KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 5 November 2026 –  Skyro, grup perusahaan keuangan digital dengan pertumbuhan pesat yang berhasil mencapai titik impas operasional di Filipina hanya dalam waktu sedikit lebih dari tiga tahun sejak memulai operasinya di negara tersebut, kini memperkenalkan produk pinjaman pertamanya di Malaysia. Perusahaan ini memulai langkahnya dengan menawarkan pinjaman tunai digital dan berharap dapat memperluas layanannya melalui peluncuran produk dengan limit kredit yang telah disetujui, yang berpotensi diperkenalkan sebelum akhir 2026.

Skyro telah beroperasi di Filipina sejak 2022 dan berhasil membangun basis pengguna terdaftar lebih dari 7 juta orang, dengan total portofolio pinjaman aktif melampaui US$200 juta. Pada September 2026, perusahaan mengumumkan telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia (KPKT) untuk menyediakan layanan pinjaman uang secara online. Malaysia menjadi pasar kedua Skyro di kawasan Asia Tenggara.

Produk perdana Skyro di Malaysia menawarkan pinjaman tunai hingga RM1.000 (sekitar US$250) bagi pelanggan baru, dengan jangka waktu pembayaran hingga empat bulan. Perusahaan berencana meningkatkan batas pinjaman secara bertahap bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan, dengan potensi mencapai RM10.000 (sekitar US$2.500), seiring dengan pengembangan portofolio pinjamannya di pasar lokal.

Seluruh proses pengajuan pinjaman dilakukan melalui aplikasi seluler Skyro tanpa mengharuskan nasabah mengunjungi kantor cabang. Warga negara Malaysia yang memiliki MyKad (kartu identitas nasional Malaysia) yang masih berlaku dan penghasilan tetap dapat mengajukan pinjaman dengan melakukan verifikasi identitas serta menyerahkan dokumen pendukung penghasilan. Skyro mengevaluasi setiap permohonan secara individual dengan mempertimbangkan pendapatan pemohon, kewajiban keuangan yang sedang berjalan, serta riwayat kredit. Sebagian besar pemohon akan menerima keputusan dalam hitungan menit, sementara dana pinjaman yang disetujui akan langsung ditransfer ke rekening bank masing-masing.

Transparansi menjadi salah satu fitur utama produk baru ini. Sebelum menandatangani perjanjian pinjaman, nasabah dapat meninjau terlebih dahulu jumlah pinjaman yang disetujui, cicilan bulanan, biaya yang berlaku, serta total kewajiban pembayaran. Seluruh perhitungan tersebut didasarkan pada suku bunga tetap sebesar 1,5% per bulan.

Arsen Liametov, salah satu pendiri sekaligus Co-CEO Skyro, mengatakan:

“Bagi banyak orang, kebutuhan finansial tidak selalu muncul pada waktu yang tepat. Baik ketika seseorang perlu membayar biaya perbaikan rumah maupun pengeluaran tak terduga, kami ingin masyarakat Malaysia memiliki pilihan lain yang dapat dipertimbangkan ketika membutuhkan pembiayaan jangka pendek.

Namun, menyediakan akses kredit hanyalah salah satu bagian dari layanan kami. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa nasabah memahami jumlah pinjaman yang mereka ambil, biaya yang harus dibayarkan, serta bagaimana mereka akan melunasinya sebelum mengambil keputusan tersebut.”

Seiring dengan perkembangan bisnisnya di Malaysia, Skyro berharap dapat memperkenalkan produk dengan limit kredit yang telah disetujui pada akhir 2026. Produk tersebut akan memungkinkan nasabah mengajukan pinjaman berikutnya dengan lebih mudah setelah mereka memiliki catatan pembayaran yang baik di lembaga pemberi pinjaman tersebut. Skyro akan memanfaatkan berbagai wawasan dan pengalaman dari penawaran awal pinjaman tunainya untuk menyesuaikan produk-produk mendatang dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat Malaysia dalam meminjam uang, sekaligus mewujudkan visinya membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.

Peluncuran ini berlangsung ketika Malaysia semakin meningkatkan upayanya untuk memberantas praktik pinjaman uang ilegal, termasuk pemberi pinjaman tanpa izin yang dikenal sebagai Ah Long serta aplikasi pinjaman palsu. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kredit perbankan konvensional, pinjaman tunai digital berizin dan fasilitas kredit bergulir dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan transparan. Layanan tersebut menggabungkan kemudahan akses pembiayaan dengan ketentuan pembayaran yang jelas serta praktik pemberian pinjaman yang bertanggung jawab.

Tentang Skyro

Skyro merupakan grup perusahaan teknologi finansial (fintech) digital dengan pertumbuhan pesat yang menyediakan akses layanan keuangan secara bertanggung jawab dan dapat diperluas dalam skala besar di berbagai pasar negara berkembang yang memiliki potensi tinggi. Diluncurkan di Filipina pada 2022, grup perusahaan ini kini memiliki lebih dari 7 juta pengguna terdaftar dan portofolio kredit yang melampaui US$200 juta.

Didukung oleh teknologi ilmu data (data science) milik perusahaan sendiri, sistem pengambilan keputusan kredit berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penilaian kredit menggunakan data alternatif, Skyro menggabungkan pengalaman layanan berbasis aplikasi seluler dengan arsitektur fintech modular untuk melayani segmen masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara memadai dalam skala besar.

Skyro didirikan oleh Arsen Liametov dan Nasim Aliev melalui proses pembelian perusahaan oleh pihak manajemen (management buyout). Pendanaan Skyro berasal dari kombinasi seimbang antara modal swasta, fasilitas pembiayaan utang, serta investasi ekuitas strategis dari para investor yang berbasis di kawasan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Perusahaan ini terus memperluas jangkauannya ke berbagai pasar baru dengan tujuan membangun bisnis jasa keuangan yang terdiversifikasi di sejumlah negara berkembang.