Di Hôtel Pozzo di Borgo yang bersejarah, merek busana berbahan bulu angsa asal Tiongkok ini menghadirkan interpretasi baru gaya berpakaian musim dingin melalui keahlian kerajinan dan pertukaran budaya.

PARIS, PRANCIS – Media OutReach Newswire – 15 Oktober 2026 – Bosideng merayakan hari jadinya yang ke-50 melalui presentasi koleksi bertajuk “The Bloom” di Hôtel Pozzo di Borgo, bekas kediaman Karl Lagerfeld di Paris. Presentasi ini menandai penampilan perdana Bosideng dalam kalender resmi Paris Fashion Week, setelah sebelumnya menggelar peragaan busana di New York, Milan, dan London.

Dirancang oleh Direktur Kreatif Pietro Ferragina, koleksi ini mengubah jaket bulu angsa (down jacket) dari pakaian esensial musim dingin menjadi pernyataan mode yang elegan. Geometri Art Deco dipadukan dengan keahlian kerajinan tradisional Tiongkok, termasuk teknik penjahitan yang terinspirasi dari busana qipao khas Haipai serta kain brokat Song tradisional. Perpaduan tersebut diwujudkan dalam siluet yang memadukan kehangatan, struktur, dan keleluasaan gerak.

Empat lini koleksi—Extreme Cold, Outdoor, Business, dan Puff—mengeksplorasi beragam interpretasi busana musim dingin modern. Mulai dari siluet busana malam yang artistik dan berstruktur, pakaian luar berteknologi tinggi, hingga gaya berpakaian perkotaan yang elegan, koleksi ini memperlihatkan fleksibilitas jaket bulu angsa dalam berbagai kesempatan. Peragaan ditutup dengan rangkaian busana malam berbahan bulu angsa berwarna merah muda, yang menghadirkan interpretasi lebih lembut dan tak terduga terhadap material tersebut.

Jet Gao, Wakil Presiden Grup sekaligus General Manager Bisnis Internasional Bosideng Group, turut hadir dalam acara tersebut bersama supermodel internasional Coco Rocha serta para tamu dari dunia mode, budaya, dan seni. Di antara para tamu yang hadir terdapat aktris Mao Xiaotong, Michelle Chen, dan Ouyang Didi, serta aktor Chen Tianxiang.

Bagi pendiri, Ketua Dewan, sekaligus Presiden Bosideng, Gao Dekang, presentasi di Paris mencerminkan pengalaman dan keahlian yang telah dibangun selama lima dekade, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap dunia mode dan pertukaran budaya antara Tiongkok dan Prancis.

Pameran khusus yang digelar untuk memperingati hari jadi perusahaan tersebut turut menelusuri evolusi desain Bosideng, dengan menampilkan berbagai kolaborasi bersama Jean Paul Gaultier, Kenzo Takada, dan MSGM, serta inovasi khas perusahaan dalam pengembangan pakaian berbahan bulu angsa. Perayaan berlanjut di Menara Eiffel melalui acara gala internasional bertajuk “The Next Great Chapter”, yang diselenggarakan untuk memperingati 50 tahun perjalanan Bosideng.

Bosideng telah menjadi merek jaket bulu angsa terlaris di Tiongkok selama 31 tahun berturut-turut. Kini, produknya telah dipasarkan di 72 negara dan dikenakan oleh lebih dari 200 juta orang. Memasuki babak baru perjalanannya, Bosideng berupaya menjadikan busana berbahan bulu angsa sebagai bagian yang berkelanjutan dan diperhitungkan dalam dunia mode internasional.