TONGXIANG, TIONGKOK – Media OutReach Newswire – 6 November 2026 – Sebuah robot membuat kopi. Robot lainnya menari, berpatroli di aula pameran, atau beradu pukulan tiruan dalam demonstrasi yang telah dikoreografikan. Pemandangan seperti ini ditampilkan penuh pada World Internet Conference Wuzhen Summit tahun ini, yang berakhir pada 5 November di kota kanal Wuzhen, China bagian timur.

Perusahaan-perusahaan seperti Unitree Robotics, AgiBot, dan UBTECH memanfaatkan pameran “Light of Internet” untuk menunjukkan sejauh mana robot telah berkembang, dan seberapa dekat mereka mungkin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Namun, pameran ini bukan sekadar tontonan. Banyak mesin yang dipamerkan sedang dikembangkan untuk tugas-tugas di luar ruang pameran.
Evan Kail, seorang kreator konten asal Amerika yang mengunjungi pameran, berhenti sejenak di depan GD01 milik Unitree Robotics, robot yang dirancang untuk skenario tanggap darurat.
Kail mengatakan mesin tersebut menggambarkan pesatnya kemajuan China di bidang robotika. Menurutnya, beberapa tahun lalu robot Unitree dikenal luas karena menari dalam pertunjukan gala yang disiarkan di televisi. Kini, mesin seperti GD01 menunjukkan peran yang lebih praktis, termasuk penanggulangan bencana dan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Lompatan teknologi di China sangat mengesankan,” kata Kail. “Seiring perubahan iklim yang semakin parah, robot seperti ini bisa membuat perbedaan jika digunakan untuk menyelamatkan nyawa.”
Pergeseran dari demonstrasi yang menarik perhatian menuju penerapan praktis menjadi tema yang berulang di seluruh pameran. Namun, agar robot dapat bekerja dengan andal di jalanan yang ramai, zona bencana, atau lokasi industri, mesin itu sendiri hanyalah sebagian dari persamaannya. Robot juga membutuhkan jaringan yang mampu membawa data dalam jumlah besar, merespons hampir seketika, dan mendukung keputusan AI di dekat tempat keputusan itu dibutuhkan.
Di stan China Mobile, sebuah pajangan menyoroti satu contoh: robot pengatur lalu lintas yang dikerahkan di Hangzhou, kota di China timur yang menjadi tuan rumah Asian Games 2023.
Awal tahun ini, pada puncak periode perjalanan liburan, Hangzhou mengerahkan 15 robot di persimpangan-persimpangan utama di kawasan wisata dan pusat kota. Sebagai bagian dari program Hangzhou Police Smart Mobility, robot-robot ini dapat menjawab pertanyaan, memandu pejalan kaki dan kendaraan, serta memperingatkan orang tentang pelanggaran lalu lintas.
Penerapan ini menggambarkan bagaimana konektivitas menjadi pusat kegunaan mesin cerdas. Sistem saat ini menggunakan koneksi 5G dan 5G-Advanced dan umumnya mendukung satu kamera pada setiap robot. Versi mendatang diperkirakan akan membawa hingga enam kamera dan beroperasi lebih mandiri di dalam area yang ditentukan.
Hal itu akan membutuhkan latensi di bawah 10 milidetik, kecepatan unggah di atas 100 Mbps, dan pemosisian dengan akurasi hingga hitungan sentimeter, tuntutan yang turut membentuk pengembangan 6G.
Generasi teknologi seluler berikutnya masih beberapa tahun lagi dari penerapan komersial. Namun, ambisinya melampaui kecepatan unduh yang lebih tinggi. Rencana industri untuk 6G mencakup penggabungan komunikasi dengan penginderaan, komputasi tepi (edge computing), dan konektivitas satelit.
“Dengan 6G, jaringan secara efektif akan memiliki ‘mata seperti radar’, yaitu kemampuan untuk merasakan dan memahami sekitarnya, sementara AI akan memberinya otak,” kata Liang Zeshuai, insinyur optimalisasi jaringan di China Mobile Zhejiang.
Dalam visi ini, sebuah stasiun pemancar (base station) akan melakukan lebih dari sekadar mengirimkan data. Dengan kemampuan penginderaan seperti radar, stasiun tersebut dapat mendeteksi drone di dekatnya, mengidentifikasi rintangan di balik tikungan buta, atau memberi mesin otonom pemahaman yang lebih rinci tentang lingkungan sekitarnya. Sementara itu, komputasi tepi akan memungkinkan tugas-tugas AI diproses lebih dekat dengan pengguna, alih-alih mengirim setiap permintaan ke pusat data yang jauh.
Hal itu bisa sangat penting dalam situasi seperti yang dibayangkan Kail: lingkungan yang kompleks dan berbahaya, di mana waktu, konektivitas, dan kesadaran situasional dapat membuat perbedaan.
Konektivitas satelit dapat menjadi lapisan ketahanan tambahan ketika topan, gempa bumi, atau bencana lain merusak infrastruktur berbasis darat. China Mobile telah meluncurkan layanan langsung ke ponsel menggunakan sistem satelit Tiantong dan BeiDou.
Untuk saat ini, 5G-Advanced, jaringan yang melampaui 5G dalam hal kecepatan dan performa, telah diluncurkan secara luas di seluruh China. Di Wuzhen, jaringan “super uplink” 5G-Advanced dengan kecepatan unggah hingga 1.000 Mbps untuk pertama kalinya mencakup lokasi konferensi. Anjing robot menggunakan jaringan tersebut untuk berpatroli di area itu, mentransmisikan video 4K dan data lokasi secara real-time.

Kombinasi konektivitas, komputasi, dan AI yang sama kini merambah ke industri-industri yang manfaatnya mungkin kurang terlihat dibandingkan robot penari, tetapi berpotensi lebih berdampak.
China Mobile dan Sinopharm, konglomerat farmasi dan layanan kesehatan milik negara China, misalnya, telah mengembangkan platform logistik rantai dingin berbasis AI yang telah menurunkan biaya pengiriman sebesar 65% dan memangkas waktu pengiriman sebesar 70%. Sistem ini dirancang untuk membantu mengelola pengangkutan produk yang sensitif terhadap suhu, di mana keterlambatan atau pemantauan yang buruk dapat menyebabkan pemborosan.
Di Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, China Mobile telah membangun apa yang disebutnya sebagai jaringan privat 5G terbesar di dunia untuk operasional pelabuhan. Jaringan semacam itu dapat mendukung koordinasi real-time antara derek, kendaraan, kamera, dan sistem kendali di lokasi industri yang luas dan bergerak cepat.
Perusahaan ini juga menerapkan AI dan sistem terhubung untuk keselamatan publik dan manajemen darurat, termasuk perencanaan pengendalian banjir dan inspeksi gedung dengan drone. Tujuannya bukan hanya merespons lebih cepat setelah keadaan darurat, tetapi juga mengidentifikasi risiko sebelum berubah menjadi krisis.
Di Wuzhen, robot tetap menjadi daya tarik yang paling terlihat. Mereka membuat kopi, menari untuk para pengunjung, dan berpose di depan kamera. Namun, cerita yang lebih berdampak berlangsung di belakang mereka, di dalam jaringan, sistem komputasi, dan tautan satelit yang dapat menentukan seberapa cepat AI berpindah dari kebaruan di pameran dagang menjadi alat bagi kota, industri, dan, berpotensi, pekerjaan penyelamatan nyawa.
Recent Comments