BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 24 Oktober 2026 – Produsen kapasitor, magnet, dan material baterai yang digunakan dalam server kecerdasan buatan (AI) dan kendaraan listrik (EV) mulai berbondong-bondong menanamkan investasi di Thailand. Sejak 2023, mereka telah mengajukan 35 proyek material canggih senilai sekitar US$690 juta (23,5 miliar baht) kepada Thailand Board of Investment (BOI), lembaga pemerintah yang bertugas mendorong investasi. Meningkatnya permintaan terhadap AI, kendaraan listrik, dan energi bersih mendorong para pemasok global untuk membangun kapasitas produksi bahan baku dan material di hulu rantai pasok di negara tersebut.

Proyek-proyek yang diajukan hingga paruh pertama 2026 tersebut mencakup kapasitor keramik multilapis (multilayer ceramic capacitors atau MLCC), film grafit termal, keramik berkinerja tinggi, material baterai dan sel bahan bakar, magnet neodimium, kain kaca dan kuarsa untuk papan sirkuit cetak, serta nanomaterial untuk manufaktur presisi. Secara keseluruhan, proyek-proyek ini menandai pergeseran salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dari kegiatan perakitan produk hilir menuju produksi material bernilai tinggi yang menjadi fondasi industri masa depan.
Dalam komputasi AI dan energi bersih, material yang lebih ringan, lebih tahan panas, dan memiliki daya hantar lebih baik menentukan kinerja perangkat. MLCC merupakan komponen penting dalam berbagai produk, mulai dari ponsel pintar hingga server AI. Satu server kelas atas bahkan dapat menggunakan hingga 30.000 unit MLCC.
“Dunia bergerak menuju produk yang berukuran lebih kecil dan lebih ringan, tetapi tetap lebih kuat dan efisien,” ujar Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Thailand Board of Investment. “Memproduksi material canggih di Thailand merupakan kunci untuk membangun kapasitas industri yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada impor, serta membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Thailand untuk berpartisipasi dalam rantai pasok bernilai tambah lebih tinggi.”
Thailand telah menjadi basis produksi bagi sejumlah produsen komponen terkemuka, termasuk Murata Electronics dari Jepang, yang menguasai lebih dari 35 persen pasar MLCC global, serta Kyocera AVX Components, produsen kapasitor tantalum terbesar di dunia. Di antara proyek-proyek baru tersebut, Fultech Fiber Glass dari Taiwan memproduksi kain kaca untuk papan sirkuit cetak, termasuk jenis berkinerja tinggi yang digunakan pada server AI. Sementara itu, Jones Tech memproduksi film grafit sintetis dan alami yang berfungsi mengalirkan panas dari perangkat elektronik.
Di luar sektor elektronik, proyek-proyek tersebut turut memperkuat rantai pasok kendaraan listrik, baterai, dan energi bersih. Cakupannya mulai dari lembaran logam berlapis untuk baterai litium-ion yang diproduksi BGN Thai dan magnet neodimium untuk motor kendaraan listrik dari Phinis Well, hingga pelat bipolar untuk sel bahan bakar hidrogen yang diproduksi Xinyuan Graphite.
CoorsTek Advanced Materials, anak perusahaan CoorsTek yang berbasis di Amerika Serikat dan merupakan pemimpin global dalam bidang keramik rekayasa untuk industri semikonduktor dan kedirgantaraan, telah berinvestasi dalam produksi material keramik untuk sensor tekanan otomotif serta bola silikon nitrida untuk bantalan hibrida pada kendaraan listrik dan turbin angin. Sementara itu, Golden Egret Cemented Carbide memproduksi bubuk tungsten karbida untuk perkakas pemotong presisi, sehingga semakin memperkuat basis manufaktur presisi tinggi Thailand.
“Industri material canggih yang kini mulai berkembang di Thailand merupakan fondasi bagi rantai pasok masa depan di sektor elektronik, kendaraan listrik, baterai, dan energi bersih,” kata Narit. “BOI akan terus memperkuat basis investasi ini, mengembangkan produksi material dan komponen di hulu rantai pasok, serta mendukung penelitian dan pengembangan (R&D), teknologi, dan pengembangan tenaga kerja. Langkah ini bertujuan mengalihkan posisi Thailand dari produksi hilir menuju produksi hulu sekaligus menjadikannya pusat material canggih di kawasan.”
Catatan: Konversi dolar AS menggunakan kurs jual rata-rata Bank of Thailand sekitar 33,76 baht per US$1.
https://www.boi.go.th/en/index

Tentang Thailand Board of Investment (BOI)
Didirikan pada 1966, Thailand Board of Investment (BOI) telah menghabiskan enam dekade untuk mendorong investasi bernilai tinggi, baik dari investor asing maupun investor Thailand. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat daya saing negara serta mendorong transformasi menuju perekonomian baru yang berkelanjutan dan seimbang.
Investment Services Center — Bagian Hubungan Masyarakat, Kantor Thailand Board of Investment (BOI)
555 Vibhavadi-Rangsit Road, Chatuchak, Bangkok 10900
Telepon: +66 (0) 2553 8111
Faks: +66 (0) 2553 8222
Recent Comments