HANOI, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 20 Agustus 2026 – Ketika investor global semakin menilai kota berdasarkan ketahanan, tata kelola, dan keberlanjutan yang dapat diukur, Vinhomes mengambil pendekatan yang tidak biasa dengan mengintegrasikan standar kota cerdas yang diakui secara internasional ke dalam proyek-proyek berskala besar sejak tahap awal perencanaan.

Melalui kemitraan strategis dengan berbagai lembaga sertifikasi global, perusahaan berupaya menunjukkan bahwa kota-kota masa depan tidak hanya dapat dirancang agar lebih hijau dan cerdas, tetapi juga mampu memenuhi tolok ukur yang telah ditetapkan secara internasional.
Ketika Data Menjadi Mata Uang Baru bagi Kota
Dalam persaingan global untuk menarik modal, talenta, dan inovasi, kota semakin dinilai berdasarkan kemampuannya menghasilkan hasil yang dapat diukur. Saat ini, investor menginginkan bukti bahwa infrastruktur memiliki ketahanan, mobilitas berjalan secara efisien, tata kelola berlangsung transparan, dan komitmen terhadap lingkungan dapat menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.
Perubahan ini turut membentuk kembali cara kota direncanakan. Menurut OECD, tata kelola data telah menjadi elemen fundamental dalam pengembangan kota cerdas, sementara indikator yang telah distandardisasi secara internasional seperti ISO 37122 memungkinkan kota mengukur kinerja secara konsisten, membandingkannya dengan kota-kota lain di dunia, serta menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan dan keputusan investasi yang lebih baik.
Sementara itu, World Council on City Data (WCCD) menyatakan bahwa data kota yang telah distandardisasi berdasarkan ISO, diverifikasi secara independen, dan dapat dibandingkan secara global memungkinkan pemerintah kota mengambil keputusan perencanaan dan investasi yang lebih baik, membandingkan kinerja dengan kota-kota lain di dunia, serta menarik investasi melalui transparansi dan keterbandingan yang lebih tinggi.
Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa standar internasional seperti ISO 37122 semakin mendapat perhatian. Dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO), kerangka kerja ini menetapkan indikator yang dapat dibandingkan secara global untuk mengevaluasi kinerja kota cerdas dalam berbagai aspek, termasuk mobilitas, energi, pengelolaan lingkungan, infrastruktur digital, tata kelola, keselamatan publik, dan inovasi. ISO 37122 mengukur seberapa efektif sebuah sistem perkotaan berfungsi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.
Bagi pemerintah maupun pengembang, implikasinya cukup signifikan. Kota-kota masa depan akan semakin dinilai berdasarkan apa yang mampu mereka ukur dan verifikasi.
Hanya sedikit pengembang yang mencoba mengintegrasikan standar tersebut bahkan sebelum sebuah kota dibangun. Namun, justru itulah jalur yang ditempuh Vinhomes. Alih-alih menjadikan sertifikasi sebagai pengakuan setelah pembangunan selesai, perusahaan mengintegrasikan indikator kota cerdas yang diakui secara internasional ke dalam proses perencanaan itu sendiri. Strategi ini berpotensi menempatkan Vietnam di antara generasi baru negara-negara yang membantu mendefinisikan kembali bagaimana kota masa depan dirancang, dikelola, dan dievaluasi.
Mengintegrasikan Standar Global Sejak Tahap Awal
Pada 3 Maret 2026, Vinhomes Green Paradise – Can Gio secara resmi meluncurkan Proyek Sertifikasi Kota Cerdas melalui kemitraan dengan Korea Management Association Consulting (KMAC), WCCD, dan inisiatif Standardized Urban Metrics (SUM).
Kolaborasi tersebut bertujuan memperoleh WCCD/SUM ISO 37122 Custom Smart City Certification, sebuah kerangka kerja khusus yang berasal dari ISO 37122 dan dikembangkan secara khusus untuk proyek perkotaan berskala besar yang dibangun di kawasan yang sebelumnya belum dikembangkan.
Dalam kemitraan tersebut, KMAC menyediakan layanan konsultasi strategis dan konsultasi teknis untuk menyelaraskan pengembangan proyek dengan indikator yang diakui secara internasional. WCCD dan SUM bertanggung jawab mengembangkan kerangka indikator yang disesuaikan, mengawasi proses penilaian, serta mengelola proses sertifikasi. Sertifikasi Interim ditargetkan diperoleh pada 2026, sebelum sertifikasi penuh dilaksanakan dalam tahapan berikutnya.
Pendekatan ini mencerminkan evolusi yang lebih luas dalam pengembangan perkotaan. Secara historis, banyak kota baru mengupayakan sertifikasi setelah sistem infrastruktur utama selesai dibangun. Namun, proyek yang dibangun di kawasan yang sebelumnya belum dikembangkan menawarkan peluang berbeda: keberlanjutan, tata kelola digital, dan pengukuran kinerja dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan sejak awal, bukan ditambahkan atau diperbaiki kemudian.
“Proyek ini melambangkan kolaborasi penting antara Vietnam dan Korea dalam memajukan standar kota cerdas global,” kata Chulse Oh, Head of AX Group di KMAC. “Dengan menggabungkan visi Vinhomes dalam pengembangan perkotaan dengan keahlian konsultasi KMAC serta kerangka sertifikasi global WCCD/SUM, Vinhomes Green Paradise akan menjadi model tata kelola berbasis data, keberlanjutan, dan inovasi cerdas.”
Dengan luas mencapai 2.870 hektare, Vinhomes Green Paradise berada di salah satu kawasan ekologis paling khas di Vietnam, berbatasan dengan Laut Can Gio dan Cagar Biosfer Mangrove Can Gio yang diakui UNESCO dan memiliki luas lebih dari 75.000 hektare. Proyek ini memiliki garis pantai sepanjang 121 kilometer, dengan tingkat kepadatan konstruksi hanya 16%, yang mencerminkan strategi pembangunan yang mengutamakan ketahanan lingkungan sekaligus pertumbuhan perkotaan jangka panjang.
Kerangka kerja ESG++ yang diterapkan proyek ini memperluas prinsip tradisional Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menambahkan dua pilar, yaitu Regeneration (Regenerasi) dan Climate Adaptation (Adaptasi Iklim). Dengan demikian, pemulihan ekosistem ditempatkan sejajar dengan pembangunan ekonomi.
Setelah beroperasi sepenuhnya, proyek ini menargetkan penggunaan 100% listrik bersih yang dihasilkan dari tenaga angin lepas pantai, energi surya, dan sistem penyimpanan baterai. Sistem transportasinya dirancang sebagai ekosistem yang sepenuhnya net-zero dengan dukungan mobil listrik, bus listrik, sepeda motor listrik, sepeda, kapal, serta kereta api berkecepatan tinggi yang terhubung langsung dengan pusat Kota Ho Chi Minh.
Proyek ini juga menempatkan keanekaragaman hayati sebagai bagian utama dari strategi jangka panjangnya. Dana khusus Forest Regeneration and Climate Adaptation Fund telah dibentuk untuk mendukung penelitian, pemulihan ekologi, dan konservasi hutan mangrove. Langkah ini memperkuat peran Can Gio sebagai sistem pertahanan alami kawasan pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim bagi generasi mendatang.
Dr. Patricia McCarney, Presiden dan CEO WCCD sekaligus Direktur SUM, menilai inisiatif tersebut mencerminkan semakin pentingnya peran Vietnam dalam inovasi perkotaan global.
“Vietnam muncul sebagai salah satu pemimpin yang paling menjanjikan dalam pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan. Vinhomes Green Paradise merupakan proyek baru yang luar biasa di Vietnam dan layak mendapatkan pengakuan global,” ujarnya. “Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan Vinhomes dan KMAC untuk memastikan Vinhomes Green Paradise memperoleh pengakuan global melalui WCCD/SUM ISO 37122 Custom Certification.”
Vinhomes Green Paradise juga menjadi peserta resmi pertama dalam kampanye “7 Wonders of the Future Cities” yang diinisiasi oleh New7Wonders. Hal ini semakin memperkuat ambisinya untuk menjadi tolok ukur dalam pengembangan perkotaan yang siap memanfaatkan AI, berbasis data, serta memiliki ketahanan lingkungan.
Visi yang Lebih Luas untuk Generasi Kota Berikutnya di Vietnam
Kurang dari dua bulan setelah meluncurkan inisiatif sertifikasi Can Gio, Vinhomes memperkenalkan proyek unggulan lainnya yang memperluas visi jangka panjang perusahaan dalam pengembangan perkotaan.
Pada 25 April 2026, pengembang tersebut secara resmi memperkenalkan Vinhomes Global Gate Ha Long, sebuah kota pesisir berskala besar dengan luas lebih dari 6.200 hektare di Provinsi Quang Ninh. Diposisikan sebagai “New Hanoi” di dekat Situs Warisan Dunia UNESCO Ha Long Bay, proyek ini dirancang sebagai ekosistem perkotaan yang sepenuhnya terintegrasi, tempat masyarakat dapat tinggal, bekerja, belajar, memperoleh layanan kesehatan, serta menikmati fasilitas rekreasi kelas dunia dalam satu kawasan.
Lebih dari 2.500 hektare dialokasikan untuk lanskap hijau, sistem perairan, dan hutan mangrove, termasuk 680 hektare kawasan laut yang tersaring secara alami, sekitar 200 kilometer garis pantai berpasir putih, serta lebih dari 660 hektare Globe Ha Long Forest Park. Secara keseluruhan, aset-aset alami tersebut menjadi fondasi ekosistem ESG++ yang berpusat pada regenerasi, keanekaragaman hayati, dan ketahanan lingkungan jangka panjang.
Melampaui tolok ukur internasional yang telah diakui saat ini, proyek tersebut dirancang sebagai kota berorientasi ESG pertama di dunia yang diarahkan untuk memenuhi standar ISO 37125 yang sedang berkembang untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Jika Green Paradise Can Gio menunjukkan bagaimana indikator kota cerdas yang diverifikasi secara internasional dapat diintegrasikan ke dalam proyek yang dibangun di kawasan yang sebelumnya belum dikembangkan, Global Gate Ha Long memperluas konsep tersebut menjadi model urbanisme yang lebih berpusat pada manusia.
Secara keseluruhan, kedua proyek tersebut menunjukkan strategi Vinhomes yang semakin khas. Alih-alih memandang standar internasional sebagai sertifikasi eksternal yang dikejar setelah pembangunan selesai, Vinhomes mengintegrasikannya sejak tahap paling awal dalam perencanaan, tata kelola, dan desain infrastruktur.
Dengan membangun berdasarkan standar tersebut sejak awal, Vinhomes berupaya menunjukkan bahwa Vietnam dapat turut membentuk babak berikutnya dalam pengembangan kota cerdas global, yaitu sebuah era ketika data, tata kelola, dan ketahanan lingkungan menjadi sama pentingnya dengan arsitektur itu sendiri.
Sumber:
Recent Comments