Langkah ini dilakukan ketika output industri dirgantara Singapura melonjak melampaui S$18 miliar, di tengah pertumbuhan sektor MRO penerbangan tercepat di Asia.

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – 21 September 2026 – Allinton, penyedia solusi teknik dan industri yang berbasis di Singapura, akan berpartisipasi dalam MRO Asia-Pacific 2026 pada 22–24 September di Singapore Expo Meeting Rooms, Hall 3, Booth 2529. Dalam ajang tersebut, Allinton akan memperkenalkan kapabilitas perdagangan, rekayasa, dan pengembangan bisnisnya seiring dengan terus berkembangnya sektor maintenance, repair and overhaul (MRO) atau pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul penerbangan di Asia.

Pertumbuhan Industri Dirgantara Asia Semakin Pesat, Singapura Memainkan Peran Sentral

Menurut Singapore Economic Development Board (EDB), sektor dirgantara Asia berkembang dengan laju yang belum tertandingi oleh kawasan lain di dunia. Data EDB menunjukkan bahwa output industri dirgantara Singapura melampaui S$18 miliar pada 2024, meningkat 19% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut EDB, Singapura menyumbang sekitar 10% dari output MRO global dan hampir 20% dari output MRO mesin pesawat global. Angka tersebut setara dengan satu dari setiap 10 pesawat dan satu dari setiap lima mesin pesawat di seluruh dunia yang mendapatkan layanan di Singapura. Dalam konteks inilah Allinton memperluas kehadirannya di sektor MRO penerbangan.

Kapabilitas Baru Allinton Mencakup Seluruh Rantai Nilai Dirgantara

MRO Asia-Pacific 2026 mempertemukan maskapai penerbangan, penyedia layanan MRO, produsen peralatan asli atau original equipment manufacturers (OEMs), perusahaan penyewaan pesawat atau lessor, serta para pemasok dari seluruh ekosistem aftermarket penerbangan. Keikutsertaan Allinton Group menandai langkah perusahaan memasuki ekosistem aftermarket penerbangan, dengan memperkenalkan kapabilitas baru di bidang rekayasa penerbangan yang dikembangkan melalui struktur yang mencakup tiga fungsi bisnis untuk memenuhi beragam kebutuhan tersebut: Allinton Engineering & Trading, yang menyediakan pasokan industri dan solusi rekayasa; Allinton Ventures, yang menangani pengembangan bisnis dan kemitraan strategis; serta Aik Lee, yang berfokus pada penerapan otomasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan menyatakan bahwa dalam struktur tersebut, pengembangan Aik Lee di bidang AI dan otomasi digital merupakan salah satu bagian dari penawaran Allinton yang lebih luas dan saat ini masih berada pada tahap eksplorasi.

Secara keseluruhan, ketiga fungsi Allinton tersebut mencakup pengadaan dan pasokan, pelaksanaan rekayasa, serta pertumbuhan dan ekspansi jangka panjang untuk mendukung berbagai kebutuhan MRO penerbangan. Kapabilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional internal, seperti efisiensi alur kerja dan proses, sekaligus mendukung berbagai penerapan di sektor dirgantara eksternal.

“Sektor MRO menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan waktu penyelesaian, mengelola tantangan pasokan, dan bekerja dengan lebih efisien,” kata Chin Chit Loong, Chief Executive Officer Allinton. “Dengan menggabungkan pengalaman kami dalam pengadaan dan pasokan industri dengan kemampuan di bidang rekayasa, otomasi, dan digital, Allinton dapat membantu mengatasi kesenjangan operasional tersebut melalui solusi praktis yang dirancang berdasarkan cara kerja pelanggan kami yang sebenarnya.” Pendekatan ini mencerminkan tren pertumbuhan yang lebih luas dari sektor dirgantara Asia, khususnya di Singapura.

https://allinton.com.sg/
https://www.linkedin.com/company/allinton/
https://www.instagram.com/allintonsg/

Tentang Allinton

Allinton merupakan penyedia solusi rekayasa dan integrator sistem yang berbasis di Singapura dan didirikan pada 1982. Allinton memiliki tiga segmen bisnis utama, yaitu AI, Digital & Custom Engineering Solutions, System Integration, serta Trading & Distribution Services.

Allinton menyediakan solusi komprehensif dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan keahlian di bidang rekayasa, teknologi digital, dan AI untuk meningkatkan visibilitas operasional, efisiensi, serta pengambilan keputusan. Segmen layanan perdagangan dan distribusinya memasok mesin yang andal serta peralatan canggih untuk mendukung berbagai kegiatan operasional industri. Allinton mengoperasikan pusat logistik yang signifikan di Singapura, termasuk dua gudang seluas masing-masing 60.000 kaki persegi di Tuas, Singapura, yang memastikan logistik yang kuat dan pasokan yang andal untuk lingkungan industri dengan tuntutan tinggi.

Beroperasi di delapan negara, yaitu Singapura, Bangladesh, Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, Allinton mendukung pelanggan di berbagai sektor industri yang kompleks dan memiliki tuntutan tinggi, termasuk kelautan, minyak dan gas, konstruksi, serta industri berat.