HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 22 Oktober 2026 – Para pemimpin dan perwakilan organisasi internasional di bidang keuangan menghadiri Pertemuan Menteri Keuangan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) atau APEC Finance Ministers’ Meeting (FMM) 2026, yang sukses diselenggarakan di Hong Kong untuk pertama kalinya pada 20–21 Oktober. Para peserta melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai berbagai isu terkait perkembangan ekonomi dan keuangan kawasan.
Pada 21 Oktober, FMM menerbitkan Pernyataan Bersama Menteri Keuangan APEC 2026 (2026 APEC Finance Ministers’ Joint Statement), yang menegaskan kembali komitmen untuk membangun komunitas Asia-Pasifik yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai pada 2040 demi kesejahteraan seluruh masyarakat dan generasi mendatang.
Menteri Keuangan Tiongkok sekaligus Ketua FMM 2026, Lan Fo’an, mengatakan bahwa seluruh pihak harus secara konsisten melaksanakan kesepakatan yang dicapai dalam Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, menjunjung tinggi multilateralisme, serta memperdalam kerja sama praktis di bidang fiskal dan keuangan. Langkah tersebut bertujuan mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan kawasan serta pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, John Lee, Kepala Eksekutif Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), menyambut para peserta FMM.
“Ini merupakan momen bersejarah bagi Hong Kong. Pertemuan Menteri Keuangan APEC—yang merupakan bagian dari APEC China 2026—diselenggarakan di kota kami untuk pertama kalinya. Kami merasa terhormat dapat mendukung acara internasional penting ini, yang mempertemukan perekonomian anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, yang mewakili sekitar tiga miliar penduduk dan menyumbang lebih dari 60 persen PDB global,” ujar Lee.
“Berdasarkan prinsip unik ‘satu negara, dua sistem’, Hong Kong menikmati keunggulan sebagai bagian dari Tiongkok sekaligus keunggulan global. Kami merupakan satu-satunya yurisdiksi di Tiongkok, negara kami, yang menerapkan sistem hukum common law, dengan kerangka hukum dan regulasi yang serupa dengan sebagian besar pusat keuangan terkemuka di dunia.”
Dalam sesi diskusi, Paul Chan, Sekretaris Keuangan HKSAR, mengatakan bahwa di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan, perekonomian Asia-Pasifik perlu memperkuat kerja sama untuk menjaga kelancaran arus perdagangan dan investasi, sekaligus mengantisipasi risiko keuangan serta mengembangkan pendorong pertumbuhan jangka panjang.
Ia mengatakan bahwa Hong Kong akan memanfaatkan keunggulan uniknya berdasarkan prinsip “satu negara, dua sistem”, serta mengoptimalkan beragam saluran pembiayaan dan layanan profesionalnya sebagai pusat keuangan internasional untuk berperan sebagai “penghubung super” (super connector) dan “pencipta nilai tambah super” (super value-adder).
“Di tingkat kawasan, kita membutuhkan jalur perdagangan dan investasi yang terbuka, bukan hambatan baru. Pasar yang saling terhubung memungkinkan modal dialokasikan untuk kegiatan produktif dan teknologi diadopsi lintas negara,” ujar Chan dalam sesi pleno mengenai Prospek Ekonomi dan Keuangan Global serta Regional (Global and Regional Economic and Financial Outlook) pada 20 Oktober.
“Tugas kita bersama adalah menjaga stabilitas sekaligus memperkuat fondasi bagi kemakmuran jangka panjang. Hong Kong, Tiongkok, siap bekerja sama dengan perekonomian lainnya untuk memanfaatkan peluang, mengelola risiko, serta mendukung pertumbuhan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan inklusif di seluruh kawasan Asia-Pasifik.”
Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority) dan Dewan Penasihat Bisnis APEC (APEC Business Advisory Council/ABAC) menyelenggarakan dua seminar tematik pada 20 Oktober. Kedua seminar tersebut masing-masing membahas tema “Mendorong Ekosistem Rantai Pasok yang Terdigitalisasi, Inklusif, dan Berkelanjutan melalui Pembiayaan” serta “Memobilisasi Modal untuk Alam: Memperluas Pembiayaan dan Kerja Sama Regional di Seluruh APEC”.
Dalam sambutan pembukaan seminar, Christopher Hui, Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan HKSAR, mengatakan, “Di era transformasi ekonomi yang mendalam dan tantangan global yang terus berkembang, kemakmuran tidak dapat diwujudkan oleh satu perekonomian yang bertindak sendirian. Kemakmuran harus dibangun melalui kemitraan, inovasi, dan ketangguhan. Karena itu, saya menyambut baik penyelenggaraan seminar ini yang mempertemukan regulator, pemimpin bisnis, dan para pakar dari seluruh kawasan Asia-Pasifik untuk bertukar pandangan secara bermakna mengenai cara membuka peluang baru, memperkuat ketahanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi semua.”
Setelah FMM berakhir, Lee bersama sejumlah pejabat lainnya bertemu dengan Lan di Government House untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan di Tiongkok daratan dan Hong Kong. Lee menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pemerintah pusat Tiongkok atas kepercayaan dan dukungannya kepada Hong Kong, serta atas pengakuan kuat terhadap status Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional.
Selama penyelenggaraan FMM, berbagai kegiatan tur dan kunjungan diatur bagi anggota delegasi dari perekonomian peserta dan organisasi internasional. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan warisan budaya kota serta pesonanya yang khas sebagai kota metropolitan internasional.
Rangkaian kunjungan tersebut mencakup The Peak, Museum Seni Hong Kong (Hong Kong Museum of Art), Museum Istana Hong Kong (Hong Kong Palace Museum), Xiqu Centre, Institut Kuliner Tiongkok (Chinese Culinary Institute), dan Ocean Park. Para peserta juga mengikuti tur perahu untuk menikmati pemandangan Pelabuhan Victoria yang terkenal.
Keterangan foto: Perwakilan dari perekonomian anggota APEC yang berpartisipasi dan organisasi internasional selama pertemuan berlangsung.
https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong
Recent Comments