950. Kota-kota juga diproyeksikan akan menampung dua pertiga pertumbuhan populasi global hingga 2050.
Tantangan sebenarnya bukanlah seberapa banyak rumah yang dibangun, melainkan apakah infrastruktur mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk yang menempatinya. Di banyak kota yang berkembang pesat, pembangunan perumahan didahulukan, sementara sekolah, rumah sakit, taman, dan transportasi baru hadir bertahun-tahun kemudian. Kondisi ini membuat penduduk harus menempuh perjalanan jauh, menghadapi layanan yang tersebar, serta mengalami penurunan kualitas hidup secara bertahap.
Model Vinhomes berupaya mengatasi persoalan tersebut sejak dari sumbernya. Perusahaan ini berfokus pada pembangunan kawasan kota terintegrasi dengan standar internasional, yang umumnya memiliki luas lebih dari 300 hektare dan berada di lokasi strategis. Di kawasan tersebut, hunian dibangun bersamaan dengan fasilitas komersial, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan fasilitas publik. Dengan pendekatan seperti ini, sebuah kawasan kota tidak lagi sekadar menjadi produk real estat, tetapi mulai berfungsi sebagai sebuah perekonomian dalam skala kecil, menciptakan lapangan kerja, layanan, dan investasi sendiri seiring dengan masuknya para penghuni.
Data pasar internasional semakin menegaskan nilai dari integrasi tersebut. Master Plan Outlook dari Zonda menemukan bahwa komunitas yang dikembangkan berdasarkan perencanaan induk di Amerika Serikat mencatat rata-rata 2,3 penjualan rumah per bulan pada kuartal ketiga 2025, dibandingkan 2,1 penjualan pada komunitas yang berdiri sendiri. Pada segmen rumah dengan harga di bawah US$300.000, kesenjangan tersebut bahkan melebar hingga 51%. Penelitian Cushman & Wakefield menemukan bahwa pendapatan rumah tangga median di komunitas yang dikembangkan berdasarkan perencanaan induk yang mereka teliti 38% lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya, sebuah karakteristik yang turut membantu menarik sektor ritel premium dan berbagai layanan.
Hal yang membedakan Vinhomes adalah kemampuannya mengeksekusi pembangunan dalam skala dan kecepatan yang jarang ditemui. Setelah mengunjungi proyek perusahaan di Can Gio, Direktur New7Wonders Jean-Paul de la Fuente mengamati bahwa hanya sedikit pengembang di dunia yang memiliki kemampuan untuk membangun dalam skala dan kecepatan sebesar itu, sembari tetap mampu mengelola kompleksitas yang menyertainya.
Vinhomes Green Paradise Menampilkan Kota Berorientasi Manusia yang Siap Diekspor
Dengan luas mencapai 2.870 hektare dan tingkat kepadatan pembangunan hanya 16%, Vinhomes Green Paradise menjadi proyek unggulan dari model Vinhomes. Setelah menonjol dalam tiga pilar penilaian New7Wonders, yaitu Lingkungan & Alam (Environment & Nature), Kota Cerdas (Smart City), dan Pembangunan Berorientasi Manusia (Human-Centric Development), proyek ini telah melaju ke tahap pemungutan suara global dalam kampanye “7 Wonders of Future Cities”.
Jika ada satu proyek yang mampu menggambarkan ambisi global dari model Vinhomes, proyek tersebut adalah Vinhomes Green Paradise. Pengembangan seluas 2.870 hektare ini mengalokasikan sebagian besar lahannya untuk ruang hijau dan perairan, termasuk laguna air laut alami seluas hingga 800 hektare serta garis pantai sepanjang 121 kilometer. Kawasan tersebut berada di sebelah Cagar Biosfer Mangrove Can Gio seluas 75.000 hektare yang telah diakui oleh UNESCO.
Vinhomes Green Paradise menjadi proyek pertama yang diakui New7Wonders sebagai Official Participant setelah kampanye “7 Wonders of Future Cities” dibuka pada 31 Oktober 2025. Berdasarkan kerangka evaluasi organisasi tersebut, proyek dari Vietnam ini menonjol dalam tiga pilar, yaitu Lingkungan & Alam, Kota Cerdas, serta Pembangunan Berorientasi Manusia. Proyek tersebut kemudian melaju ke tahap pemungutan suara global dalam kampanye tersebut.
Pilar berorientasi manusia diwujudkan melalui gagasan baru mengenai rumah kedua: kota di pagi hari, laut di sore hari. Setelah jalur kereta Ben Thanh–Can Gio yang direncanakan, dengan kecepatan hingga 350 km/jam, selesai dibangun, perjalanan dari pusat Kota Ho Chi Minh menuju kawasan pesisir diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 13 menit. Melalui jalur darat, dengan Jembatan Can Gio menggantikan layanan feri Binh Khanh dan Boulevard Rung Sac diperlebar, perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 35 menit. Keluarga dapat meninggalkan tempat kerja pada Jumat sore, menikmati makan malam di tepi laut, dan kembali ke kota pada Senin pagi. Waktu tempuh seperti ini akan membuat hunian di kawasan pesisir berada dalam jangkauan perjalanan harian dari pusat kota.
Proyek ini dirancang agar setiap generasi dapat menemukan kesenangannya masing-masing dalam satu kawasan yang sama. Anak-anak dapat bermain paddleboard dan berenang di laguna, bersepeda di sepanjang jalur tepi laut, serta menjelajahi VinWonders seluas 122 hektare dengan 280 wahana dan 30 pertunjukan setiap hari. Sementara itu, Young Paradise Hub dirancang untuk mengembangkan bakat mereka di bidang teknologi dan seni. Para kakek dan nenek dapat berjalan-jalan di 370 taman, bersantai menikmati air mineral panas di Retreat Hub, bersosialisasi dengan teman-teman di New Horizon Center, serta berbagi pengalaman di Wisdom Academy yang berada di dalam Vin New Horizon. Momen kebersamaan pun dapat hadir dalam bentuk sederhana: menikmati matahari terbenam di tepian berpasir laguna, menyaksikan kembang api di atas teluk, atau menghabiskan malam di teater Song Xanh.
Sebuah model kota dapat diekspor bukan semata-mata karena ukurannya, melainkan karena kemampuannya menjawab tantangan yang dihadapi kota-kota di seluruh dunia: menciptakan tempat yang membuat orang memilih untuk tinggal, bekerja, dan kembali setiap hari. Setelah menerapkan model tersebut mulai dari Hanoi dan Ha Long hingga Can Gio, Vinhomes kini membawanya ke pasar internasional sebagai bentuk baru dari “Made in Vietnam.”

Tentang Vinhomes
Vinhomes merupakan pengembang real estat residensial dan kawasan kota terintegrasi terbesar di Vietnam. Perusahaan ini menjadi pelopor dalam pengembangan kawasan kota berskala besar yang modern dan terintegrasi, menghadirkan standar hunian premium sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan bagi klien domestik maupun internasional.
Recent Comments