KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 18 September 2026 – Seiring dengan semakin besarnya pengaruh berbagai perangkat seperti Google AI Overviews, ChatGPT, dan Gemini terhadap cara konsumen mencari produk dan layanan, spesialis SEO asal Malaysia, Terence Lim, memperingatkan bahwa bisnis yang hanya mengoptimalkan peringkat di Google secara tradisional mungkin kehilangan semakin banyak calon pelanggan.
Perubahan tersebut dapat diukur. Menurut Generative Parser Research dari BrightEdge (Februari 2026), kemunculan AI Overviews dalam hasil pencarian Google meningkat dari sekitar 30% menjadi 48% dari kueri yang dilacak selama setahun terakhir. Artinya, AI Overviews muncul dalam hampir separuh kueri yang dipantau BrightEdge. Penelitian yang sama menemukan bahwa hanya sekitar 17% sumber yang dikutip dalam AI Overviews juga menempati peringkat 10 besar dalam hasil pencarian organik Google.
Di tingkat lokal, adopsi AI juga semakin cepat. Sebanyak 38% bisnis di Malaysia kini secara konsisten menggunakan setidaknya satu perangkat AI, meningkat dari 27% pada tahun sebelumnya, berdasarkan studi Amazon Web Services (AWS) dan Strand Partners pada 2026. Namun, studi yang sama menemukan bahwa 67% pengguna AI masih terutama mengandalkan perangkat dasar seperti chatbot publik, sementara hanya 19% yang memiliki strategi formal untuk memperluas penggunaan AI. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis Malaysia masih belum menerapkan AI secara strategis dalam berbagai aspek, termasuk bagaimana pelanggan menemukan mereka melalui mesin pencari.
“Menurut pandangan saya, kesenjangan dalam hal sumber yang dikutip ini menunjukkan bahwa berada di peringkat #1 di Google tidak lagi cukup dengan sendirinya,” ujar Terence Lim, pendiri JinMatic, sebuah agensi SEO yang berbasis di Kuala Lumpur. “Perangkat pencarian berbasis AI merangkum jawaban secara langsung, bahkan sering kali tanpa mengarahkan pengguna ke sebuah situs web. Jika bisnis Anda tidak disusun agar dapat dipahami oleh sistem-sistem ini, secara teknis Anda bisa saja memiliki peringkat yang baik, tetapi tetap tidak muncul di tempat yang sebenarnya menjadi tujuan pencarian pelanggan.”
Terence Lim, yang telah berkecimpung dalam optimasi mesin pencari sejak 2010 serta memiliki sertifikasi MOZ Advanced SEO dan Google Analytics Individual Qualification, mengatakan bahwa kesenjangan tersebut sangat relevan bagi usaha kecil dan menengah, yang sering mengandalkan agensi SEO atau tim internal yang masih berfokus sepenuhnya pada peringkat kata kunci tradisional.
Terence Lim merekomendasikan agar pemilik bisnis memulai dengan mengajukan tiga pertanyaan: apakah konten situs web mereka secara langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan umum pelanggan; apakah informasi bisnis mereka disusun dengan cara yang mudah dibaca oleh mesin pencari dan sistem AI; serta apakah mereka memantau visibilitas dalam jawaban yang dihasilkan AI, bukan hanya peringkat dalam hasil pencarian standar. Sebagai langkah awal yang praktis, ia menyarankan melakukan audit SEO teknis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang saat ini membatasi visibilitas, disertai riset kata kunci untuk memahami apa yang sebenarnya dicari oleh pelanggan.
JinMatic menawarkan free SEO Opportunity Review untuk membantu bisnis di Malaysia menilai posisi mereka saat ini.
https://jinmatic.com/
https://www.linkedin.com/in/limengjin/

JinMatic
JinMatic merupakan agensi SEO berbasis di Kuala Lumpur yang mengkhususkan diri dalam SEO Google tradisional maupun optimasi pencarian berbasis AI (AEO/GEO). Didirikan oleh Terence Lim pada 2010, JinMatic telah bekerja sama dengan berbagai bisnis di sektor kesehatan, e-commerce, serta makanan dan minuman (F&B), dan telah diberitakan oleh Sin Chew, Vulcan Post, Malay Mail, Yahoo Finance, SME Magazine, dan HR Asia.
Recent Comments