- Family office di Asia Pasifik melaporkan kinerja portofolio (outperformance) tertinggi secara global, dengan 26% mencapai imbal hasil di atas 15% sejak awal tahun hingga saat ini (year-to-date), sementara 22% menargetkan imbal hasil tahunan melebihi 15%, hampir dua kali lipat dari rata-rata global.
- Kawasan ini menunjukkan minat terbesar pada AI untuk aktivitas investasi langsung yang baru.
Saksikan pimpinan Global Family Office Citi Wealth mendiskusikan temuan laporan tersebut di sini.
HONG KONG SAR / SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 22 September 2026 –Citigroup Inc. (NYSE: C) – Citi Wealth hari ini merilis Laporan Global Family Office 2026, yang menawarkan perspektif mendalam mengenai pemikiran dan perilaku para investor paling canggih di dunia. Laporan ini disusun oleh Global Family Office Group dari Citi Wealth, yang bekerja sama dengan lebih dari 1.900 family office (kantor pengelola kekayaan keluarga) di seluruh dunia.
Dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2026, survei ini memberikan gambaran tentang bagaimana lebih dari 350 family office di lebih dari 40 negara – dengan 22% di antaranya berasal dari kawasan Asia Pasifik (APAC) – menghadapi berbagai kompleksitas baru di era yang diwarnai oleh ketidakpastian.
“Secara global, family office menyeimbangkan antara keyakinan dengan ketahanan, peluang dengan disiplin, serta pertumbuhan dengan penatalayanan (stewardship),” kata Dawn Nordberg, Head of Integrated Client Solutions and the Global Family Office Group di Citi Wealth. “Sebagai investor institusional terkemuka, mereka menyebarkan modal, membangun kemampuan, dan menciptakan kesinambungan dengan cara yang akan membentuk generasi masa depan. Kami berkomitmen untuk memberdayakan klien family office kami dengan memberikan kejelasan dan keahlian khusus guna menavigasi era baru ini.”
Di kawasan APAC, tema-tema utama yang muncul dari survei tahun ini meliputi:
- Kinerja Portofolio Terkuat (Outperformance): Family office di APAC melaporkan tingkat kinerja portofolio tertinggi yang melampaui ekspektasi, dengan 26% di antaranya mencapai imbal hasil di atas 15% sejak awal tahun hingga saat ini (year-to-date). Mereka juga menunjukkan target imbal hasil yang paling ambisius, di mana 22% menargetkan imbal hasil tahunan melebihi 15%, hampir dua kali lipat dari rata-rata global. Hal ini tampaknya sebagian didorong oleh kuatnya kinerja pasar ekuitas publik secara keseluruhan di kawasan tersebut pada tahun ini, dengan indeks Nikkei 225 naik sekitar 30% hingga pertengahan Juni.
- Manajemen Aktif Memimpin Respons: Family office di APAC merupakan yang paling proaktif secara global dalam merespons volatilitas pasar, dengan 62% menerapkan manajemen aktif dan 49% mengimplementasikan strategi lindung nilai (hedging), jauh di atas rata-rata global. Temuan ini menunjukkan tingkat kecanggihan yang lebih besar dalam manajemen risiko. Alih-alih memandang manajemen risiko sebagai langkah defensif, family office semakin mendekatinya secara aktif, yakni sebagai penyesuaian portofolio taktis daripada reposisi strategis yang signifikan.
- Investasi Langsung Tetap Menjadi Kekuatan Inti: APAC mencatatkan tingkat partisipasi investasi langsung (direct-investing) tertinggi secara global sebesar 79%. Family office di APAC juga menunjukkan preferensi terkuat terhadap tim internal sebagai sumber utama untuk peluang investasi langsung (77%), yang mengindikasikan tingginya tingkat profesionalisasi investasi dan kemampuan pencarian sumber institusional.
- AI Mendominasi Tema Investasi Baru: Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi peluang investasi langsung yang paling menonjol bagi family office di APAC, di mana 80% mengidentifikasi AI sebagai fokus sektor utama, tertinggi dibandingkan wilayah mana pun, diiringi oleh minat yang kuat pada peluang di bidang perawatan kesehatan, robotika, dan perangkat lunak. Family office di APAC juga menunjukkan tingkat kenyamanan keseluruhan tertinggi terhadap aset digital, dengan separuh dari mereka melaporkan tidak ada hambatan signifikan dalam adopsi aset digital tersebut.
- Kekhawatiran Utama: Stabilitas sistem keuangan global (53%) dan volatilitas pasar (52%) muncul sebagai kekhawatiran utama bagi family office di APAC, di mana keduanya disebut pada tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Sensitivitas yang meningkat ini mungkin sebagian disebabkan oleh blokade minyak di Selat Hormuz, mengingat 85% minyak yang ditujukan untuk pasar Asia melewati jalur ini.
“Temuan survei 2026 menunjuk pada lanskap family office yang semakin matang di Asia Pasifik, yang ditandai dengan pemikiran kewirausahaan, praktik investasi berkualitas institusional, dan minat yang kuat terhadap konektivitas global,” ujar Bernard Wai, Head of Asia untuk Integrated Client Solutions dan Global Family Office, Citi Wealth. “Family office di seluruh Asia Pasifik telah berevolusi menjadi semakin canggih, membutuhkan bakat, pengaturan, dan tata kelola untuk pola pikir investasi yang menyerupai sovereign wealth fund (SWF). Baik itu berekspansi ke program investasi langsung, memanfaatkan antarmuka AI, atau mengeksekusi transaksi lintas batas dengan pertimbangan pajak, family office di sini mengambil pendekatan yang lebih holistik terhadap penatalayanan kekayaan. Citi Wealth berkomitmen untuk mendukung semua ini, melalui penawaran OneCiti kami.”
Secara global, tema-tema utama yang muncul dari survei tahun ini meliputi:
- Kinerja Kuat di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian: Meskipun terjadi pergeseran indikator makroekonomi dan kekhawatiran geopolitik, hampir 90% responden melaporkan kinerja portofolio yang positif sejak awal tahun hingga saat ini, sementara 41% terus menargetkan imbal hasil tahunan sebesar 7% hingga 10%. Klien merasa optimis namun tidak berpuas diri karena ekspektasi imbal hasil yang moderat hadir berdampingan dengan kekhawatiran seputar inflasi, suku bunga, dan stabilitas keuangan. Disiplin jangka panjang tetap menjadi keunggulan kompetitif yang krusial.
- Mengelola Risiko Tanpa Mengabaikan Peluang: Perkembangan geopolitik baru-baru ini menguji portofolio namun tidak memicu pengurangan (retrenchment) secara luas. Family office menghindari reposisi portofolio secara besar-besaran, dan lebih memilih manajemen aktif, strategi lindung nilai, serta penyesuaian yang ditargetkan. Lebih dari 40% responden tidak melakukan perubahan besar, sementara yang lain tetap sangat fokus pada peningkatan ketahanan portofolio tanpa mengorbankan tujuan strategis mereka. Dengan kecanggihan yang semakin meningkat dalam manajemen risiko, family office merangkul kemampuan aktif yang memungkinkan mereka untuk tetap berinvestasi selama periode ketidakpastian.
- Ekuitas Publik Kembali Memimpin: Pasar publik kembali mendapatkan momentum karena investor mencari kombinasi antara pertumbuhan, likuiditas, dan fleksibilitas. Hampir separuh responden meningkatkan eksposur ekuitas publik mereka selama tahun ini, menjadikannya tujuan utama untuk modal baru. Ekuitas negara maju global menempati peringkat sebagai kelas aset yang paling disukai untuk alokasi bersih di masa depan. Secara keseluruhan, alokasi portofolio tetap terdiversifikasi dengan baik, di mana banyak family office mempertahankan posisinya pada ekuitas swasta (private equity), pendapatan tetap, dan uang tunai. Dalam lingkungan di mana imbal hasil semakin didorong oleh fundamental dan bukan sekadar ekspansi valuasi, kualitas menjadi lebih penting dari sebelumnya.
- Pasar Swasta Tetap Menjadi Pusat Pertumbuhan: Pasar swasta tetap menjadi pilar strategis bagi portofolio family office di mana ekuitas swasta menarik modal yang signifikan, investasi langsung terus meningkat, dan peluang pada tahap pertumbuhan menghasilkan minat yang kuat. Namun, family office menjadi lebih selektif dengan penekanan yang lebih besar pada pencarian sumber, keahlian, dan akses yang terdeferensiasi. Konektivitas telah muncul sebagai sebuah keunggulan kompetitif.
- AI Beralih dari Eksperimen ke Implementasi: Family office menyebarkan AI di seluruh analisis investasi, manajemen informasi, pelaporan, otomatisasi alur kerja, dan proses dukungan keputusan. Dengan penekanan pada produktivitas ketimbang sekadar menciptakan alpha (keuntungan berlebih), mereka melaporkan sejumlah manfaat seperti pemrosesan informasi yang lebih cepat, efisiensi yang membaik, dan kemampuan uji kelayakan (due diligence) yang meningkat. Family office memprioritaskan produktivitas sebelum menggunakan AI untuk mendorong imbal hasil investasi, dan memastikan bahwa keputusan akhir tetap dibuat oleh manusia yang berpengalaman.
- Meningkatnya Globalisasi Membawa Kompleksitas yang Lebih Tinggi: Kekayaan keluarga kini semakin bersifat internasional, dengan 38% responden memperkirakan globalisasi keluarga akan meningkat dalam lima tahun ke depan. Mengingat banyak responden melaporkan aset, bisnis, dan anggota keluarga yang berlokasi di berbagai yurisdiksi, koordinasi pajak, penataan aset, kepatuhan terhadap peraturan, dan perencanaan lintas batas menjadi tanggung jawab yang semakin besar bagi family office. Membangun keahlian lintas batas akan menjadi hal yang sangat penting mengingat meningkatnya kompleksitas global kini menjadi aspek fundamental dari kekayaan keluarga.
- Suksesi Muncul Sebagai Prioritas Utama yang Mendesak: Sekitar sepertiga responden mengantisipasi terjadinya transisi kepemimpinan di keluarga mereka, family office, atau bisnis keluarga dalam lima tahun ke depan. Namun, para responden menyebutkan rencana suksesi yang tidak jelas, kesiapan yang tidak memadai di antara para pemimpin masa depan, dan kurangnya penyelarasan seputar visi masa depan sebagai tantangan yang signifikan. Perencanaan suksesi perlu diperluas melampaui sekadar mengidentifikasi pemimpin masa depan untuk memastikan kesinambungan nilai-nilai keluarga, persatuan, dan tata kelola lintas generasi. Pengembangan generasi penerus merupakan sebuah prioritas, di mana program pendidikan, partisipasi tata kelola, keterlibatan penasihat, dan peluang pembelajaran praktik secara langsung sedang dimanfaatkan untuk mempersiapkan generasi masa depan.
Alexandre Monnier, Head of Family Office Advisory di Citi Wealth menambahkan: “Seiring dengan dunia di sekitar kita yang menjadi semakin kompleks, family office berada pada posisi unik untuk membangun portofolio yang tangguh, membayangkan kembali operasi mereka, dan memprofesionalkan diri dengan cara yang memungkinkan keluarga mereka untuk mencapai tujuan yang ambisius. Dengan memanfaatkan jangkauan global dan kemampuan mendalam Citi, kami bangga dapat bermitra dengan family office di seluruh dunia untuk membantu mereka mempersiapkan generasi masa depan serta mempertahankan dan menumbuhkan kekayaan.”
Klik DI SINI untuk mengunduh foto dan Laporan Citi Wealth Family Office 2026.
Tentang Survei Ini
Survei tahun ini diinisiasi selama acara tahunan ke-11 Citi Wealth Family Office Leadership Summit pada bulan Juni 2026. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 pemimpin Family Office dari lebih dari 25 negara, dengan rata-rata kekayaan bersih keluarga sebesar $2,1 miliar. Survei yang berisi sekitar 50 pertanyaan tersebut kemudian dibuka untuk populasi klien Family Office yang lebih luas secara global, dengan 351 klien dari 41 negara memberikan tanggapannya pada bulan Juni dan Juli 2026.
Tentang Global Family Office Group
Global Family Office Group dari Citi Wealth melayani Single Family Office, perusahaan investasi swasta, dan perusahaan induk swasta, termasuk perusahaan milik keluarga dan yayasan, di seluruh dunia. Tim ini menawarkan klien layanan perbankan swasta dan konsultasi yang komprehensif, akses institusional ke berbagai peluang global, serta koneksi ke komunitas rekanan dengan pemikiran serupa.
https://citigroup.com
https://linkedin.com/company/citi
https://twitter.com/Citi#_blank
http://www.facebook.com/citi#_blank
http://www.youtube.com/citi%7C#_blank

Tentang Citi
Citi adalah mitra perbankan terkemuka bagi institusi dengan kebutuhan lintas batas, pemimpin global dalam manajemen kekayaan, dan bank personal yang sangat dihargai di pasar asalnya, Amerika Serikat. Citi menjalankan bisnis di lebih dari 180 negara dan yurisdiksi, menyediakan beragam produk dan layanan keuangan bagi perusahaan, pemerintah, investor, institusi, dan individu.
Informasi tambahan dapat ditemukan di di www.citigroup.com | X: @Citi | LinkedIn: www.linkedin.com/company/citi | YouTube: www.youtube.com/citi | Facebook: www.facebook.com/citi
Recent Comments