Lebih dari 300 Aplikasi AI Meningkatkan Indikator Kinerja Utama secara Signifikan dan Menghemat Biaya Tahunan Lebih dari CNY 100 Juta (Sekitar US$15 Juta)
SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 26 Oktober 2026 – Perusahaan layanan keuangan terkemuka asal Singapura, Singlife, menggelar New Life Youth Forum perdana bertajuk “Untrashing Nature: How Can It Be Done?” pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Acara yang berlangsung di Perpustakaan Nasional (Central Library) ini menghimpun hampir 100 pelajar dan pemuda untuk mendiskusikan dampak dari pilihan sehari-hari terhadap lingkungan. Tamu Kehormatan (Guest-of-Honour) Dr. Janil Puthucheary, Menteri Negara Senior untuk Kementerian Pendidikan serta Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, menyampaikan pidato utamanya.

Dalam pidatonya, Dr. Janil menyampaikan bahwa tantangan sampah, pada intinya, adalah pertanyaan tentang bagaimana masyarakat menghargai sumber daya yang disediakan oleh alam. “Seperti yang diingatkan oleh karya-karya Bordalo, apa yang kita buang sebenarnya masih memiliki nilai. Tantangannya adalah bagaimana kita dapat memulihkan nilai tersebut dengan lebih baik, daripada membiarkan sumber daya yang berguna terbuang sia-sia,” ujarnya.
Karya seni patung berukuran sangat besar terbaru garapan seniman asal Portugal, Bordalo II, menampilkan pasangan induk dan anak orangutan yang dibuat menggunakan bahan-bahan sampah yang dikumpulkan dari seluruh Singapura. Dipersembahkan oleh Singlife sebagai bagian dari inisiatif tata kelola multi-tahun bertajuk New Life – A Better Way to Protect Tomorrow, karya seni setinggi tujuh meter tersebut diresmikan pada Kamis, 22 Oktober di Gardens by the Bay. Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Ibu Grace Fu, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, sebagai Tamu Kehormatan, serta Yang Mulia Carlos Pires, Duta Besar Portugal untuk Singapura. Patung ini berdiri sebagai pengingat nyata akan dampak dari konsumsi berlebihan serta pentingnya mengambil keputusan gaya hidup hari ini demi melindungi dunia yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang.
Berbicara mengenai Zero Waste Masterplan Singapura—sebuah rencana komprehensif berorientasi multi-sektor yang diluncurkan pada tahun 2019 untuk mendukung transisi menuju ekonomi sirkular—Dr. Janil menyampaikan bahwa Singapura telah mencatat penurunan sampah rumah tangga harian per orang sekitar 21 persen selama dekade terakhir. Selain itu, sebanyak 78 persen rumah tangga kini melaporkan bahwa mereka melakukan daur ulang, meningkat dari 72 persen pada tahun 2023. Peninjauan kembali Masterplan tersebut, yang diumumkan oleh Dr. Janil awal tahun ini, akan mengidentifikasi peluang-peluang baru untuk mengurangi sampah, memperkuat pemulihan sumber daya, serta memperpanjang masa pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Semakau—satu-satunya TPA di Singapura yang dibangun untuk menampung abu insinerasi dan sampah yang tidak dapat dibakar.
Dr. Janil juga membagikan hasil awal dari Return Right Beverage Container Return Scheme (Skema Pengembalian Wadah Minuman), yang telah diimplementasikan secara penuh bulan ini. Ia berujar: “Selama periode transisi enam bulan, lebih dari 48 juta wadah minuman telah dikembalikan melalui skema ini, mengalihkan lebih dari 800 ton material dari proses insinerasi untuk didaur ulang.” Namun, kenyataannya adalah tingkat daur ulang secara keseluruhan di Singapura berada pada angka 52 persen, turun dari 59 persen pada tahun 2019.
Dr. Janil Puthucheary, Menteri Negara Senior untuk Kementerian Pendidikan serta Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, menyampaikan bahwa inisiatif seperti New Life dapat memberikan perubahan nyata. “Dengan mengubah material terbuang menjadi karya seni, Bordalo menantang kita untuk melihat nilai dalam apa yang mungkin akan kita buang. Karya-karyanya mengingatkan kita bahwa mengubah hubungan kita dengan sampah dimulai dari mengubah cara kita memandang sampah itu sendiri. Seni memiliki kemampuan unik untuk memicu diskusi penting ini, menginspirasi perspektif baru, dan mendorong pilihan-pilihan yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan kita sehari-hari.”
Pada sesi diskusi panel, Chia Ko Wen (Kepala Keberlanjutan Singlife), Dr. Dee Chia (Wakil Direktur Pengembangan Pemirsa National Gallery Singapore), Jayasri Narayanan (Asisten Direktur Konservasi dan Sains WWF-Singapore), serta Joline Tang (Pendiri The Sustainability Project) membagikan pandangan dari sudut pandang konsumen, pelaku usaha, kelompok konservasi, dan lembaga kebudayaan mengenai sumber utama sampah, apa yang dapat dilakukan oleh individu maupun organisasi, serta potensi seni dalam mengubah empati menjadi tindakan nyata. Diskusi tersebut dipandu oleh pegiat keberlanjutan Chan Kah Mun.
Chia Ko Wen, Kepala Keberlanjutan Singlife, mengatakan: “Singlife membantu masyarakat melindungi masa depan mereka, dan keberlanjutan adalah bagian dari tanggung jawab tersebut, karena pilihan yang kita buat hari ini akan memengaruhi dunia yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang. Riset kami menunjukkan bahwa masyarakat lebih cenderung bertindak ketika mereka percaya bahwa pilihan pribadi mereka dapat memberikan perubahan. Melalui inisiatif New Life dan forum publik seperti ini, kami berharap dapat membantu generasi muda mengambil rasa kepemilikan atas pilihan pribadi mereka dan mengubah apa yang mereka ketahui menjadi tindakan praktis.”
Dari Kesadaran Menuju Action
Pada forum tersebut, Singlife juga mengumumkan peluncuran New Life Pledge (Komitmen New Life), yang mengajak masyarakat umum untuk berkomitmen melakukan satu atau lebih dari delapan aksi harian sederhana guna berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan. Aksi-aksi ini berkisar dari menggunakan transportasi umum dan memilih barang yang dapat dipakai ulang, hingga memperbaiki atau memfungsikan kembali barang lama sebelum membeli yang baru, serta mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari investasi mereka.
Delapan aksi tersebut diambil dari 25 aksi harian yang dipelajari dalam Singlife-SGFIN Sustainable Future Index (SFI) 2026, sebuah survei nasional terhadap 1.500 warga Singapura dan Permanent Resident yang dilakukan oleh Singlife bersama Sustainable and Green Finance Institute (SGFIN) di National University of Singapore (NUS), yang pertama kali dirilis pada Februari 2026. Laporan tindak lanjutnya (white paper) yang bertajuk “Closing the Sustainability Action Gap”, yang diterbitkan bulan lalu, mencatat bahwa meskipun kesadaran masyarakat Singapura telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, penerapan aksi keberlanjutan mereka masih tergolong sedang. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa rasa kepemilikan (ownership) merupakan pendorong terkuat dari perilaku berkelanjutan: orang lebih cenderung bertindak ketika keberlanjutan terasa relevan secara pribadi dan mereka percaya pilihan mereka membawa dampak. New Life Pledge dirancang untuk mempraktikkan wawasan tersebut: dengan mengajak masyarakat mengintegrasikan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bertahan lama ke dalam kehidupan sehari-hari, komitmen ini memberi mereka langkah awal yang konkrit dan pribadi untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata. Masyarakat dapat mengambil New Life Pledge di newlifesg.com/pledge.
Menyusul gelaran pertama New Life Youth Forum, beberapa acara serupa telah disiapkan sepanjang tahun mendatang untuk menghimpun para pemuda dalam diskusi lebih lanjut mengenai tata kelola lingkungan dan keberlanjutan, bersama dengan pandangan dari pihak pemerintah, kelompok konservasi, pelaku usaha, dan dunia seni. Inisiatif New Life juga akan menghadirkan peluncuran buku anak-anak edisi terbatas dan kompetisi seni bertema keberlanjutan dalam beberapa bulan mendatang untuk melibatkan masyarakat luas. Upaya-upaya ini bertujuan untuk menginspirasi warga Singapura agar mengonversi pemahaman mereka mengenai tantangan lingkungan menjadi aksi nyata sehari-hari.
Instalasi New Life karya Bordalo II saat ini sedang dipamerkan di SG50 Lattice, Bayfront Pavilion, Gardens by the Bay. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi newlifesg.com.
https://singlife.com
https://www.linkedin.com/company/singlife
https://www.facebook.com/SinglifeSG
https://www.instagram.com/singlife/
https://newlifesg.com/

Singlife
Singlife adalah perusahaan jasa keuangan terkemuka yang berasal dari dalam negeri dan menawarkan kepada konsumen cara yang lebih baik untuk mencapai kebebasan finansial. Kami berkantor pusat di Singapura dengan kehadiran di Filipina.
Singlife memenuhi beragam kebutuhan pelanggan dengan menawarkan rangkaian produk asuransi yang komprehensif, termasuk asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum dan investasi, tunjangan karyawan, serta solusi penasihat keuangan. Kami mewujudkannya melalui model distribusi arsitektur terbuka yang terdiferensiasi dan jaringan penasihat keuangan terbesar di Singapura.
Sebagai pelopor di ruang insurtech digital, kami menawarkan solusi digital yang dapat diakses melalui Aplikasi Singlife, portal MySinglife, dan platform investasi Grup yaitu dollarDEX dan GROW.
Kami adalah pemain kunci di ruang solusi tunjangan karyawan dan merupakan penyedia asuransi eksklusif untuk Skema Asuransi Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan Public Officers Group. Kami juga merupakan salah satu dari tiga penyedia asuransi perawatan jangka panjang yang disetujui pemerintah di Singapura.
Kami menganggap serius komitmen kami untuk mencapai Net Zero dan merupakan penandatangan resmi United Nations Principles for Sustainable Insurance serta Principles for Responsible Investment yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Singlife terbentuk dari penggabungan Aviva Singapore dan Singlife, yang awalnya merupakan perusahaan rintisan insurtech, pada Januari 2022. Singlife kini merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sumitomo Life, yang mengakuisisi Singlife pada tahun 2024. Kami memiliki lebih dari S$16 miliar aset per 31 Desember 2025 dan memiliki peringkat “A” dan “Baa1” dari Fitch dan Moody’s.
Sumitomo Life didirikan pada tahun 1907 dan merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar di Jepang, dengan aset lebih dari US$300 miliar per 30 September 2025.
Recent Comments